Di Madu

Di Madu
47. Terbongkar......


__ADS_3

Tiba di kediaman mewah Keluarga Prapta, Cindi keluar dari mobil dan meminta beberapa pelayan untuk membantu membopong Adit yang sudah mabuk berat itu.


Cindi mengikutinya dari belakang dan dia pun merasa kesal sekarang karena dia harus kembali ke rumah mertuanya yang selalu sinis padanya.


"Loh.....kenapa malah di ruang tengah, bawa Adit ke kamar harusnya. "


protes Cindi saat kedua pelayan membawa Adit ke ruangan keluarga.


"Memangnya mau membawa Adit kemana?? Lebih baik disini saja karena akan lebih baik. "


jawab Mamanya Adit yang tiba tiba datang dari arah belakang dan membuat Cindi menggeram kesal.


Pintu rumah semua tertutup bahkan semua gerbang di jaga ketat, Cindi masih diam memperhatikan Mamanya Adit yang begitu santai duduk di samping Adit.


"Duduklah......kamu seperti pelayan kalau berdiri seperti itu dan di hadapan saya lagi. "


Ucap Mamanya Adit dan Cindi langsung menggeram kesal lalu duduk di samping Suaminya yang sedang bersandar kepalanya ke sisi sofa sambil memijat kepalanya.


Papanya Adit masuk kedalam ruang utama dan di ikuti oleh asistennya Adit juga Asisten nya sendiri, Cindi hanya bisa diam dan memperhatikan semua orang di hadapannya yang terasa janggal.


"Saya menghormati kamu karena kamu adalah istri dari Putra saya, tapi setelah melihat semua kelicikan kamu. Saya menjadi muak sama kamu Cindi dan sangat di sayangkan karena putra saya harus bertahan beberapa tahun dengan kamu, tapi tidak masalah terlambat dari pada tidak sama sekali. "


Ucap Mamanya Adit dengan nada yang serius dan Cindi langsung memegang tangan Adit namun di luar dugaannya Adit malah menepis nyaa.


"Kamu kenapa Adit?? Ayo buka mata kamu dan bantu aku yang sedang di tindas sama Mama kamu. "


ucap Cindi yang merasa heran dengan sikap Adit.


Adit langsung beranjak dan berjalan menuju Papanya berada, Cindi melototkan matanya karena dia merasa aneh dengan semua yang ada di sekitarnya.


"Saya harus bersabar menunggu dua hari saat dekat bersama dengan kamu Cindi, kamu tahu kalau saya sengaja membuat kamu tertidur tadi malam dan memerankan derama agar pelayan kepercayaan kamu percaya, sekarang mau saya buka kebusukan kamu atau kamu ceritakan semua derama yang kamu mainkam dengan Ayah tiri kamu. "


Jelas Adit dengan nada dinginnya dan Cindi langsung melototkan matanya.

__ADS_1


"Maksud kamu apa sih Adit?? Aku gak ngerti. "


Elak Cindi dan membuat Semua yang ada di ruangan itu berdecih.


"Putarkan rekaman nya Handi!! Semua jangan ada yang terlewat dari awal. "


Titah Adit karena Cindi masih mengelak dengan tuduhannya.


Handi langsung memutar semua rekamannya sesuai titah dari Adit, Cindi langsung gementar karena dia sudah tertangkap basah oleh Adit, kelicikan dan kejahatannya sudah di ketahui oleh Adit.


Cindi langsung mengeluarkan handphone nya namun malah Ibu nya yang menghubungi dan Cindi langsung mengangkatnya, namun Cindi langsung terdiam karena Ibu nya menghubunginya memberitahukan kalau Ayah tirinya di tangkap polisi.


"Apa apaan semua ini, aku seperti penjahat yang tertangkap basah saat ini. "


Gumam Cindi yang masih belum menerima semua fakta mengenai dirinya yang sudah terbongkar oleh Adit.


Cindi kembali membeku karena semua rencananya terbongkar bahkan Adit sudah mengetahui semuanya, dia hanya diam tanpa mau mengeluarkan satu kata pun.


