Di Madu

Di Madu
57. Ikbal Galau


__ADS_3

Di tempat Adit saat ini......


Adit dan Ikbal mengikuti meeting siang ini yang di gabung dengan makan siang, Adit malah heran dengan Ikbal seperti tidak fokus tapi Adit membiarkannya karena dia juga masih mampu menghendle nya.


"Kamu sedang ada masalah?? Atau kamu keberatan karena ikut meeting sama aku Ball?? "


Tanya Adit saat selesai dengan meetingnya dan berjalan menuju mobilnya.


"Aku sedang bingung Ditt. "


Jawab Ikbal dan Adit langsung mengerutkan keningnya karena untuk pertama kalinya Ikbal bicara bingung.


"Jadi dari tadi meeting tuh kamu bingung dengan pembahasan meeting?? "


Ucap Adit dan ikbal menggelengkan kepalanya.


"Terus karena apa Ball?? "


Tanya Adit saat Ikbal menggelengkan kepalanya.


"Bunga minta aku ngelamar dia Ditt, kamu tahu kan aku masih trauma dengan hubungan serius menuju pernikahan. "


Jawab Ikbal dan Adit menghela nafasnya.


"Kalau gitu putuskan hubungan sama Bunga, ingat Ball wanita pasti akan menuntut pernikahan karena memang itu sudah bawaannya, jangan buat anak orang jadi perawan tua gegara nunggu kamu. "


Ucap Adit dengan tangan fokus ke setir kemudinya.


"Aku sayang sama Bunga tapi aku masih takut dan sangat takut kalau kejadian lalu terulang kembali. "


Jelas Ikbal dan Adit langsung menghela nafasnya.


"Gak semua wanita itu sama Ikbal, contoh nya Cindi dan Kamelia kan sama sama wanita tapi tetap beda jauh kan, aku malah di tipu Cindi dan hanya di jadikan wayang untuk memeras kekayaan aku, sangat miris sekali dan sialnya Cindi juga berhubungan ranjang dengan ayah tirinya, kamu kan sebelum menikah ketahuannya lah aku sudah nikah beberapa tahun baru mengetahuinya. "


ucap Adit dan Ikbal langsung terdiam mendengarnya karena kisah Adit lebih teragis.


Tiba di perusahaan Adit, Ikbal memilih kembali ke perusahaan Aldo Sedangkan Adit memilih menuju ruangannya karena pekerjaan begitu banyak di tambah dia juga ingin menjemput Kamelia di kantor nya.


.


.


Aldo saat ini sedang berada di kediaman Kalila karena dia menepati janjinya untuk mengantarkan motor baru pengganti untuk Kalila karena motor Kalila sudah tidak berbentuk.


Kalila langsung melongo melihat jenis motor yang di bawa oleh Aldo, bukan seleranya dan warna nya begitu cantik sekali.


"Kenapa?? "


tanya Aldo yang heran melihat Kalila terdiam menatap motor yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Perasaan motor yang aku bukan seperti ini modelnya, kenapa jadi bawa yang ginian?? "


jawab Kaila dengan nada kesalnya dan Aldo langsung terdiam karena aneh menurutnya.


"Ini motor lebih bagus buat di gunakan kamu sehari hari, ini motor khusus wanita yang pas untuk kamu. "


ucap Aldo dan membuat Kalila mendelik mendengarnya.


"Terimakasih Nak Aldo, motornya malah lebih bagus dari punya Lila sebelumnya. "


ucap Mamanya Kalila yang sedari tadi diam menatap anaknya yang terlihat enggan dengan motor penggantinya.


"Sama sama Tante, kalau gitu Aldo pamit pulang dan makasih karena Tante memaafkan Aldo. "


ucap Aldo dan Mamanya Kalila mengiyakannya.


Aldo langsung pergi menuju mobilnya dan sebelumnya memberikan kartu nama pada Mamanya Kalila kalau ada sesuatu tentang pemulihan Kalila.


"Mama ini kenapa malah terima motornya, bukan selera aku model kaya gini tuh Maa.... "


protes Kalila saat setelah kepergian Aldo.


