Di Madu

Di Madu
55. cerita berbeda.....


__ADS_3

Adit tersenyum melihat Kamelia sedang mengomel pada Adik nya dan ingin rasanya Adit mencium bibir seksi Kamelia yang sedang bergerak gerak karena sedang memarahi Adiknya.


"Mama.....jangan ijinkan Lila mengendarai motor lagi, pakai angkutan umum saja. "


Ucap Kamelia dan Kalila langsung mendelik mendengarnya.


"Kak Lia jangan gitu dong, Lila gak salah tapi yang ngendarain mobilnya itu yang salah, pokonya Lila mau naik motor lagi setelah sembuh. "


Protes Kalila dan Kamelia langsung menatap tajam sang Adik.


"Sayang sudah lah jangan membatasi keinginan Lila, kita hanya ingatkan saja agar Lila lebih berhati hati kedepannya saat mengendarai motornya. "


Ucap Adit yang melerai perdebatan kakak adik di hadapannya dan Mamanya Kamelia menyetujui ucapan Adit.


"Atau Lila mau di anatar jemput supir?? "


Tanya Adit dan Kalila langsung menolaknya.


"Gak mau Kak Adit, Lila maunya menggunakan motor saja dan Lila menolaknya. "


Tolak Kalila dan Adit hanya menghela nafasnya.


"Lia......sudah jangan batasi keinginan adiknya, Mama percaya Lila bisa mengatasinya. "


Ucap mamanya dan Kamelia akhirnya setuju.


"Yang nambraknya tanggung jawab kan?? "


Tanya Kamelia dan Kalila mengiykannya.


"Tanggung jawab kan tadi yang antar itu yang menabraknya, motornya katanya besok datang untuk ganti yang baru karena motor Lila rusak. "


Jawab Mamanya dan Kamelia mengiyakannya.


.


.


Di kediaman orang tua Adit......


Papanya Adit mendapatkan laporan kalau Cindi histeris terus bakan mencaci maki dengan bahasa yang sangat kasar, Papanya Adit meminta membiarkannya saja.


"Kenapa Cindi malah di kurung di gudang bawah?? Lebih baik kirim ke pedalaman saja. "


Ucap Mamanya Adit saat penjaga gudang bawah meninggalkan ruangan utama rumah.


"Adit takutnya Cindi nekad mencelakai Kamelia, biarkan mental Cindi supaya kena dan nanti tinggal masukkan kedalam rumah sakit jiwa. "


Ucap Papanya Adit dengan pandangan yang tetap fokus pada iped di tangannya.


"Terserah kalian saja kalau begitu, yang penting Kamelia nya aman gak ada yang melukai. "


Ucap Mamanya Adit dan Suaminya menganggukkan kepalanya.


Saat sedang asik dengan kegiatan masing masing, ternyata sebuah ucapan salam membuyarkan kedua nya dan ternyata Kamelia yang datang di ikuti Adit dari belakang.

__ADS_1


"Mama kira kalian akan menginap di rumah orang tua kamu Lia. "


Ucap Mamanya Adit saat Kamelia selesai mencium tangannya.


"Lia takut Mas Adit gak nyaman disana Mama, mamar Lia kan kecil dan kasurnya juga di lantai gak pakai ranjang, jadinya Lia milih pulang saja. "


Ucap Kamelia dan Mamanya Adit mengiyakannya.


"Terus bagaimana keadaan Adik kamu nya?? Ada luka serius gak?? "


Tanya Papanya Adit dan Kamelia menggelengkan kepalanya.


"Aman Papa cuma lecet yang banyak di tubuh Lila. "


Jawab Kamelia sambil duduk di samping Mama mertuanya.


"Syukur laah kalau gak ada luka serius. "


Ucap Mamanya Adit dan Kamelia tersenyum mendengarnya.


Kamelia pamit ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya sebelum makan malam tiba, Adit pun mengikutinya dan langsung masuk kedalam kamarnya.


Adit langsung memeluk tubuh Kamelia saat Kamelia akan masuk kedalam kamar mandi, Kamelia hanya diam saat suaminya memeluknya.


"Maaf Sayang, udah ngambeknya jangan di perpanjang yaa. Mas gak tahan di diamkan kamu. "


Ucap Adit dan membalikkan tubuh Kamelia untuk menghadapnya.


"Aku mau mandi Mas. "


Ucap Kamelia dan Adit tersenyum mendengarnya.


Ucap Adit yang tetap menahan menunggu jawaban Kamelia.


