
Kamelia memilih menghampiri Kalila yang sedang di taman belakang dan Adit membiarkannya, memberikan ruang untuk kedua saudari itu untuk berbicara.
"Lila jadi pendiam sekali Ditt, Tante sudah bilang ke Aldo jangan galak galak dan entah ada apa dengan keduanya itu, tadi pagi Lila cemberut terus. "
ucap Ibunya Aldo yang mengadukan anak juga mantunya pada Adit.
"Mungkin Lila nya sedang beradaptasi Tante dan Aldo nya kn emang ga sabaran orangnya jadi mungkin keduanya gak sejalan jadi gitu. "
jelas Adit dan Ibunya Aldo mengiyakannya.
Selang tak lama akhirnya Aldo datang dan langsung gabung duduk dengan Adit juga Ibunya, Aldo langsung meminum minuman yang ada di hadapannya tanpa tahu minuman itu milik siapa.
"Kamu ini sembarangan, itu minuman buat Adit sama istrinya loh dan malah kamu minum. "
protes sang Ibu dan langsung beranjak meminta di buatkan yang baru pada pelayan di rumahnya.
"Aku kira Ikbal ikut juga kesini, tapi gak ternyata. "
ucap Adit saat Aldo menyimpan gelasnya.
"Dia malah langsung sibuk dengan Mamanya untuk menyiapkan hantaran katanya, padahal masih lama juga satu bulan lagi. "
ucap Aldo dan Adit hanya mengiyakannya.
"Besok meeting terakhir dan aku harap kamu datang Ditt, kamu yang punya vokal nya dan malah aku jadi tumbal kalian berdua. "
ucap Aldo dengan nada kesalnya dan Adit hanya tersenyum mengejek menjawabnya.
"Iya besok aku ikutan juga dan mudah mudahan aku gak mengalami mual lagi. "
ucap Adit dengan helaan nafasnya yang terdengar sedikit lelah dan membuat Aldo langsung menatap sang sahabat.
"Jangan katakan kamu yang mengalami mengidam dan istri kamu yang anteng anteng ajah. "
tebak Aldo dan Adit mengiyakannya membuat Aldo tertawa senang.
"Artinya itu calon anak kamu gak mau ibunya kesulitan, jadi nikmatilah mengidamnya. "
ejek Aldo dan Adit mendelik memdengarnya.
"Salah kamu itu, tandanya aku sayang banget sama Ibunya dan mau berbagi kesusahan mengidam. "
__ADS_1
protes Adit dan Aldo hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau tahu dengan yang di protes Adit.
"Tersehar Ditt........ "
jawab Aldo dan Adit hanya menghela nafasnya.
Di halaman belakang kediaman Aldo saat ini......
Kamelia sedang duduk di kursi samping kursi roda Kalila, keduanya masih berdiam membisu karena memang Kamelia sedang menikmati hamparan bunga yang sedang mekar di halaman belakang kediaman orang tua Aldo.
"Kalau di rumah Mama itu halaman di pakai kebun buah buahan segar, kalau disini di tanam bunga bunga yang berwarna. "
ucap Kamelia yang memecahkan keheningan keduanya.
"Aku jadi rindu Mama loh Kak, rasanya gini amat yah tinggal di rumah mertua, mau apa apa segan. "
ucap Kalila dan Kamelia tersenyum mendengarnya karena sang adik memang sulit beradaptasi.
"Kakak juga merasakan nya Lila dan lebih baik kamu belajar menyamankan diri di rumah ini, Ibunya Aldo itu baik banget kata Mas Adit sama seperti Mama mertua Kakak, kamu hanya butuh adaptasi saja di keluarga ini dan Kakak yakin kamu mampu loh Lila, satu satunya yang akan membuat kamu nyaman adalah kamu harus ikhlas dengan kehidupan baru kamu saat ini. "
jelas Kamelia dan Kalila langsung terdiam karena Kakak nya lebih parah dahulu nasibnya.
