Di Madu

Di Madu
85. resmi pengangguran...


__ADS_3

Pagi menjelang.....


Kamelia pagi ini di antarkan oleh Adit akan ke kantornya untuk menandatangani berkas juga administrasi yang akan di terima oleh Kamelia.


"Bunga juga ikut mengundurkan diri dari kantor. "


ucap Kamelia saat membaca pesan dari Bunga.


"Alasannya apa Bunga ikut jejak kamu?? "


tanya Adit yang merasa heran dengan sahabat istrinya.


"Mau nikah katanya alasan ke kantor, tapi aku belum nanya bener apa gak nya. "


jawab Kamelia dan Adit langsung teringat sahabatnya.


"Kasiha Ikbal kalau Bunga beneran mau menikah, Ikbal memang susah hilangkan trauma. "


ucap Adit dengan nada pelannya dan Kamelia hanya diam karena memang dia gak mau ikut campur masalah pribadi orang lain walaupun itu sahabatnya sendiri kecuali sahabatnya meminta bantuannya.


Tiba di kantornya Kamelia langsung masuk ke ruangan administrasi terlebih dahulu untuk menyelesaikan semuanya, ternyata Bunga sudah tiba pertama dan keduanya langsung mengikuti prosedur nya.


Dua jam di ruangan administrasi dan Kamelia langsung menuju ruangannya untuk mengumpulkan barang barang pribadinya, Kamelia sebenarnya berat meninggalkan pekerjaannya tapi dia tidak bisa egois menentang keinginan suaminya.


Pintu ruangan di ketuk dan ternyata Pak Danil yang mengetuk lalu meminta Kamelia ke ruangannya, Kamelia mengiyakannya dan akan ke ruangan setelah selesai membenahi barangnya.


Beberapa menit kemudian Kamelia selesai mempacking barangnya dan meminta OB membawanya ke meja satpam yang ada di luar karena Kamelia takut kalau harus mengangkat barang.


Kamelia menuju ruangan Pak Danil dan membuka pintu setelah mendapat sahutan dari dalam, Kamelia langsung di persilahkan duduk.


"Saya sebenarnya berat mengijinkan kamu mengundurkan diri dari kantor ini, saya terlanjur nyaman dengan semua pekerjaan kamu Lia, tapi saya gak bisa egois karena kamu juga memiliki kewajiban di luar kantor yang lebih penting, terimakasih karena kamu bisa bekerja sama dengan saya selama di kantor ini dan mungkin hanya kamu yang bisa mengimbangi pekerjaan saya, selamat atas pernikahan kamu dan selamat juga karena kamu akan menjadi seorang Ibu, bonus dari saya sudah saya transfer yaa Lia. "


jelas Pak Danil dan Kamelia tersenyum mengangguk.


"Makasih Pak untuk bonusnya dan saya juga makasih banyak karena selama kerja bersama Pak Danil saya jadi memiliki pengalaman hebat tentang dunia keuangan, Pak Danil juga atasan yang pengertian sekali dan saya senang bekerja sama dengan Pak Danil, saya pamit Pak dan semoga Pak Danil dapat partner kerja yang cocok kembali. "


jawab Kamelia sambil beranjak dan berjabat tangan dengan mantan asistennya itu.


Kamelia langsung keluar dari ruangan atasannya, Kamelia langsung pamit dengan semua staff kantornya di dampingi Bunga yang ikut pamit.


Selesai dengan pamitnya, Kamelia dan Bunga langsung keluar dari kantornya.


"Aku gak sangka kamu ikutan keluar kerja juga Bunga. "


ucap Kamelia saat keduanya berada di dekat meja satpam.


"Aku pasti kesepian tanpa kamu dan hanya kamu yang ngerti aku Lia, lebih baik aku keluar kerja saja ngikutin jejak nya kamu dan aku gak masalah. "

__ADS_1


ucap Bunga dan Kamelia tertawa mendengarnya.


"Kenapa alasannya kamu mau menikah?? "


tanya Kamelia dan Bunga langsung cekikikan mendengarnya.


"Gak akan Acc administrasi kalau alasannya kesepian di tinggal kamu, Lia kamu ada yang jemput gak?? "


jawab Bunga dan Kamelia hanya menggelengkan kepalanya.


"Mas Adit bilang kalau selesai telphone nanti di jemput, tapi aku mau ajak kamu ke rumah sakit mau gak?? "


ucap Kamelia dan Bunga mengerutkan keningnya.


