
Beberapa bulan berlalu.......
Usia kandungan Kamelia saat ini memasuki bulan ketujuh, Perut Kamelia pun sudah semakin membuncit dan begitu seksi menurut Adit.
Kebahagiaan bukan milik Kamelia dan Adit saja, tapi milik Bunga dan Ikbal juga. Keduanya melangsungkan pernikahan beberapa bulan lalu dan saat ini Bunga sedang hamil anak pertamanya yang memasuki bulan kedua usia kandungannya.
Berbeda dari dua sahabatnya yang sedang berbahagia menantikan kelahiran buah cinta, Aldo masih tidak ada kemajuan dengan Kalila, Kalila sudah sembuh kakinya karena pengobatan keluar negeri yang di jalaninya karena saat awal di buka gips, kaki Kalila mengalami masalah dan Aldo langsung membawanya ke luar negeri lalu menjalani pengobatan selama satu bulan akhirnya Kalila sembuh dengan syarat tidak boleh melakukan aktifitas berat terutama berlari dan melompat lompat.
Pagi hari di kediaman Adit begitu ramai karena siang ini akan mengadakan acara tujuh bulan kehamilan Kamelia, semua karena Mama Riana yang minta padahal Kamelia sudah menolak dan hasilnya Kamelia yang mengalah.
"Pagi bumill...... "
sapa Sang adik saat memasuki kamar Kamelia.
"Pagi juga Deek, kamu datang dengan siapa?? "
jawab Kamelia yang langsung menerima bungkusan lalu menanyakan dengan siapa sang Adik datang.
"Aku datang barengan sama Kak Aldo, Mama sama Papa juga karena tadi aku sama Kak Aldo menjemput ke rumah Mama, Kakak baik baik saja kam?? "
jawab Kalila dan langsung menatap ke arah sang Kakak yang terlihat pucat.
"Kakak hanya sedikit lelah saja, kemarin kan Kakak baru pulang dari ikut Kak Adit ke Surabaya dan hari ini malah ada acara segala. "
keluh Kamelia dan Kalila langsung tersenyum menatap Kakaknya.
"Sabar namanya juga cucu pertama di keluarga dan sangat di nanti Kak oleh keluarga besar Kak Adit. "
ucap Kalila yang menenangkan sang Kakak membuat Kamelia mendelik sebal.
"Kamu bilang gitu ke Kakak, kamu sendiri kapan mau memberikan pewaris ke keluarga Aldo, dia sama sama anak tunggal loh dan masa kalah sama Ikbal yang sekarang sedang hamil istrinya, padahal pernikahannya lebih dulu kamu loh Deek, apa kamu dan Aldo baik baik saja?? atau jangan bilang kamu sama Aldo belum pernah melakukan aktifitas ranjang?? kalian belum saling mencintai?? "
tanya Kamelia penuh selidik dengan berbagai macam pertanyaa dan membuat Kalila terdiam.
Pintu kamar Kamelia terbuka ternyata Bunga datang dengan senyum cerahnya membawa sebuah kotak makanan membuat Kamelia menggelengkan kepalanya sedangkan Kalila langsung bernafas lega karena kedatangan Bunga membantunya mengalihkan pertanyaan sang Kakak.
"Bunga kamu kenapa jadi suka ngemil gini sih?? padahal kamu paling anti loh. "
tanya Kamelia saat Bunga memberikan makanannya.
"Gak tau kenapa semenjak hamil bawaannya pengen ngemil terus dan Ikbal malah memberikan pasilitas makanan banyak di rumah. "
jawab Bunga sambil cekikikan dan membuat Kamelia tersenyum.
Kalila langsung pamit keluar dari kamar sang Kakak untuk membantu keluarga yang sedang menyiapkan persiapan acara tujuh bulannya.
__ADS_1
Kalila berpapasan dengan suaminya yang sedang membawa kotak berisi makanan, Kalila langsung mengikuti suaminya ternyata menuju area depan.
"Kak.... buka dulu sweeternya biar gak gerah. "
ucap Kalila saat menghampiri Aldo yang menyimpan kotak di atas meja.
"Tolong buka sekalian Lila, Kakak susah membukanya. "
ucap Aldo dan Kalila langsung menghampiri lalu membantu membukanya.
"Kak Aldo mau lanjut bantu lagi?? "
tanya Kalila saat berhasil membuka sweeternya lalu melipatnya.