"Lila kamu terima saja karena ini rezeki kamu, lagian motor nya bagus banget loh dan cocok buat wanita, kamu ini di beri kemudahan malah gak mau. "


jawab Sang Mama sambil masuk kedalam rumah dan tidak mendengarkan protesan putri nya.


Motor jenis matic yang di bawakan Aldo untuk Kalila dan sangat tidak masuk dalam kesukaannya, Lila lebih suka motor yang sport.


gumam Kalila sambil berjalan masuk kedalam rumah untuk mengambil handphone nya.


.


.


Aldo langsung menuju perusahaannya karena Ikbal sudah menunggunya, Aldo sedikit lega karena masalah dengan Kalila sudah selesai tinggal menunggu pemulihan Kalila saja yang hanya tinggal beberapa hari lagi.


"Lega sekali karena urusan dengan wanita urakan itu selesai, tinggal mengurus Ikbal yang terus nelphone seperti gak ada kerjaan saja. "


ucap Aldo dengan nada kesalnya karena handphone nya terus berdering.


Tiba di perusahaan nya, Aldo langsung menuju ruangannya dan benar saja kalau Ikbal sudah menunggunya dengan wajah yang masam.


"Kamu ini dari mana saja sih Al??, aku sampai bosan menunggu kamu. "


protes Ikbal saat Aldo masuk kedalam kantornya.


"Aku habis menyelesaikan masalah, kamu terus ganggu saja saat aku mengemudikan mobil dan aku gak akan angkat telphone nya. "


jawab Aldo dengan nada santai nya dan membuat Ikbal hanya bisa menghela nafasnya.

__ADS_1


"Aku ga tau hasil meeting nya gimana, tadi Adit yang fokus meeting. "


ucap Ikbal dan Aldo langsung mengerutkan keningnya.


"Tumben gak fokus, Bunga selingkuh dari kamu. "


ucap Aldo dengan tangan sibuk menghubungi nomer Adit.


"Kamu ini tuduhannya mengerikan, Bunga minta aku melamar dia ke Ayah nya. "


ucap Ikbal dengan nada kesalnya karena Aldo berbicara sembarangan.


"Tinggal lamar lah Ball, apanya yang buat kamu pusing?? ingat kesempatan gak datang dua kali, jangan kaya aku nantinya kamu yang rugi. "


ucap Aldo sambil menghubungi nomer Adit untuk meminta salinan hasil meetingnya.


"Aku takut kejadian lama terulang lagi Al dan sangat takut sekali. "


ucap Ikbal dengan nada lirihnya dan Aldo hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban sahabatnya itu.


"Bukan takut tapi karena kamu ajah yang gak mau ke jenjang serius dengan Bunga, lebih baik akhiri hubungan kamu dan Bunga karena kasihan kalau kamu hanya pacarin saja, wanita mendambakan gelar menjadi seorang istri dan menjadi seorang Ibu, jangan suka membuat wanita menunggu. "


ucap Aldo dan Ikbal langsung terdiam mendengar nya karena jawaban dari Aldo sama dengan Adit.


Aldo sudah mendapatkan hasil meeting dan langsung memprint out nya karena Adit mengirimkan berupa File ke email milik Aldo.


"Jadi harus gimana Al?? "


tanya Ikbal dengan nada yang membuat Aldo merinding mendengar nya.


"Kamu gila Ball, sana jauh jauh aku gak mau ketularan. "


jawab Aldo yang langsung mengerjakan pekerjaannya.


Ikbal hanya diam dan tidak menghiraukan ucapan Aldo yang selalu tidak pernah memikirkan kalau berbicara, Ikbal memilih menghubungi Bunga tapi tidak ada respon dari Bunga.


Aldo tidak terganggu dengan kehadiran Ikbal yang sedang galau, karena berkasnya lebih penting saat ini menyangkut masa depan perusahaan nya karena Adit ikut andil dalam pekerjaannya sekarang.


Di tempat Bunga saat ini......


Bunga sengaja menyimpan handphone kedalam tas nya dan tidak mengaktifkan suaranya karena Bunga sedang malas berbicara saat ini.


Bahkan pekerjaan nya di hendle oleh Kamelia yang memang sedang senggang dan atasan Kamelia sedang tidak ada.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2