"Siapa yang sakit?? "


tanya Bunga yang penasaran dengan ajakan Kamelia.


"Lila kecelakaan dan sekarang masih di rawat, kita kesana dan nanti aku minta jemput di rumah sakit saja. "


jawab Kamelia dan Bunga langsung menyegujuinya.


Kotak milik Kamelia akhirnya masuk kedalam mobil Bunga dan Bunga yang mengangkatnya, sedangkan Kamelia sendiri memilih duduk nyaman di kursi samping kursi kemudi.


"Ceritakan bagaimana Lila sampai kecelakaan?? "


"Lila kecelakaan pertama saja kaki nya belum pulih di tambah kemarin kecelakaan lagi dan akibatnya fatal, Kemarin Lila harus menjalani operasi karena tulangnya ada yang bergeser dan tulangnya ada yang remuk karena tertimpa motor. "


jelas Kamelia dan Bunga langsung sedih mendengarnya.


"Astaga Lila, anak itu padahal sangat aktif dan dia kan atlet basket loh, kasihan impiannya harus sirna dan bukan aku bedoa yang jelek loh Lia, yang namanya kaki kalau sudah cedera remuk dan patah, sudah pasti gak akan kembali ke semula seperti sedia kala pasti ada kekurangannya. "


ucap Bunga dan kamelia menganggukkan kepalanya.


"Dokter juga bilang gitu Bunga dan Lila kemungkinan kecil itu akan cacat di kakinya. "


ucap Kamelia dengan nada sendunya dan Bunga langsung menghela nafasnya.


"Terus yang menabraknya mau tanggung jawab gak?? "


tanya Bunga dan Kamelia menganggukkan kepalanya.


"Bertanggung jawab bahkan sampai mau menikahi Lila karena Lila cacat di akibatkan olehnya. "


jawab Kamelia dan Bunga tersentak kaget mendengarnya.


"Astaga..... jadi yang menabraknya cowok yaa?? "

__ADS_1


tanya Bunga dan Kamelia menganggukkan kepalanya.


"Dan yang menabraknya kemarin itu sama sama orang yang menabrak Lila pertama kali, seperti di jodohkan mereka itu loh Bunga dan yang menabraknya itu adalah Aldo. "


jelas Kamelia dan Bunga melototkan matanya.


"Aldo..... seriusan?? "


tanya Bunga yang memang tidak percaya dengan penjelasan sahabatnya itu.


"Beneran Aldo, sahabat Adit dan Ikbal. "


jawab kamelia dengan nada tegasnya dan Bunga langsung terdiam.


Obrolan keduanya terhenti saat mobil yang di kemudikan Bunga tiba di parkiran rumah sakit, setelah yakin mobilnya terparkir nyaman barulah Bunga keluar dari mobil mengajak Kamelia juga.


Kamelia dan Bunga berjalan bergandengan menuju ruangan dimana Lila di rawat, Bunga hanya mengikuti langkah Kamelia dan tidak menanyakan apapun lagi.


Tiba di depan pintu ruang rawat Lila, Kamelia mengetuknya dan langsung masuk setelah ada sahutan, ternyata Lila sedang makan buah potong di temani Mamanya.


Kamelia dan Bunga langsung mencium tangan Mamanya Kamelia dan langsung duduk di dekat Lila yang sedang lahap memakan buahnya.


"Maaf yaa karena Kak Bunga baru datang, soalnya baru tahu kalau kamu di rawat karena kecelakaan. "


ucap Bunga yang memulai pembicaraan saat duduk di atas berangkar Lila.


"Iya gak apa apa Kak dan makasih sudah jengukin yaa. "


ucap Kalila dan Bunga mengangguk tersenyum.


"Kalian gak ngantor memangnya?? masih pakai pakaian kantor tapi malah disini. "


tanya Mamanya Kamelia sambil memberikan buah yang sudah di kupas untuk di makan Bunga dan Kamelia.


"Lia sudah mengundurkan diri dari kerjaan dan semua di urus sama Mas Adit, tadi Lia ke bagian administrasi mengurus keuangan nya. "


jawab Kamelia dan Mamanya mengangguk karena tahu kalau Adit pasti akan meminta Kamelia berhenti bekerja.


"Bunga juga ikutan Keluar dari kerjaan Tante. "


jawab Bunga dan Mamanya Kamelia mengerutkan keningnya.


Bunga hanya cengengesan saat melihat Mamanya Kamelia keheranan dengan keputusannya, Bunga pun bingung menjelaskannya.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2