
Disini lah sekarang Kamelia dan Adit, di kursi bambu yang ada di halaman belakang rumahnya, setelah membuat dapur berantakan akhirnya membuat ide bubur singkong Berhasiil di buat.
"Rasanya enak juga ternyata Sayang. "
ucap Adit di sela kunyahannya dan Kamelia mendelik mendengarnya.
"Iya enak tapi kamu membuat dapur berantakan tau Mas, kasihan Bibi yang membersihkannya. "
protes Kamelia dengan nada kesalnya dan Adit hanya melototkan matanya karena istrinya malah membahas dapur bukan menu cemilannya.
"Sudah biarkan dan memang tugasnya Bibi yang merapihkan, kamu di larang keras yaa. "
ucap Adit yang membuat Kamelia semakin mendelik ke arah suaminya itu.
Di tempat Kalila saat ini......
Aldo ternyata benar membuktikam ucapannya, dia pulang ke rumah tanpa mampir ke perusahaannya dan benar saja saat ini Kalila sedang duduk melamun di halaman belakang menatap bunga yang sedang mekar.
"Apa setiap hari selalu begitu Bii?? setiap saya gak ada. "
tanya Aldo saat pelayan di rumahnya menghampirinya.
"Benar Den dan Nyonya juga tidak berani menyapa karena takut mengganggu Nona Kalila. "
jawab pelayan dan Aldo mengiyakannya dengan helaan nafasnya.
"Bibi tolong buatkan minuman yaa tapi jangan yang dingin, bawa ke meja di halaman belakang dan saya mau ganti pakaian dulu, buat dua minumannya. "
pinta Aldo dan pelayan langsung mengangguk mengiyakannya.
Aldo langsung menuju kamar nya dan mengganti pakaiannya, dia akan menemani Kalila dan menanyakan kemauan Kalila agar Kalila kembali seperti semula yang selalu ribut dengannya, saat ini Kalila seperti terpaksa menurut dan tidak berontak seperti biasanya.
"Apa dia gak nyaman tinggal bersama Ibu di rumah ini?? aku harus segera menyiapkan rumah kalau gitu. "
gumam Adit setelah selesai mengganti pakaiannya dan segera menuju halaman belakang yang ternyata bibi sudah selesai meletakkan minuman yang di pintanya.
"Mau kemana?? sudah disini dulu temani saya bicara. "
ucap Aldo yang mencegah saat Kalila malah akan masuk kedalam rumah dan Kalila hanya menghela nafasnya lalu kembali berbalik melihat halaman belakang.
"Saya tahu kamu terpaksa menerima pernikahan ini, apapun alasan kamu menerimanya saya ikhlas menerima pernikahan ini Lila, maaf karena terkesan memaksa tapi saya mau kamu kembali ke Kalila yang seperti dahulu lagi, Kalila yang selalu berontak dan marah marah, bukan Kalila yang penurut seperti kicing manis. "
__ADS_1
ucap Adit kembali dan Kalila hanya mendelik mendengarnya.
"Kamu itu aneh Kak, mau aku di kutuk malaikat kalau berontak dan membangkang sama kamu, aku maa ogah kalau harus di laknat malaikat. "
ucap Kalila dan Aldo langsung melototkan matanya mendengar panggilan Kalila padanya.
"Kamu tadi manggil saya dengan sebutan apa Lila?? bisa di ulangi lagi gak?? saya gak salah dengar kan?? "
tanya Aldo dan membuat Kalila langsung mendelik mendengarnya.
"Kamu ini malah fokus sama panggilan aku dan bukan bahas protesan kamu karena sikap aku. "
ucap Kalila dengan nada kesalnya dan membuat Aldo langsung terdiam.
"Saya hanya kaget saja Lila, biasanya kamu selalu manggil kamu kamu ke saya. "
ucap Aldo dan Kalila hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah aku malas membahasnya. "
ucap Kalila sambil berbalik akan masuk kedalam rumah dan kembali di cegah oleh Aldo.
"Etssss..... saya minta temani bukan malah masuk kedalam rumah kan, kembali ke tempat semula. "
"Mau kamu apa sih Kak?? aku pusing tau. "
kesal Kalila dan Aldo tersenyum tipis mendengarnya.
