
Setelah Adit masuk kedalam kamar kembali, Kamelia memilih menyiapkan makanan di atas meja makan, dia akan makan juga karena Kamelia belum makan.
Saat sedang menata makanan ternyata bell Apartement berbunyi, Kamelia langsung berjalan menuju pintu untuk melihatnya ternyata Mama dan Papa mertuanya datang membawa makanan juga.
"Mama sama Papa tunggu dulu, Lia mau ke kamar panggil Mas Adit nya. "
ucap Kamelia yang langsung menuju kamar tanpa menunggu jawaban dari Mama mertuanya.
Kamelia malu karena baru sadar dengan daster mini yang di pakainya, bahkan Mamanya menatapnya penuh selidik ke arah leher Kamelia yang di penuhi tanda oleh Adit.
"Loh.....kenapa masuk lagi Sayang?? Katanya mau makan loh. "
tanya Adit saat Kamelia masuk tergesa gesa kedalam kamar.
"Ada Mama sama Papa dan aku malu Mas, lihat leher aku penuh warna. "
jawab kamelia yang masuk kedalam ruang ganti pakaian untuk mengganti pakaiannya.
Adit tersenyum menggelengkan kepalanya dengan tingkah Kamelia, Adit langsung keluar kamar untuk menyapa kedua orang tuanya.
"Seprtinya ada yang berhasil deh Papa. "
sindir Mamanya saat Adit menghampiri kedua orang tuanya.
Adit tidak menjawab dan langsung duduk setelah mencium tangan kedua orang tuanya, tak lama Kamelia datang dengan pakaian yang sudah di gantinya, Mamanya Adit langsung tersenyum dan meminta Kamelia duduk.
Kamelia dan yang lainnya langsung makan, tidak ada pembahasan lainnya, Kamelia pun ikut fokus dengan makanannya dan sesekali Mama mertuanya memuji rasa masakannya.
"Hari ini kalian gak akan kemana mana kan?? "
tanya Mamanya Adit saat menyelesaikan makannya.
"Gak akan Maa, kasihan Lia soalnya kalau di ajak kemana mana. "
jawab Adit dan membuat Mamanya Adit mengerutkan keningnya ke arah putranya.
"Memangnya kasihan kenapa?? "
tanya kembali Mamanya karena belum mendapatkan jawaban yang di inginkannya.
"Lia besok ngantor Maa jadi hari ini mau istirahat saja. "
jawab Kamelia saat melihat suaminya akan menjawab pertanyaan Mamanya.
"Oh iya besok senin dan kamu kerja kembali, yasudah Mama pulang lagi saja deh. "
ucap Mamanya adit dan Kamelia tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
.
.
Ke esokan harinya......
Kamelia kembali merasakan pegal di sekujur tubuhnya, bahkan rasa pegal nya lebih parah dari kemarin padahal hari ini Kamelia akan memulai kembali kerjanya setelah satu minggu cuti.
Kamelia tidak lupa dengan tugasnya, dia menyiapkan sarapan untuknya dan untuk suaminya, bahkan Kamelia menyiapkan makan siang untuk Adit yang di simpan nya di penghangat makanan.
Adit belum bangun dan Kamelia membiarkannya, Kamelia akan berangkat sekarang tanpa pamit dan hanya meninggalkan pesan di surat yang di tulis tangannya.
Kamelia di antarkan oleh supir seperti biasa menuju kantornya, jarak dari kantor ke Apartement lumayan dekat tidak terlalu jauh jadi Kamelia sedikit santai.
Tiba di depan kantornya, Kamelia langsung mengucapkan terimakasih dan segera keluar dari mobil untuk masuk kedalam Bank yang ternyata sudah penuh dengan orang orang.
Kamelia masuk dan langsung menuju meja kerjanya yang seminggu ini di tinggalkannya, saat asik dengan kegiatannya tiba tiba Bunga menghampiri dan membuat Kamelia tersentak kaget.
"Lia ayo kita di minta ke depan membantu Teller dan CS loh, nasabah penuh banget soalnya. "
ajak Bunga dan Kamelia mengiyakannya.
"Sebentar aku hidupkan komputernya dulu Bunga. "
jawab Kamelia dan Bunga mengangguk lalu duduk di hadapan Kamelia.