"Iya Mas Adit, aku gak marah cuma kesal sama kamu. "


Ucap Kamelia dengan bibir mengerucutnya dan Adit yang sudah tidak tahan sedari tadi yang ingin mencium nya pun langsung mencium bibir Kamelia.


Kamelia hanya bisa pasrah membalas yang di lakukan suaminya, Adit langsung membawa Kamelia kedalam kamar mandi.


"Mas mau Sayang. "


Ucap Adit dengan nada beratnya dan Kamelia langsung mengangguk.


Adit yang mendapatkan lampu hijau dari Kamelia pun langsung menyerang Kamelia, Adit bermain di bawah guyuran shower membuat Kamelia melayang karena sensasinya yang begitu berbeda.


Di meja makan saat ini......


Mamanya Adit memilih makan malam duluan bersama suaminya, karena menunggu Adit dan Kamelia akan sangat lama.


"Besok Papa mau ajak Mama jalan jalan, Mama mau gak?? kita jalan jalan sekalian kerja. "


Ajak Papanya Adit dan istrinya langsung mendelik mendengarnya.


"Males ahh, Papa saja sendiri jangan ajak ajak Mama. "

__ADS_1


Tolak sang istri dan Papanya Adit hanya tersenyum kecut menjawabnya.


Keduanya asik kembali memakan makanannya tetapi di dalam kamar Adit masih terjadi pergulatan panas yang berlanjut di atas ranjang, Adit terus menerus membawa Kamelia melayang dan Kamelia tidak bisa menolaknya karena dia juga menginginkannya.


.


.


Aldo saat ini masih mengerjakan pekerjaannya yang mulai menuju selesai, karena insiden siang tadi membuat pekerjaannya lumayan menumpuk.


"Baru kali ini nemuin wanita yang begitu angkuh, nyolot dan sangat tidak menghargai kebaikan orang, hanya Amel wanita yang berbeda sangat lembut. "


Gumam Aldo sesaat setelah selesai dengan pekerjaan pamungkasnya.


Aldo besok akan mengantarkan motor ganti dan akan melihat keadaan Kalila, Aldo akan memantau sampai Kalila benar benar pulih kembali dan dia akan bersikap masa bodo kalau Kalila marah atau tidak menerimanya.


"Ikbal kemana sih gak bisa di hubungi, di saat genting gini malah ngilang. "


Kesal Aldo saat menghubungi Ikbal untuk meminta bantuan karena Aldo tidak mau meminta bantuan pada Adit.


Lelah dengan harinya, Aldo memilih tidur di ruang pribadi perusahaannya dan memilih langsung tidur tanpa mengganti pakaiannya.


.


.


Pagi menjelang.......


Aldo membuka matanya karena mendengar keributan di luar ruangan nya, dia langsung kesal mendengarnya dan memilih masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Di luar ruangan Aldo saat ini ternyata ada perdebatan Ikbal dengan asistennya Aldo, salah Ikbal sendiri semalam di hubungi sangatlah susah dan Aldo langsung memutuskan semua sendiri.


"Panggil sana Tuan kamu itu, bukan nya nunggu malah meninggalkan. "


Gerutu Ikbal dan Asistennya Aldo hanya mengangguk.


"Maaf Tuan, saya sudah puluhan kali mengetuknya tapi tidak ada jawaban, sepertinya Tuan Aldo masih tidur atau sedang di dalam kamar mandi. "


Jawab Sang asisten dan ikbal mendelil mendengarnya lalu meminta Asisten Aldo untuk menyiapkan sarapan untuk Aldo juga minuman hangat untuknya.


Pintu ruangan pribadi Aldo terbuka dan Aldo muncul dengan pakaian santainya membuat Ikbal mengerutkan keningnya karena merasa aneh dengan sahabatnya itu.


"Apaa??? Jangan protes karena aku sedang malas berdebat, keputusan Final adalah kamu meeting sendiri. "


Ucap Aldo saat sahabatnya akan berbicara.


"Kamu ini tega sekali, masa aku meeting sendiri dan kamu malah mau jalan jalan. "


Ucap Ikbal yang protes dengan keputusan sahabatnya itu.


"Adit nanti yang nemenin, aku semalam hubungi kamu tapi gak ada tanggapan jadi jangan salahkan aku, aku bukan mau jalan jalan tapi mau menyelesaikan masalah. "


Ucap Aldo dan Ikbal hanya mendelik mendengarnya.


.

__ADS_1


.


Bersambung.......


__ADS_2