"Kamu gak nyaman tinggal di rumah ini dengan orang tua saya?? jawab jujur Lila. "
tanya Aldo dan Kalila langsung terdiam mendengarnya.
"Kalau bilang iya gimana?? kalau bilang engga gimana?? "
jawab Kalila yang malah menjawab dengan pertanyaan pada Aldo.
"Saya mau kamu jujur dan saya akan menuruti kemauan kamu kalau kamu gak nyaman tinggal di rumah ini Lila, saya mau kamu nyaman agar kamu bisa pulih dan tidak melamun lagi, saya jadi takut melihat perubahan kamu. "
jelas Aldo dan Kalila langsung berbalik menatap ke arah Aldo.
"Kalau boleh jujur sih, aku maunya tinggal di rumah Mama sama Papa saja Kak, tapi kamu membawa aku ke rumah ini jadi aku pasrah menerimanya, aku sedikit gak nyaman tinggal di rumah ini dan Kakak bisa lihat sendiri keadaan pisik aku bagaimana sekarang, aku minder. "
__ADS_1
jawab Kalila dengan sejujurnya dan Aldo langsung mengangguk faham dengan jawaban Kalila.
"Baiklah kita akan pindah ke rumah kita sendiri, hanya ada saya dan kamu saja Lila palingan saya akan menempatkan beberapa pelayan untuk membantu kamu sebelum kamu pulih seperti sediakala, bagaimana??? kamu mau kan?? "
ucap Aldo dan membuat Kalila menghela nafasnya kembali mendengar jawaban sang suami.
"Bukan pindah ke rumah kita sendiri tapi aku mau ke rumah Mama saja Kak. "
ucap Kalila dan Aldo langsung menggelengkan kepalanya.
"Saya gak setuju Lila, bukan saya membela Ibu saya tapi nantinya terkesan gak menghargai niat baik Ibu untuk membantu merawat kamu, biarlah kita berdua netral tidak tinggal dengan Ibu saya atau Mama kamu, kalau kamu setuju saya akan siapkan segera rumahnya. "
ucap Aldo dan Kalila langsung terdiam mendengarnya karena memang dia juga merasa akan jahat kalau tinggal bersama Mamanya.
"Baiklah aku setuju pindah dari rumah ini dan tinggal di rumah kita sendiri. "
ucap Kalila yang setuju dengan usulan sang suami.
"Baiklah saya akan siapkan rumahnya, sepertinya properti milik Kakak ipar kamu yang akan saya pilih sebagai hunian baru kita karena komplek perumahan milik properti Adit sangat dekat dengan kampus kamu dan kantor saya. "
ucap Aldo yang langsung mengirim pesan pada asistennya untuk menyiapkan rumah beserta isinya.
"Terserah Kak Aldo saja mau dimanapun. "
ucap Kalila dan Aldo mengiyakannya.
Hening saat ini setelah Kalila setuju dengan permintaan Aldo, Kalila memang kurang nyaman tinggal bersama mertua karena takut memalukan nantinya dalam bersikap.
"Minum minumannya, mumpung masih hangat juga. "
pinta Aldo saat dirinya meminum minuman yang di buatkan oleh pelayan.
Kalila langsung mengangguk dan meminum minumannya sambil menatap hamparan bunga yang begitu warna warni saat ini.
"Lila mari kita bangun rumah tangga ini dengan serius, saya gak mau mempermainkan pernikahan dan saya mau menjalani rumah tangga ini dengan kamu, saya mau menikah sekali seumur hidup saya dan saya tahu kalau diantara kita gak ada rasa saling mencintai tapi mari kita berusaha membuka hati kita, saya akan belajar mencintai kamu dan kamu juga belajar mencintai saya, nyamankan diri kamu mendampingi saya Lila dan saya akan mencoba membuat kamu nyaman. "
pinta Aldo dengan nada seriusnya dan membuat Kalila mematung seketika.
Sungguh saat ini Kalila tidak memikirkan masalah pernikahannya sampai sejauh itu, Kalila hanya ingin berdamai dengan kenyataan makanya dia terpaksa menerima dan menjalani pernikahan ini.
.
__ADS_1
.
Bersambung.......