Di Madu

Di Madu
74. mengatakan yang sebebarnya.


__ADS_3

"kamu memikirkan apa?? "


tanya Adit saat melihat istrinya terdiam.


"Mas kenapa membiarkan istri pertama kamu tetap diam di rumah?? walaupun itu di dalam kurungan bawah tanah tapi tetap membahayakan penghuni rumah. "


jawab Kamelia yang melontarkan pertanyaan mengganjal di hatinya.


"Tadinya Mas hanya ingin memberikan pelajaran seumur hidup wanita itu, kalau masuk kantor polisi nantinya ada kebebasan dan hanya sementara hukumannya, tidak di sangka wanita itu pandai mengelabui penjaga bawah tanah dan bisa melumpuhkan ketiganya. "


jelas Adit dan Kamelia langsung menghela nafasnya.


"Mas kedepannya jangan menyandra orang di dalam rumah, aku gak mau ada orang terluka kembali dan itu sangat mengerikan. "


pinta Kamelia dan Adit menganggukkan kepalanya.


"Baiklah sesuai keinginan kamu Sayang, maaf yaa. "


jawab Adit yang mengiyakannya permintaan sang istri karena dia tenang saat ini.


"Berapa banyak korban yang di akibatkan oleh wanita itu Mas?? "


tanya Kamelia dan Adit langsung terdiam sejenak untuk menjawabnya.


"Korban luka ada lima dan meninggal satu, kamu termasuk dan satu penjaga sel meninggal karena kehabisan darah, korban empat lainnya masih di rawat dan tidak sekeritis kamu, tubuh kamu menolak transfusi darah dan itu membuat kamu kritis Sayang, terimakasih sudah berjuang untuk sadar dan Mas bahagia sekali. "


jawab Adit dan Kamelia begitu kaget mendengarnya.


"Astaga mengerikan sekali mantan yang pernah kamu sayangi itu, dia harus di hukum seberat beratnya. "


lirih Kamelia yang bergedik ngeri dengan kelakuan Cindi yang mirip seperti predator.


"Dia termasuk level gila dan dia pantas membusuk di rumah sakit jiwa bukan di penjara karena jiwanya psikopat. "


ucap Adit dan Kamelia menganggukkan kepalanya.


"Perutnya ada yang terasa sakit gak?? "


tanya Adit sambil mengusap perut Kamelia yang di perban karena bekas operasi.


"Pas sadar awal tuh perih banget, tapi pas Dokter menyuntikkan obat langsung hilang dan kembali normal. "


jawab Kamelia dan Adit langsung menggenggam telapak tangan Kamelia lalu menciumnya.


"Padahal Mas minta operasi kelas paling bagus biar kamu gak merasakan perih, tetap saja kamu kesakitan. "


ucap Adit dengan nada sendunya membuat Kamelia tersenyum.


"Yang namanya luka tusukan walaupun operasi paling bagus juga tetap terasa perih Mas, kan asalnya kulit normal trus terluka berdarah otomatis sakit, tapi ga kesakitan banget kok Mas jadi jangan khawatir yaa. "


jelas Kamelia yang memberikan pengertian agar suaminya tidak perlu mengkhawatirkannya.


"Tetap saja Mas sedih dan andai bisa di alihkan, dengan senang hati mas menggantikannya. "

__ADS_1


jawab Adit dan Kamelia mengangguk tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Mas gak ngantuk?? ini sudah masuk pagi loh. "


tanya Kamelia dan Adit menggelengkan kepalanya.


"Gak ada rasa kantuknya sudah hilang, kamu kalau ngantuk tidur saja sayang. "


jawab Adit dan Kamelia menggelengkan kepalanya.


"Mas kayanya aku mau buang gas deh, gak apa apa kan?? "


ucap Kamelia dan Adit tertawa mendengarnya.


"Keluarkan jangan di tahan biar kamu bisa minum juga, jangan sungkan yaa. "


ucap Adit dan Kamelia mengangguk lalu di bantu Adit untuk memiringkan tubuhnya.


Benar saja Kamelia langsung mengeluarkan gas di tubuhnya dan membuat tubuhnya nyaman saat ini tidak seperti sebelumnya.


Adit tersenyum mendengarnya dan membuat Kamelia mendelik sebal melihatnya.


"Minum dulu sayang. "


ucap Adit dan Kamelia langsung menerima minumannya.