"Kamu selamanya tidak akan pernah bisa memiliki anak, karena sebelum menikah denganku. Kamu mensterilkan rahim kamu Cindi dan kamu juga bukan wanita tersegel karena aku bukan yang pertama, padahal aku ikhlas menerima kamu semuanya bahkan menjamin hidup kamu dan semua keluarga kamu, tapi apa yang aku dapatkan. Kamu malah merencanakan kejahatan semua yang tersusun rapih dan tidak terbaca olehku, sepandai pandai nya bangkai yang kamu sembunyikan, suatu saat akan tercium juga seperti sekarang, silahkan minta bantuan pada dalangnya yang sekarang sudah mendekam di balik jeruji. "


Adit tak habis fikir dengan Cindi, dia tulus mencintai dan menerima Cindi tapi semua di balas dengan kejahatan Cindi yang begitu mahir memerankan nya.


"Bawa wanita itu ke ruang bawah tanah dan tunggu perintahku selanjutnya. "


Ucap Adit dengan nada tegasnya dan beberapa pengawal langsung menyeret Cindi.


Cindi terus berteriak histeris bahkan memaki Adit dan kedua orang tuanya, Adit membiarkannya karena dia malas melihat wajah wanita yang ternyata iblis bukan malaikat.


Mamanya Adit menghampiri dan membawa Adit duduk di samping suaminya, sedangkan kedua asisten itu langsung merapihkan semua berkas berkas kebusukan Cindi, belum terputar semua buktinya tapi Adit langsung memerintahkan anak buahnya menyeret Cindi masuk kedalam ruangan bawah tanah.


Tadinya adit akan menyekap Cindi bersama Ayah tirinya tapi di tolak tegas oleh Papanya karena percuma di satukan juga, nantinya keduanya malah semakin menjadi jadi, Papanya Adit memberikan saran untuk menyekap Cindi dan mengguncang mental Cindi yang selalu menginginkan kemewahan.


Karena mental yang akan menghancurkan hidup Cindi nantinya.

__ADS_1


"Maaf karena Mama sama Papa telat membantu kamu untuk lepas dari jeratan wanita itu, semua Mama lakukan sengaja agar kamu tidak terpuruk saat mengetahui semua Fakta kejahatan wanita itu, makanya Mama menjodohkan kamu sama Kamelia agar kamu jatuh hati dengan kelembutan dan kebaikan Kamelia yang begitu sederhana itu, ternyata rencana Mama berjalan sempurna Adit. "


Jelas Sang Mama sambil memberikan air minum untuk Adit yang sedang terdiam.


"Terimakasih Mama dan Papa sudah menyadarkan Adit, kedepannya Adit akan selalu menuruti semua yang Mama ucapkan karena akan sangat berpengaruh untuk Adit. "


Jawab Adit dan Mamanya menganggukkan kepalanya.


"Semua akan baik baik saja Adit, kamu putra Papa yang hebat dan Papa percaya kalau kamu akan bangkit dan memulai kehidupan kamu dengan wanita yang tepat, urusan Wanita itu aman dan urusan Ayah tirinya akan di urus oleh pengacara Papa. "


Ucap Papanya dan Adit menganggukkan kepalanya.


Ketiganya terdiam setelah membahas masalah Cindi, dari arah pintu di kejutkan dengan kedatangan Kamelia yang menggunakan piyama tidur nya dan membuat Adit tersenyum.


Adit langsung beranjak dan menghampiri Kamelia lalu membawa Kamelia kedalam dekapannya, wanita sederhana yang Adit cintai juga sayangi saat ini.


"Tante.......boleh Lila pinjam kamarnya?? Lila ngantuk sekali Tante. "


Ucap kalila saat menghampiri kedua orang tua Adit dan membuat Mamanya Adit tertawa.


"Ayo biar Tante antarkan kamu ke kamar, maaf karena malam malam menjemput kamu dadakan yaa, kasihan kalau kamu di Apartement sendir. "


Ucap Mamanya Adit sambil merangkul Kalila untuk di bawa menuju kamar tamu.


Papanya Adit berdecak melihat putranya malah asik memeluk sang menantu dan membuat Papanya Adit langsung beranjak lalu menepuk pundak putranya.


"Lanjutkan di kamar jangan disini, malu jadi tontonan semua pelayan. "


Ucap Papanya Adit setelah menepuk pundak putranya lalu berjalan menuju kamar nya untuk istirahat.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.......


__ADS_2