
Di kediaman Ibunya Cindi......
Seorang kurir datang saat Ibunya Cindi tiba di rumahnya dan Ibunya Cindi langsung menerima sebuah kotak dari kurir itu, penasaran dengan isinya dan membuat ibunya Cindi memilih membuka nya di tengah rumahnya.
Ibunya Cindi membeku melihat setiap vidio yang di lihatnya, bahkan Ibunya Cindi langsung lemas seketika melihatnya.
"Biadab kalian berdua, selama ini aku kira kedekan kalian wajar karena Cindi tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang Ayah, namun mereka malah memiliki hubungan lebih dan dengan teganya menjerat Adit yang begitu tulus dan membohongi aku. "
Lirih Ibunya Cindi dengan air mata yang begitu saja keluar dari matanya.
Setelah suaminya tiba tiba di tangkap polisi, Ibunya Cindi langsung mencari keberadaan Cindi bahkan menghubungi pengacara untuk membela kasus suaminya.
Ibunya Cindi membuka handphone nya dan meminta pengacara berhenti membela Suaminya, pengacara tidak banyak bertanya dan menerima keputusan kliennya karena Ibunya Cindi langsung membayar lunas tagihan uang pengacaranya.
"Aku akan membiarkan kamu membusuk di dalam sana, Cindi kamu tega sama Mama dan membuat Mama seperti orang bodoh yang tidak tahu dengan kelakuan kamu. "
Ucap Ibunya Cindi dengan tangisan pilunya.
.
.
Di kediaman Adit saat ini......
Adit mendumel saat melihat Mamanya menguasai Kamelia padahal dia ingin bermanja dengan Kamelia tapi Mamanya malah mendahuluinya.
"Jangan gitu raut wajahnya duduk dan nikmati jus yang di buat istri kamu. "
Ucap Papanya saat Adit berdiri menatap ke arah dapur dimana istri dan Mamanya sibuk dengan masakannya.
"Mama benar benar menguasai istri Adit. "
Prores putranya dan membuat Papanya langsung tertawa mendengarnya.
"Kamu lupa Kamelia siapa yang membawa masuk kedalam rumah ini, jangan gitu sama Mama dan lihat keceriaan Mama kembali hadir dan Papa bahagia melihatnya. Beberapa tahun kemarin hanya ada pertengkaran di rumah ini dan tangisan Mama kamu di dalam kamar. "
Jelas Papanya dan membuat Adit langsung terdiam mendengarnya karena ulahnya membuat Mamanya menangis.
"Maafkan Adit Papa. "
Ucap Adit dengan nada menyesalnya dan Papanya hanya tersenyum sambil menepuk bahu sang putra.
"Gak masalah dan kamu jalani hari dengan baik, Kamelia akan membawa kebahagiaan di rumah ini dan jangan bahas masa lalu, malu sama Kamelia. "
Ucap Papanya dan Adit menganggukkan kepalanya.
 Beberapa menit berlalu Mamanya Adit menghampiri dengan nampan berada di tangannya, senyumnya mengembang saat berjalan mendekat ke arah suami juga putranya.
"Lihat kue pie toping buah segar sudah jadi. "
__ADS_1
Ucap Mamanya Adit dengan senyum cerianya dan membuat suaminya juga anaknya tersenyum.
"Buatan Mama atau Istrinya Adit?? "
Tanya Adit dengan senyum jahilnya dan membuat Mamanya mendelik sebal.
"Buatan menantu Mama, Puas kamu. "
Jawab Mamanya dengan nads ketusnya dan membuat Adit langsung terbahak karena Mamanya kalah untuk pertama kalinya.
Kamelia menghampiri dengan nampan berisi teh tawar hangat dan menyajikannya di meja, Adit langsung menarik Kamelia untuk duduk di sampingnya dan Kamelia pun menurutinya.
"Pie buah nya buatan kamu yaa?? Enak banget rasanya ada manis dan segar dari buah buahannya. "
Tanya Adit saat sebelum menyuapkan kue nya.
"Mama juga bantu bukan hanya aku. "
Jawab Kamelia dan membuat Mamanya Adiit tersenyum bangga membuat Adit menghela nafasnya.
