
Ternyata bukan hanya ada Adit yang membantu, Ikbal dan Bunga pun tiba tiba datang ke rumah Aldo membuat semua menatap horor ke arah calon pasangan pengantin yang baru masuk kedalam rumah kedua orang tua Aldo.
"Biasa saja lihatin nya, kami jadi takut loh buat masuk. "
protes Ikbal dan membuat kedua sahabatnya menghela nafasnya.
"Kalian sedang pingitan kan?? bisa bisa nya datang berdua kesini. "
jawab Aldo sambil menggelengkan kepalanya.
"Al bayangkan aku di ajak bantu pindahan, otomatis Adit datang sama istrinya, masa aku sendirian tanpa pasangan dan aku gak mau jadi nyamuk. "
ucap Ikbal dan Aldo mendelik mendengarnya.
"Sudah jangan ribut, boleh lah melanggar satu kali dan jangan di ulangi lagi. "
ucap Kamelia yang menengahi keributan di hadapannya dan Adit hanya asik dengan makanan di hadapannya.
Kamelia langsung tersenyum ke arah suaminya yang anteng dengan makanan di hadapannya, biasanya suaminya akan langsung mengeluarkan makanan yang baru di masukkan kedalam perutnya tapi sekarang malah aman.
"Kamu laper banget Mas?? makannya sampai gak berhenti dan aman gak sampe keluar lagi. "
tanya Kamelia saat duduk kembali di samping suaminya.
"Mas hanya seru saja melihat perdebatan dan gak kerasa sampai habis makanannya. "
jawab Adit dan Kamelia hanya menggelengkan kepala mendengarnya.
Selesai dengan sarapan dan derama akhirnya semua langsung segera berangkat ke Apartment dimana Kalila akan tempati bersama Aldo.
"Kamu hebat juga Al, mengambil satu unit Apartment itu dan sudah di pastikan aksesnya aman. "
ucap Adit saat mengetahui hunian yang akan di tempati sahabatnya itu.
"Lila yang minta Apartment dan menolak rumah, alasannya agar dia nyaman dengan ruang berak terbatasnya. "
jelas Aldo dan Adit menganggukkan kepalanya.
"Kalian kenapa membiarkan pasangan kalian malah berpisah mobil sih?? aku jadi berpisah. "
gerutu Ikbal dan membuat Aldo juga Adit menatap ke arah Ikbal dengan tatapan sinisnya.
"Berisik Ball, kamu jadi kaya Ibu Ibu komplek deh bibirnya dan rubah jangan di biasakan. "
kesal Aldo dan Ikbal hanya menatap malas ke arah dua sahabatnya itu.
__ADS_1
Saat ini memang semua berpisah dengan pasangan karena terpisah mobil, semua adalah ide dari Aldo yang memang memberi pelajaran untuk Ikbal karena berbuat sembarangan melanggar perjanjian dan entah apa yang di ucapkan oleh Ikbal hingga kedua orang tua Bunga mengijinkan Bunga keluar rumah dan bertemu Ikbal.
Tiba di Apartment nya Aldo langsung turun mengeluarkan dua koper besar, Adit membantu membawa satu koper sedangkan satu kopernya di bawa oleh Ikbal karena Aldo akan mendorong kursi roda Kalila yang bersamaan datangnya.
Tadinya Adit yang akan menggendong Kalila dari dalam mobil sampai duduk di kursi roda tapi Aldo mencegahnya dan Adit pun langsung menggandeng Kamelia membawa menuju unit dimana Aldo akan tempati.
"Mas...... di Apartment ini kamu punya unit kan?? "
tanya Kamelia dan Adit menganggukkan kepalanya.
"Benar sekali dan bukan hanya satu tapi semuanya satu gedung ini punya suami kamu ini. "
jawab Adit dengan nada sombongnya dan membuat Kamelia mendelik lalu mengusap perutnya.
"Jangan ajarkan sombong calon anak aku yaa. "
protes Kamelia dan Adit langsung gelagapan karena istrinya melepaskan pegangan tangan di lengannya.
"Maaf Sayang sudah yaa jangan marah lagi, iyaa Mas janji gak akan sombong. "
ucap Adit dan Kamelia hanya berdehem lalu kembali melanjutkan jalan kakinya.
