
Di rumah sakit saat ini Kalila sedang melamun tapi di perjalanan Kamelia saat ini malah sedang pusing dengan perdebatan Ikbal dan Bunga.
"Kamu yang meminta melamar dan aku meminta waktu satu minggu tuh sengaja karena harus mengurus kepulangan orang tua aku dari luar negeri. "
Ucap Ikbal dan Bunga hanya mendelik mendengarnya.
"Sudahlah Bunga jangan berdebat terus, aku tuh pusing tahu dengernya. "
protes Kamelia dan Bunga langsung bungkam membuat Ikbal yang gemas langsung mencuri ciuman pada bibir Bunga membuat Bunga murka dan memukul kepala Ikbal secara reflek.
"Sakit Sayang......."
Protes Ikbal dan Bunga mendelik mendengarnya.
"Sukurin.......makanya jangan gatel asal nyoros terus. "
Jawab Bunga dan Ikbal langsung memilih diam bersandar di pundak Bunga.
Bunga langsung mengusap rambut Ikbal dan menghela nafasnya, Ikbal memang memberikan warna unttuk kehidupan Bunga yang urakan dan sedikit tomboy itu.
Adit hanya fokus pada jalanan setelah Bunga memberitahukan alamat rumahnya dan Adit hanya menggenggam tangan Kamelia di sela mengemudikan mobilnya itu.
"Lusa Aldo akan menikah dengan Lila, itu atas permintaan Lila sendiri karena beberapa hari kedepan Lila sudah boleh pulang dari rumah sakit. "
ucap Adit dan Kamelia hanya menganggukkan kepalanya karena memang dia tidak memiliki hak menolak pernikahan adiknya itu.
"Aku sudah memutuskan membiarkan Lila mengambil keputusan sendiri, lagian aku percaya sekarang kalau Aldo akan bertanggung jawab atas Lila selamanya. "
ucap Kamelia dan Adit tersenyum mendengarnya karena istrinya sudah memberikan restu.
"Pokonya kalau Aldo macam macam, aku yang akan hajar di duluan. "
ucap Adit yang meyakinkan Kamelia dan membuat Kamelia hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.
Tidak ada lagi suara di dalam mobil ternyata Bunga dan Ikbal malah tertidur dan Kamelia memilih menyandarkan kepalanya di bahu Adit, sesekali Adit mengusap kepala Kamelia penuh sayang.
Perjalanan satu jam akhirnya mobil yang di kemudikan Adit tiba di kediaman orang tua Bunga, Adit tidak menyangka ternyata Bunga berasal dari keluarga berada karena terlihat dari rumah nya yang begitu mewah.
"Bangun Bunga..... sudah sampai ini di rumah kamu. "
ucap Kamelia dan Bunga langsung membuka matanya ternyata benar sudah sampai di rumahnya.
Kamelia keluar terlebih dahulu di susul Adit, lalu Bunga dan ikbal pun ikut keluar dari mobil, Bunga berjalan duluan menuju pintu rumahnya dan langsung membukanya tanpa mengucap salam.
"Anak itu kebiasaan malah langsung masuk bukannya mempersilahkan kita masuk. "
__ADS_1
gerutu Kamelia dan Adit tersenyum mendengarnya lalu merangkul Kamelia untuk mendekat ke arahnya.
"Bumil satu ini protes saja, sudah kita tunggu dan sambil melihat pemandangan tanaman nya mirip di rumah kamu suasananya. "
ucap Adit yang menenangkan Kamelia dan Kamelia tersenyum mengiyakannya.
"Bunda nya Bunga satu hobi sama Mama, sama sama suka tanaman Mas dan aku senang karena Mama ada teman pecinta tanaman juga. "
ucap Kamelia dan Adit menganggukkan kepalanya.
"Ditt..... Mama sama Papa baru tiba di rumah barusan ngabarin aku. "
ucap Ikbal yang menghampiri pasangan suami istri itu.
"Yasudah suruh istirahat dulu, sekarang kita kesini kan mau memberitahukan lamaran nya biar gak dadakan. "
ucap Adit dan Ikbal mengiyakannya.
Bunga yang selesai memanggil Bunda nya pun langsung kembali menuju ruang tamu rumahnya dan alangkah kagetnya karena tamunya malah tidak ada membuat Bunga langsung berjalan cepat keluar menuju teras.