"Laper Mas, boleh makan gak sih?? "


ucap Kamelia saat selesai dengan minumnya.


ucap Adit dan Kamelia menganggukkan kepalanya.


"Iya gak apaa apa Mas yang penting makan, perut aku laper banget ini dan minta pakai telor rebus yaa. "


ucap Kamelia dan Adit mengangguk lalu beranjak keluar ruangan untuk membelikan bubur.


Kamelia bernafas lega saat suaminya pergi dan dia leluasa mengeluarkan gas dalam perutnya alias kentut karena saat ada Adit serasa ketahan karena malu.


Tiga puluh menit kemudian Adit kembali dengan menenteng makanan juga minuman hangat untuknya, Kamelia tersenyum melihatnya dan meminta di bantu untuk duduk agar lebih nyaman makannya.


"Mas suapin yaa makannya biar kamu makannya lahap. "


ucap Adit saat Kamelia akan mengambil alih kotak berisi bubur dan Kamelia hanya bisa menurut tanpa bisa membantahnya.


Adit dengan telaten menyuapi Kamelia buburnya dan Kamelia yang memang merasakan lapar pun langsung menerima suapannya, sesekali Adit juga menyuapkan bubur untuknya dan itu atas paksaan dari Kamelia.


"Mau pindah rumah atau tetap di rumah Mama??, Mas belum bicara lagi soal rumah dan takutnya Mama punya trauma atau kamu punya trauma karena kejadian kemarin. "


tanya Adit dan Kamelia langsung terdiam karena dia juga bingung harus bagaimana.


"Aku nurut gimana baiknya saja Mas. "


jawab Kamelia dan Adit tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


Bubur akhirnya habis dengan bantuan Adit yang ikut lahap memakannya, Kamelia duduk menunggu pemeriksaan Dokter nantinya, sedangkan Adit memilih ke kamar mandi terlebih dahulu.


"Loh kamu sendirian saja Lia, mana suami kamu?? "


ucap Mamanya Kamelia saat memasuki ruangan rawat putrinya.


"Mas Adit lagi di kamar mandi Maa, Mama pagi banget sudah sampai disini?? "


jawab Kamelia saat Mamanya menghampirinya.


"Mama menginap di kamar sebelah, sama Papa dan Lila juga tapi Papa pulang dulu ambil pakaian, kalau Lila lagi di kamar mandi barusan Mama tinggal saja. "


jelas Mamanya dan Kamelia langsung tersenyum.


"Mama sudah sarapan belum?? "


tanya Kamelia karena terbiasa keluarga nya makan pagi pagi.


"Belum dan nanti minta Lila belikan ke kantin, kamu sudah makan belum?? "


jawab Mamanya dan Kamelia mengangguk.


"Mama khawatir saat kamu kritis dan dak sadar sadar Lia, Mama takut kehilangan kamu. "


ucap sang Mama dengan raut wajah penuh kesedihan.


"Lia memiliki doa dari kalian jadinya bisa melewati semuanya Mama. "


ucap Kamelia yang menenangkan ketakutan Mamanya.


"Iya Lia dan Mama bahagia sekali saat kamu sadar. "


ucap Mamanya kembali dengan wajah normal kembali dan Kamelia tersenyum mendengarnya.


"Mama mau punya cucu, kamu sedang hamil Lia sekarang dan Mama bahagia sekali. "


ucap Mamanya kembali dan Kamelia mengiyakannya.


"Benar Maa dan kandungan Lia sekarang memasuki minggu ke enam, syukur nya kandungan Lia baik baik saja saat terjadi tragedi kemarin di rumah. "


jelas Kamelia dan membuat Mamanya mengangguk tapi Adit langsung terdiam mendengarnya di depan pintu kamar mandi mendengar penuturan istrinya.


"Jadi sebelumnya kamu sudah tahu kalau sedang hamil?? "


tanya Adit tiba tiba dan membuat Kamelia menoleh ke arah sang suami.


"Maaf Mas dan pas siangnya saat di kantor aku di antar sama Bunga ke klinik, aku kira hanya telat haid tapi ternyata memang aku sedang hamil, tadinya mau kasih tahu orang rumah tapi malah ada tragedi itu bahkan aku sampe lupa kalau sedang hamil muda saat menyelamatkan Mama. "


jawab Kamelia dan Adit langsung menghela nafasnya mendengar penjelasan sang istri.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2