"Iya kayanya soalnya kasian Adit sendirian, Ikbal lagi anter buat jemput pak ustad nya. "
jawab Aldo dan Kalila mengiyakannya.
"Yasudah kalau gitu, aku mau bantu Mama saja Kak. "
ucap Kalila sambil berbalik namun langkahnya di cekal oleh Aldo dan membuat Kalila berbalik kembali.
"Ingat jangan melakukan aktifitas yang membuat kamu lelah, jangan aneh aneh. "
ucap Aldo saat Kalila berbalik ke arahnya.
ucap Kalila dan Aldo tersenyum mendengarnya.
Kalila dan Aldo sama sama berbalik tapi tujuannya berbeda, Aldo menuju garasi mengambil beberapa makanan yang akan di hidangkan sedangkan Kalila menuju dapur membantu Mamanya.
.
.
Beberapa jam berlalu.....
Akhirnya acara tujuh bulanan pun selesau di lalui walaupun banyak sekali derama dari Adit tapi semua di lalui dengan lancar, saat ini hanya tinggal keluarga dan sahabat Adit juga keluarga sahabatnya yang berkumpul di ruangan keluarga kediaman mewah Mamanya Adit.
"Ditt ketahuan belum jenis kelaminnya, kuncup apa menonjol?? jawab jujur jangan ngasal. "
ucap Ikbal tiba tiba saat Adit sedang di pijat kepalanya oleh kamelia.
"Kuncup emang bunga, kamu ngasal banget sih Ball bicaranya dan lagian jenis kelamin calon anak aku tuh bukan konsumsi publik. "
jawab Adit sambil memejamkan matanya kembali merasakan kenyamanan sentuhan istrinya.
__ADS_1
"Adit kamu ini keterlaluan istri kamu lelah masih ajah menyusahkan, pijat sama tukang pijat saja. "
ucap Mamanya saat melihat putra nya malah menikmati pijatan dari sang menantu.
"Mama ini protes saja, Adit akan mual kalau di sentuh sama orang lain, pliis jangan debat kepala Adit sakit ini. "
protes Adit dan Mamanya hanya mendelik mendengarnya.
"Lagian ngidam kamu panjang banget sih Ditt, ini sudah masuk trisemester ketiga tapi masih saja bertingkah. "
ucap Papanya dan Adit menulikan sindirannya itu.
"Itu tandanya calon cucu Papa gak mau membuat Bunda nya susah jadi meminta Ayahnya yang menanggung semua keluhan nya. "
ucap Adit dengan nada cueknya dan Kamelia hanya menggelengkan kepalanya karena mendengar serbuan protes dari kedua mertuanya.
"Untung aku gak ketularan ngidam dari kamu Ditt, istri aku aman aman saja hamilnya. "
ucap Ikbal yang memang kenyataannya kalau kehamilan Bunga baik dan tidak rewell.
"Ishh...... sirik ajah kamu Ball, kamu ini salah satu calon orang tua yang gak beruntung berarti. "
ucap Adit dan Ikbal langsung melempar kulit kacang pada sahabatnya itu.
"Aldo kapan kamu menyusul, Ibu juga pengen jadi calon Nenek dari calon anak kamu dan Lila. "
ucap Ibunya Aldo tiba tiba dan membuat kedua pasangan itu terdiam mematung.
"Mungkin masih proses Mba dan gak lama juga akan datang, sabar saja. "
ucap Mama Riana yang membela karena Ibunya Aldo adalah sahabatnya.
"Iya mungkin yaa, semoga secepatnya deh biar aku juga happy menjadi calon nenek seperti kamu. "
ucap Ibunya Aldo dan di aminkan oleh semuanya.
Setelah berbinncang lumayan lama akhirnya semua tamu undur diri, Kamelia memilih langsung ke kakar setelah semua tamunya pamit, hanya Adit dan kedua mertuanya yang mengantarkan hingga kedepan.
Aldo dan Kalila memilih kembali pulang ke Apartment padahal orang tua Aldo meminta keduanya menginap di rumahnya tapi di tolak oleh Aldo karena melihat raut wajah tak biasa dari Kalila.
Sepanjang perjalanan menuju pulang pun Kalila hanya diam dan tidak banyak berbicara, Kalila fokus dengan jalanan gelap yang ada di luar mobil yang sedang di kemudikan oleh Aldo.
.
.
__ADS_1
Bersambung.......