"Lia kamu sama Bunga bantu di depan yaa, Teller gak masuk satu dan CS hanya ada satu, antrian sangat banyak pagi ini maklum senin soalnya. "
pinta Pak Danil dan Kamelia mengiyakannya.
"Bunga kamu di Teller saja dan Lia di CS. "
titah Pak Danil dan Bunga langsung mengangguk.
Pak Danil langsung keluar dari ruangan Kamelia lalu masuk kedalam ruangannya, Bunga langsung memanyunkan bibirnya saat atasannya kembali ke ruangannya.
"Pak Danil aneh sekali loh Lia, saat kamu gak ada dia malah seperti killer tapi sekarang sangat ramah sekali. "
ucap Bunga dengan nada kesalnya dan Kamelia hanya tersenyum.
Kamelia langsung mengganti sepatunya lalu memakai ID Card nya dan mengajak Bunga menuju ke area depan untuk memulai pekerjaannya.
Kamelia langsung duduk di kursi nomer dua lalu mengaktifkan komputernya, CS di sampingnya langsung menyapa dan Kamelia tersenyum saja tanpa menjawab.
"Semoga di awali dengan kelancaran. "
ucap Doa Kamelia sebelum mengawali pekerjaannya.
__ADS_1
Pintu Bank terbuka dan nasabah langsung masuk, tapi komputer antrian belum di aktifkan karena waktunya belum pas, semua akan aktif otomatis sesuai jam operasional Bank.
Kamelia menarik nafasnya saat nomer antrian telah di mulai, seperti biasa wajah ramah dan senyum manis selalu di tampilkan oleh Kamelia saat bertemu dengan nasabahnya, Kamelia bahkan tidak lupa mengucapkan salam.
.
.
Tiga jam berlalu......
Kamelia menutup meja CS nya karena nasabah hanya tinggal dua dan bisa di selesaikan satu meja saja, Kamelia langsung masuk kembali kedalam ruangannya untuk mengerjakan pekerjaannya yang menggunung ada di atas meja nya.
"Ternyata rugi juga jadi orang yang serba bisa. "
gumam Kamelia yang protes untuk pertama kalinya karena saat ini tubuhnya masih terasa pegal bahkan sangat lelah tapi semua pekerjaannya adalah tanggung jawab.
Kamelia fokus dengan pekerjaannya hingga jam istirahat tiba dan seperti biasa Bunga mendatangi meja nya untuk mengajak Kamelia makan siang.
"Lia kita makan di kedai soto mau gak?? Tiba tiba aku mau soti deh siang ini. "
ucap Bunga dan Kamelia mengiyakannya.
"Boleh tapi jalan kaki saja yaa, kan cuma menyebrang saja kalau pakai mobil nantinya muter. "
ucap Kamelia yang menyetujuinya dan langsung beranjak sambil membawa dompet juga handphone nya.
Kamelia dan Bunga bergandengan tangan menuju kedai soto di sebrang kantornya, keduanya langsung masuk saat sampai di kedai soto dan ternyata ada Ikbal dan Aldo sudah menunggunya.
Bunga langsung menarik tangan Kamelia untuk masuk kedalam kedai menghampiri Ikbal yang melambaikan tangannya.
"Ternyata kalian sudah datang yaa, maaf telat sedikit. "
ucap Bunga yang langsung duduk di samping kekasihnya.
Kamelia pun duduk di samping Aldo, Kamelia begitu serba salah sekarang harus bagaimana dan saat resah memikirkan semuanya, handphone nya berdering dan ternyata pesan dari Adit.
💬 Keluar dari kedai itu aku tunggu di luar kedai.
Pesan singkat dari Adit dan Kamelia refelek langsung pamit ke Bunga dengan alasan ada yang mencarinya ke kantor, Bunga mengiyakannya namun Aldo langsung lesu melihat kepergian Kamelia.
Kamelia langsung keluar dan masuk kedalam mobil Adit, Adit langsung melajukan mobilnya dan membawa Kamelia pergi dari kedai.
Tidak ada obrolan dari keduanya dan hanya diam membisu.
.
.
__ADS_1
Bersambung.........