Tiba di Unit nya Aldo membuka kode aksesnya dan terbukalah pintu utamanya, Aldo lebih dulu masuk dengan tangan mendorong kursi rodanya.
"Aku pernah kesini satu kali Kak, walaupun sama tapi untit nya berbeda. "
ucap Kalila saat Aldo membawanya berkeliling.
"Siapa yang membawa kamu ke unit di Apartment ini?? "
tanya Aldo dengan penuh selidik dan Kalila hanya menatap sekilas lalu kembali ke tatapan sebelumnya.
"Waktu di minta Kak Adit nemenin Kak Lia, lupa lagi kapan itu tepatnya. "
jawab Kalila dan Aldo mengiyakannya karena dia tidak mengetahui kalau Adit memiliki satu Unit di gedung Apartment ini.
Kamelia memilih ke dapur di bantu Bunga, Kamelia akan membuatkan cemilan juga makan siang untuk semuanya, Adit tidak melarang karena Kamelia di bantu oleh Bunga.
Adit dan Ikbal malah fokus dengan kerjaannya membiarkan semua sibuk dengan urusannya masing masing, Aldo selesai mengajak Kalila berkeliling dan langsung mengantarkan Kalila ke dapur sesuai keinginan nya.
"Kalau butuh sesuatu yang sulit kasih tau saya, saya akan gabung sama Adit dan Ikbal di ruang tengah. "
ucap Aldo saat membawa Kamelia ke dapur dan di iyakan oleh Bunga.
"Lila semua dapur di disain pas untuk kamu loh, Kakak jadi gak takut membiarkan kamu sendirian disini, semua pas kalau kamu saat masak dan duduk di kursi roda. "
__ADS_1
ucap Kamelia saat Aldo keluar dari dapur.
"Padahal Lila gak minta apapun Kak, hanya ingin tinggal berpisah saja gak barengan sama orang tua Kak Aldo, tapi baguslah kalau Kak Aldo ngerti kenyamanan Lila. "
ucap Kalila dan Kamelia mengacungkan jempolnya.
Kalila langsung gabung membantu Kakaknya dan Bunga yang sedang memasak, Kalila bersyukur memiliki suami pengertian dan mengerti dengan keterbatasan ruang geraknya.
"Kamu laki laki bertanggung jawab dan sangat baik Kak Aldo, Lila janji gak akan mengecewakan Kak Aldo. "
gumam Kalila sambil meneliti satu persatu bagian dapurnya.
Di ruang utama kediaman Aldo......
Adit dan Ikbal begitu fokus mengerjakan pekerjaannya saat Aldo datang bergabung lalu ikut duduk lesehan sambil membuka handphone nya.
"Kamu kabur yaa saat menempati salah satu unit di Apartment ini?? ngaku kamu Ditt?? "
tanya Aldo saat melihat Kakak Iparnya itu merenggangkan lengannya.
"Ohh tentang Unit ini yaa?? waktu itu aku menghindar dari Cindi tapi aku membawa Kamelia juga ke Apartment ini dan Lila menemani saat aku menghadiri pesta waktu itu, Apartment ini tidak di ketahui oleh siapapun jadi aman kan. "
jawab Adit yang langsung fokus kembali ke leptopnya.
"Ditt..... aku gak nyangka Cindi meninggal karena bunuh diri, saking setresnya jadinya pikirannya buntu sepertinya. "
ucap Ikbal dan Adit mengiyakannya karena memang semua ulahnya yang membuat Cindi depresi.
"Cindi sudah melakukan kesalahan Fatal dengan mencoba pembunuhan pada Kamelia dan dia harus menerima pelajaran setimpal, kesakitan setiap hari hingga dia lelah dan bunuh diri sendiri. "
ucap Adit dengan nada seriusnya dan kedua sahabatnya hanya mengangguk karena tahu bagaimana watak sahabatnya ini.
"Sekarang kita hanya bisa menjalani hidup selanjutnya, semoga kita selalu solid dan nanti calon anak anak kita bisa bersahabat seperti kita. "
ucap Ikbal dan Aldo langsung berdecak mendengarnya.
"Kejauhan kamu kalau berangan Ball, lebih baik kamu pikirkan nanti membawa Bunga pulang alasannya apa. "
ucap Aldo dan Ikbal mendelik mendengarnya sedangkan Adit hanya tersenyum mendengarnya.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1