"Astaga..... kalian kenapa malah diam di luar?? "
ucap Bunga yang kaget melihat tamunya berdiri di luar rumahnya.
ucap Kamelia dan Bunga langsung tertawa karena dia memang tidak sadar membawa sahabatnya.
"Ayo masuk bumil dan jangan marah marah karena kasihan calon keponakan akunya. "
ucap Bunga yang langsung menarik Kamelia masuk lalu di ikuti Adit dan Ikbal.
Saat masuk kedalam rumah ternyata di sambut oleh Bunda nya Bunga, Kamelia langsung mencium tangan Bundanya Bunga di ikuti Adit dan Ikbal juga.
"Kalian sengaja datang kemari?? atau memang mau datang berkunjung?? "
tanya Bunda nya Bunga sambil membantu pelayan menata minuman juga cemilan nya.
"Kami mau anterin Ikbal saja jadi sengaja berkunjung. "
Jawab Adit dan Ikbal langsung melototkan matanya pada Adit.
"Kenapa anterin Ikbal?? Ada masalah kah?? "
Tanya kembali Bunda nya Bunga dan Adit langsung mencolek lengan Kamelia meminta bantuan.
"Maaf karena kedatangan kami membuat Tante bertanya tanya, kami bertiga mengantarkan Ikbal datang kesini karena mau melamar Bunga, tapi secara resminya nanti nunggu orang tua Ikbal yang masih dalam perjalanan ke tanah air. "
__ADS_1
Jawab Kamelia dengan nada santai dan jelasnya membuat Bundanya Bunga langsung menatap sang putri lalu menatap Ikbal bergantian.
"Oh seperti itu ternyata, yasudah tunggu Ayahnya Bunga sebentar lagi datang dan Tante takut salah kalau memutuskan sendiri. "
Ucap Bundanya Bunga dan semua reflek menganggukkan kepalanya.
"Kemarin Bunga meminta saya melamarnya Tante dan saya meminta waktu satu minggu karena harus membicarakan kepada orang tua saya dan menunggu kepulangan orang tua saya juga karena kebetulan mereka tidak ada di tanah air saat ini. "
Jelas Ikbal dan Bundanya Bunga tersenyum mendengarnya.
"Pasti karena buntut dari ucapan Ayahnya yang akan menjodohkan BUnga, makanya Bunga mendesak kamu yaa?? Dan Tante hanya bisa mendukung keputusan Bunga karena yang menjalani hidup nantinya juga Bunga, tapi Ayahnya Bunga berbeda jadi kita tunggu sampai Ayahnya datang biar santai juga. "
Jawab Bunda nya Bunga dan Ikbal mengiyakannya.
"Lia bagaimana keadaannya?? Bisa ngantor lagi padahal baru keluar rumah sakit loh. "
Tanya Bundanya Bunga saat melihat ke arah Kamelia.
"LIa sudah baikan Tante dan Lia gak ngantor juga cuma mengurus administrasi pengunduran diri saja, Bunga juga sama ikut mengundurkan diri dan tadi barengan ke kantor mengurusnya. "
Jawab Kamelia dan Bundanya BUnga mengiyakannya lalu menatap ke arah sang putri.
"Bagus kalau kamu sudah tidak kerja, waktunya kamu gantikan Bunda di kantor yaa Bunga. "
Ucap Sang Bunda dan BUnga hanya dia tanpa mau menjawabnya.
Saat asik berbincang tak lama kemudian Ayahnya Bunga datang dan semua reflek berdiri lalu menyapa setelah mencium tangan Ayahnya Bunga.
"Tunggu sebentar Om mau bersih bersih dulu. "
Ucap Ayahnya Bunga dan semua mengiyakannya.
Bundanya Bunga langsung ikut bersama suaminya untuk membantu bersih bersih dan BUnga kembali duduk di samping Kamelia, hanya Ikbal yang terdiam karna saat ini hatinya sedang gundah takut salah berbicara kepada Ayahnya Bunga.
"POkonya kalian berdua bantu aku bicara, takutnya salah ucap kan bahaya. "
Pinta Ikbal dan Adit juga Kamelia mengiyakannya sedangkan Bunga hanya mendelik mendengar perkataan Ikbal.
BUnga sebetulnya sudah membicarakan hubungannya dengan Ikbal pada Ayahnya dan Ayahnya pun ikut dengan semua keputusan bunga karena masalah perjodohan hanya geretakan agar Bunga mau pulang.
.
.
Bersambung.................
__ADS_1