
Adit langsung membawa Kamelia menuju kamar nya, Kamelia pun mengikutinya karena dia malu sekali saat ini, akibat ulah Adit dia harus menganggung malu.
"Ayo Sayang kita ke kamar dan istirahat. "
Ajak Adit dan Kamelia langsung melepaskan dekapannya dari sang suami.
"Ada apa Sayang?? "
Heran Adit saat melihat Kamelia malah melepaskan dekapannya dan berjalan duluan menuju kamar.
Adit langsung mengejar lalu menggandeng tangan Kamelia, lalu membawanya kedalam kamar dan Adit langsung menarik Kamelia karena saat ini Kamelia seperti menghindar darinya.
"Kamu bau apa sih Mas mulutnya, gak enak tau. "
Gerutu Kamelia dan membuat Adit menepuk keningnya karena dia lupa kalau istrinya tidak tahu dengan bau alcohol.
"Maaf Sayang, yasudah kamu duluan yaa ke ranjangnya aku mau bersih bersih menghilangkan bau yang gak nyaman. "
Jawab Adit dan Kamelia memilih menuju lemari setelah Adit masuk kedalam kamar mandi.
Kamelia langsung merebahkan tubuhnya setelah pakaian Adit di siapkan, karena memang mengantuk akhirnya Kamelia langsung tertidur kembali.
Kamelia di jemput oleh anak buah Papa Alam ke Apartemen dan saat itu Kamelia juga Kalila sedang pulas nya tertidur, kalau tidak mendengar telphone dari Papa Alam pasti Kamelia akan menolak dan tidak membuka pintunya tapi karena Papa Alam menghubunginya jadinya Kamelia ikut dengan Kalila juga yang gak mungkin di tinggal seorang diri.
Tiga puluh menit kemudian Adit selesai dengan membersihkan tubuhnya dan langsung keluar dari kamaar mandi, ternyata istrinya sudah terlelap dan Adit langsung memakai pakaian yang di siapkan oleh Kamelia.
"Mama dan Papa memang hebat, saat ini yang aku butuhkan aadalah pelukan dari Kamelia yang akan menenangkan aku dari masalah yang di timbulkan oleh Cindi. "
Ucap Adit saat selesai memakai pakaiannya dan langsung menyusul Kamelia menuju ranjangnya.
Adit langsung membawa Kamelia kedalam dekapannya dan akhirnya Kamelia membuka matanya saat terasa sentuhan di tubuhnya yang di lakukan oleh Adit.
"Aku ngantuk Mas jangan ganggu yaa......"
Protes Kamelia saat Adit menyentuh tubuhnya dan membuat Adit tersenyum melihat tingkah istri nya ini.
"Oke Sayang, besok pagi kamu harus kasih aku vitamin sebagai balasan malam ini karena kamu menolaknya. "
Jawab Adit sambil membawa tubuh Kamelia kedalam dekapannya.
__ADS_1
Di kediaman Aldo saat ini......
Ikbal dengan sabar menemani Aldo yang sedang patah hati, Adit sudah menceritakan semua masalahnya pada kedua sahabatnya, alangkah kagetnya saat Aldo tahu kalau Kamelia adalah istri kedua Adit yang di sembunyikan identitasnya.
Saking sayangnya pada Kamelia, Aldo rela melepaskan Kamelia untuk bahagia dengan sang Sahabatnya dan Aldo melancarkan semua permainan Adit yang ingin menjebak Cindi.
"Takdir macam apa ini?? Aku baru jatuh cinta tapi wanita itu malah istri keduanya Adit. "
Lirih Aldo dan Ikbal hanya menghela nafasnya.
"Bunga bilang padaku kalau Kamelia memang seperti gak tertarik sama kamu Aldo, Kamelia terkesan cuek saat Bunga mencomblangi kamu, itu artinya Kamelia wanita baik baik yang menghormati suaminya walaupun kita gak tahu kan, Kamelia suka atau tidak pada Adit, ikhlaskan Aldo karena aku yakin kamu akan mendapatkan wanita yang lebih baik dari Kamelia bahkan akan lebih kamu cintai. "
Jawab Ikbal yang menenangkan sahabatnya itu yang memang mengikhlaskan tapi dalam mabuknya saat ini Aldo seperti tidak rela.
Aldo langsung tertidur setelah merancu dan Ikbal meminta bantuan pelayan pria untuk membopong Aldo kedalam kamarnya, Ikbal akan menemani Aldo yang sedang patah hati dan menunggu Adit yang besok pagi akan datang ke rumah Aldo menjelaskan semuanya.