"Sudah jangan bahas siapa yang membuatnya, yang penting kue nya enak dan bisa di makan sekarang. "
Ucap Papanya Adit yang melerai perdebatan istri juga anaknya.
Ke empat nya langsung menikmati kue di sore menuju malam, Koki sedang memasak hidangan makanan untuk di santap malam nanti, saat Kamelia akan membantu langsung di tolak Mamanya Adit dan membuat Kamelia langsung patuh lalu ikut gabung di ruang tengah.
"Kalian gak berniat bulan madu?? "
"Kalau Adit terserah Kamelia saja Mama. "
Jawab Adit dan Kamelia langsung menatap ke arah suaminya yang tersenyum padanya.
"Maaf Mama, di kantor kalau awal bulan sedang sibuk sibuknya dan Lia juga sudah cuti kemarin gak bisa mengajukan lagi cuti, bagi Lia mau bulan madu di rumah atau di tempat lain kan sama saja Mama. "
Jawab Kamelia karena memang pekerjaannya sedang menumpuk sekali awal bulan ini.
"Baiklah Mama tidak memaksa karena Mama yakin kamu mau bulan madu atau engga tetap saja Adit akan memakan kamu sampe berjejak gitu. "
Ucap Mamanya Adit dan membuat Kamelia langsung malu sedangkan Adit malah tersenyum bangga dengan karyanya.
"Kamu ini urat malunya sudah putus Adit, malah senyum bangga lagi. "
Protes Mamanya dan Adit hanya mendelik sebal ke arah Mamanya.
Papanya Adit hanya menyimak dan tetap menikmati kue yang ada di hadapannya, sedangkan Kamelia hanya bisa diam dan malas menatap ke arah suaminya.
Ke esokan hari nya......
Pagi ini Kamelia kesulita membangunkan Adit yang betah dengan selimbutnya, hari senin adalah hari sibuk dan terpadat bagi Kamelia khususnya karena dia akan berada di area depan Bank nantinya.
__ADS_1
"Mas aku barengan Papa saja berangkatnya. "
Ucap Kamelia setelah selesai dengan bersiapnya dan tidak ada respon dari sang suami.
Kamelia langsung membawa tas kerja juga tas selempangnya lalu keluar dari kamar untuk sarapan terlebih dahulu, masa bodo suaminya kalau mencarinya nanti karena dia harus ke kantor sebelum pukul delapan dan jarak dari rumah saat ini ke kantornya lumayan jauh.
"Loh.....mana suami kamu nya?? "
Tanya Mama mertuanya saat Kamelia duduk di sampingnya.
"Mas Adit masih tidur nyenyak susah di bangunkan nya Mama, Lia kalau senin sibuk harus lebih awal. "
Jawab Kamelia dan Mamanya Adit mengerti.
"Nanti barengan Papa saja perginya. "
Ucap Papanya Adit dan Kamelia langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya Papa tadinya juga Lia mau minta barengan Papa perginya, nunggu Mas Adit pasti lama. "
Jawab Kamelia dan Papanya Adit mengiyakannya.
"Mau bekal makan siang gak Sayang?? "
Tanya Mamanya Adit saat Kamelia selesai dengan makan nya.
"Gak Mama, takut Mas Adit jemput dan ngajak makan di luar kan sayang bekalnya gak di makan. "
Jawab Kamelia yang memang menolak karena Adit selalu datang saat makan siang.
"Baiklah Sayang, tuh Papa sudah mau berangkat kamu periksa barangnya takut ada yang tertinggal. "
Ucap Mama mertuanya saat melihat suaminya sedang membawa tas kerjanya.
"Gak ada Mama, semua sudah aman kok. Lia pamit Mama dan nanti tolong bilang Mas Adit yaa. "
Ucap Kamelia sambil mencium tangan Mama mertuanya.
"Iya Sayang, nanti Mama bicarakan sama Adit dan kamu hati hati sayang. "
Ucap Mamanya Adit dan Kamelia langsung tersenyum dan masuk kedalam mobil setelah Papa mertuanya membuka pintu mobilnya.
Kamelia duduk tenang di samping Papanya Adit yang sibuk dengan iped di tangannya dan hanya sesekali ada obrolannya karena lebih banyak diam.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.......