Kamelia di jadikan istri kedua bahkan Adit membiarkannya walaupun dalam satu kamar saat Kamelia dapat jatah kunjungan dari Adit, tapi Kamelia tetap menjalaninya tanpa mengeluh dan Kalila begitu salut dengan Kakak nya yang satu ini.
ucap Kalila dan kamelia langsung menghembuskan nafasnya.
"Apa yang mertua kamu ucapkan itu benar Lila, kamu kan gak bisa menapakkan kaki selama sepuluh hari loh dan kalau kamu tinggal di Apartment nantinya siapa yang akan menjaga kamu dan membantu kamu, sedangkan suami kamu kan kerja juga gak bisa mendamping kamu dua puluh empat jam. "
ucap Kamelia dan Kalila mengiyakannya.
Kamelia langsung mengajak Kalila masuk untuk gabung dengan keluarga lainnya, saat Kamelia akan mendorong kursi rodanya ternyata Kamelia menolak karena kursi rodanya bisa menggunakan tombol otomatis untuk menjalankannya dan Kamelia tersenyum mengikuti Kalila.
Kamelia langsung duduk di samping suaminya dan Adit langsung memberikan minum kepada kamelia yang langsung di terima Kamelia.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang Lila?? kakinya masih terasa sakit?? "
tanya Adit saat Kalila menghampirinya.
"Sudah gak sakit Kak dan palingan ngilu sedikit saja kalau gak sengaja di gerakkan. "
jawab Kalila dan Adit tersenyum mengiyakannya.
__ADS_1
Kamelia dan Adit langsung pamit pulang karena hari sudah mulai sore takutnya Mama Riana mengkhawatirkannya, setelah pamit pada keluarga Aldo. Adit langsung membawa Kamelia menuju mobilnya dan langsung melajukan mobilnya menuju pulang.
"Besok Mas harus ke kantor loh, mudah mudahan gak mual muntah lagi dan Mas bisa bekerja dengan aman. "
ucap Adit saat mulai melajukan mobilnya.
"Mas harus pamit sama dede bayinya kalau mau pergi kantor, mudah mudahan si dede nya gak buat Mas kesusahan lagi karena keinginannya. "
ucap Kamelia dan Adit menganggukkan kepalanya.
"Iya Sayang, Mas pasti pamit sama si dede juga bukan sama Bundanya saja. "
ucap Adit dengan senyumnya dan fokusnya masih tertuju pada jalanan di hadapannya.
Beberapa menit perjalanan akhirnya mobil yang di kendarai Adit tiba di kediaman orang tuanya, rumah masih terlihat sepi karena memang kedua orang tua Adit sedang keluar kota.
Mama Riana menemani Papa Alam perjalanan bisnis dan tidak bisa menolak karena Papa Alam sekalian akan mengajak istrinya liburan.
"Bibi siapkan makan malam nya untuk berdua saja yaa, jangan makanan pedas. "
ucap Adit saat kepala pelayan menghampiri.
"Baik Tuan akan saya siapkan. "
ucap Kepala pelayan dan Adit langsung berjalan menuju kamarnya untuk menyusul Kamelia yang lebih dulu pergi ke kamarnya.
Saat Adit masuk kedalam kamar ternyata Kamelia sedang mandi karena terdengar gemercik air di dalam kamar mandi, Adit memilih duduk bersandar di sofa dan menatap langit langit kamarnya.
Adit seharusnya yang pergi keluar kota tapi Papa Alam khawatir melihat kondisi Adit yang sekarang, jadilah Papa Alam yang menggantikan dan Istrinya di pakasa menemaninya.
"Bersih bersih dulu Mas jangan langsung tidur. "
ucap kamelia saat keluar dari kamar mandi dengan handuk membungkus tubuhnya.
"Mas bukan tidur tapi sedang duduk loh Sayang, kamu ini salah mengartikan kata. "
protes Adit dan Kamelia hanya tersenyum mendengarnya.
Adit langsung menuju kamar mandi tapi sebelumnya malah memeluk Kamelia sebentar dan langsung menuju kamar mandi sebelum istrinya bertanduk marah.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....