"Kamu laki laki yang baik Aldo dan aku yakin kamu akan segera mendapatkan wanita pengganti Kamelia. "
Ucap Ikbal sambil menyelimbuti tubuh Aldo.
.
.
.
Kamelia mengerjapkan matanya dan dia langsung tersenyum karena saat membuka matanya pertama kali adalah melihat pemandangan yang begutu indah, wajah suaminya yang begitu tampan dan Kamelia ingin memilikinya seutuhnya tanpa dibagi.
Saat asik dengan tatapan nya ternyata Adit membuka matanya dan membuat Kamelia terdiam karena Adit langsung tersenyum dengan tangan yang langsung menyentuh bagian sensitif Kamelia.
Kamelia langsung melepaskan tangan Adit yang menyentuh bagian sensitifnya lalu beranjak dari ranjang namun kalah cepat oleh Adit yang langsung menarik kembali Kamelia lalu mengungkungnya.
"Morning *** sangat baik buat menyambut pagi yang ceria dan bahagia Sayang. "
Ucap Adit yang langsung kembali menyentuh bagian sensitif Kamelia.
"Mas lepas dulu, aku mau ke air dulu yaa dan sangat gak nyaman baru bangun tidur soalnya. "
Ucap Kamelia yang terus berontak dari terkaman Adit.
__ADS_1
"Gak masalah sayang, kamu tetap wangi walaupun baru bangun tidur. "
Ucap Adit yang membuat Kamelia langsung pasrah karena Kamelia mulai terangsaaaang oleh sentuhan lembut suaminya.
Entah sejak kapan memulai saat ini keduanya sudah sama sama tidak memakai pakaian sehelai benangpun, milik Adit sudah berdiri tegak dan langsung memposisikan di area inti Kamelia.
"Percayakan padaku Sayang......."
Ucap Adit yang langsung melakukan penyatuannya dengan satu kali hentaaaakaaan.
Kamelia langsung melenguh karena sensasinya begitu berbeda pagi ini, Kamelia terus menerima setiap sentuhan dari Adit dan tidak menolaknya, Adit terus menghentaaak nya dengan perlahan tapi lambat laun Adit mempercepat temponya.
Adit tersenyum karena Kamelia begitu menikmatiiinya dan Adit pun sama sangat menikmaaatinya, Adit benar benar melakukannya dengan berbagai macam gaya dan membuat Kamelia terus merancu bahkan Kamelia menjerit karena Adit benar benar lihai membuatnya melayang.
Melihat Kamelia yang sudah kelelahan dan keringat keduanya bercucuran, akhirnya Adit mengakhiri permainannya dan menyemburkan benih benihnya yang kelak akan menjadi penerus keluarganya.
Kamelia langsung lemas seketika bahkan dia hanya diam saat Adit membelai tubuh penuh keringatnya, Adit begitu bahagia karena dia benar benar merasakan kenikmaaaatan luar biasa saat bermain dengan Kamelia, beda saat bersama Cindi karena Cindi memang pemain hebat yang bisa memuaskan Adit tanpa penyatuan tapi tetap kalah dengan rasa saat bermain ranjang dengan Kamelia.
"Saat bersama Cindi aku memang menikmatinya karena Cindi selalu bermain tanpa penyatuan terlebih dahulu, tapi saat bersama kamu begitu memabukkan Kamelia dan aku merasakan kenikmaaataaan yang liar biasa. "
Gumam Adit dalam hatinya sambil mencium bibir Kamelia dan membuat Kamelia tersentak kaget.
"Ayo kita membersihkan tubuh, takut Mama mendobrak pintu mengajak kita sarapan. "
Ajak Adit dan Kamelia hanya terdiam karena tubuhnya begitu lemas.
"Duluan saja Mas Adit, aku masih lemas sekali kakinya susah di pijakkan kayanya. "
Jawab Kamelia dengan nada lemahnya dan membuat Adit langsung tergelak mendengarnya.
"Serahkan pada suami kamu yaa. "
Ucap Adit yang langsung menggendong Kamelia menuju kamar mandi.
Kamelia hanya pasrah saat Adit melakukan apapun padanya, tubuhnya sedikit nyaman saat Adit merendamkan nya pada air hangat bahkan Adit memijat tubuh Kamelia dengan sabun yang menenangkan wanginya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung......