Di Madu

Di Madu
71. kritis......


__ADS_3

Adit langsung menggendong Kamelia dan membawanya menuju mobil menuju rumah sakit, darah segar terus keluar dari perut Kamelia.


Papa Alam datang bersama polisi dan langsung menangkap Cindi, ambulance datang membawa lima korban akibat ulah Cindi.


Mama Riana pingsan dan langsung di bawa menuju kamar karena Papa Alam sangat kalut saat ini memilih membawa ke kamar dan memanggil Dokter keluarga untuk datang.


"Bangun Maaa...... kenapa ada tragedi seperti ini di rumah kita, seperti di film saja. "


gumam Ayah Alam sambil menggenggam tangan istrinya yang terasa dingin.


Tak banyak menunggu akhirnya dokter keluarga datang dan langsung memeriksa keadaan Mama Riana, syukur laah Mama Riana hanya pingsan dan syok saja.


"Nyonya Riana akan baik baik saja saat nanti membuka mata, saya sudah menyuntikkan obat penenang agar Nyonya Riana sedikit berkurang tegangnya. "


jelas Sang dokter dan Papa Alam hanya mengangguk.


Papa Alam langsung menyelimbuti istrinya dan ikut keluar dari kamar bersama Dokternya, di luar kamar ternyata sedang di rapihkan oleh para pelayan setelah polisi melaksanakan tugasnya, semua korban di bawa ke rumah sakit dan di urus oleh asisten Papa Alam.


.


.


Di rumah sakit saat ini......


Kamelia sedang di tangani oleh tim dokter, Adit masih menunggu di luar dengan tangan dan pakaiannya penuh darah saat ini.


Adit merasa sangat berdosa karena keinginanya membuat Kamelia menjadi menderita, Adit terus berdoa yang terbaik untuk Kamelia.


Saat sedang asik dengan diamnya, Dokter yang menangani Kamelia langsung keluar dan Adit langsung beranjak menghampirinya.


"Bagaimana keadaan istri saya Dokter?? "


tanya Adit dengan nada sedikit bergetar nya.


"Kondisi pasien sangat kritis karena kehilangan banyak darah, kami akan melakukan operasi karena ada organ dalam tubuhnya yang terluka, tapi ada rasa syukur yang harus kami sampaikan pada anda, janin dalam kandungan pasien dalam keadaan baik dan tidak ada luka tusukan pada rahim. "


jelas sang Dokter dan membuat Adit langsung melototkan matanya.


"Hamil Dokter, istri saya sedang hamil maksudnya?? "


tanya Adit dan membuat Dokter mengerutkan keningnya.


"Jadi anda tidak tahu kalau istri anda sedang hamil, sepertinya istri anda juga tidak mengetahuinya karena janin dalam kandungannya masih muda, saya permisi untuk mempersiapkan operasinya dan mohon tanda tangan berkasnya untuk pertanggung jawaban operasi. "


jawab Dokter dan Adit menganggukkan kepalanya.


"Tolong lakukan yang terbaik untuk istri dan kandungan nya Dokter. "


ucap Adit dan Dokter langsung menganggukkan kepalanya.


Adit langsung mengikuti suster untuk menandatangani berkasnya, ada rasa sedih dan bahagia saat ini yang Adit rasakan, bahagia karena dia akan menjadi seorang ayah dan sedih karena kondisi Kamelia kristis saat ini.


Selesai menandatangani berkasnya, Kamelia langsung di bawa menuju ruang operasi dan Adit mengantarkannya, Adit menatap nanar saat pintu ruangan operasi tertutup.

__ADS_1


"Semoga operasi nya lancar dan kalian selamat dua duanya, aku akan menunggu disini. "


lirih Adit yang langsung terduduk di kursi tunggu depan ruang operasi.


Handphone Adit berdering dan ternyata Papanya yang menghubungi, Adit langsung mengangkatnya.


Dalam Panggilan saat ini......


"Adit bagaimana kondisi Kamelia?? "


"Kamelia kritis dan sekarang sedang di ruang operasi Papa. "


"Mama kamu menangis terus menanyakan Kamelia, Papa akan berangkat sebentar lagi Ditt. "


"Baiklah Papa dan bawa saja Mama nya kesini. "


"Yasudah Papa berangkat sekarang Ditt. "


Panggilan berakhir.......


Adit tidak langsung menyimpan handphone nya, dia langsung menghubungi asistennya yang sedang mengurus urusan kepolisian.


Dalam panggilan saat ini......


"Kamu masih di kantor polisi?? "


"Benar Tuan baru saja memberikan berkas tuntutannya. "


"Bagus dan sebentar lagi ada orang saya datang dan nanti kamu bantu dia melancarkan aksinya, harus rapih dan jangan ada yang tahu. "


Panggilan berakhir.......


Adit langsung menyimpan handphone nya kedalam saku dan kembali menunggu sambil duduk bersandar menatap pintu operasi, dia belum berani menghubungi kedua orang tua Kamelia dan akan meminta Mamanya yang menghubungi karena Adit belum siap menjawab pertanyaan yang akan di lontarkan mertuanya nantinya.


"Kamu tidak akan saya lepaskan Cindi, melukai istri dan calon anak saya. "


gumam Adit dengan nada dinginnya sambil meremas kedua tangannya dengan kesal.


Adit masih mengingat bagaimana luka Kamelia dan darah yang terus mengalir dari perutnya, Adit bahkan tidak bisa menolong di waktu yang tepat.


"Andai aku datang tepat waktu, kalian pasti tidak akan dalam. bahaya. "


gumam Adit yang merasa bersalah dengan semua yang menimpanya.


.


.


Di kediaman Kamelia saat ini.....


Selesai makan malam di kediaman orang tua Kamelia, Mamanya Kamelia merasa gelisah saat ini dan entah kenapa dengan hatinya.


"Lia apa kamu baik baik saja disana, kenapa Mama teringat kamu malam begini. "

__ADS_1


gumam Mamanya Kamelia sambil merapihkan piringnya.


"Mama kenapa melamun?? ada yang Mama khawatirkan memangnya?? "


tanya Kalila saat menghampiri Mamanya di dapur.


"Mama teringat Kakak kamu Lila, coba hubungi tanyakan keadaannya. "


jawab Mamanya Kamelia dan Kalila langsung mengiyakannya.


Mamanya Kamelia memilih menyudahi membereskan piringnya dan langsung duduk di kursi sambil menunggu Kalila membawa handphone nya ke kamar.


"Coba hubungi Kakak kamu nya Lila. "


pinta Mamanya dan Kalila langsung menghubungi nomer Kakanya.


Kalila terus menghubungi nomer Kamelia namun tidak ada respon, hingga beberapa kali menghubungi pun tetap tidak ada respon.


"Kayanya Kak Lia sedang sama Kak Adit deh Maa, gak angkat soalnya dan nanti Kak Lia bakalan hubungi karena Lila sudah mengirim pesan sama Kak Lia. "


ucap Kalila saat tidak ada respon dari Kakaknya.


"Yasudah kalau begitu dan semoga saja Kakak kamu baik baik saja. "


ucap Mamanya dan langsung beranjak menuju kamarnya.


"Mama ini kenapa sih?? biasanya enjoy dan gak kepikiran Kak Lia, tapi sekarang Mama aneh. "


gumam Kalila saat melihat wajah sendu Mamanya.


Kalila memilih kembali ke kamar untuk segera istirahat karena dia besok ada kuliah pagi bahkan padat sampai sore, tapi saat Kalila akan memejamkan matanya handphone nya berdering dan ternyata panggilan dari Kakak iparnya.


Dalam panggilan saat ini.......


"Lila tadi kamu menghubungi nomer Kakak kamu?? "


"Benar Kak Adit, Mama tiba tiba teringak Kak Lia dan maksa minta menghubungi nomer Kak Lia. "


"Lila dengarkan Kakak baik baik yaa, Kak Lia sedang di rumah sakit saat ini dan sedang menjalani operasi. "


"Astaga Kak Lia, kenapa bisa di operasi Kak?? "


"Kamu ajak Mama sama papa untuk bersiap, sebentar lagi mungkin supir akan menjemput ke rumah dan nanti Kakak akan jelaskan kalau sampai di rumah sakit. "


"Baik Kak Adit, Lila mau bilang Mama dan mau bersiap sekarang. "


"Kakak tunggu dan jangan banyak cerita ke Mama dulu, biar nanti di rumah sakit Kakak yang jelaskan. "


"Baik Kak Adit..... "


Panggilan berakhir.......


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2