
Kedua orang tua Bunga akhirnya tiba di ruangan Kamelia, Orang tuanya Bunga kaget karena suaminya Kamelia ternyata dari keluarga Prapta yang saat ini kasusnya sedang di tangani oleh Papa nya Bunga.
"Jadi Lia ini menantu keluarga Pak Alam yaa?? "
tanya Papanya Bunga saat berjabat tangan dengan Papanya Adit.
"Betul sekali Pak, saya gak nyangka bisa bertemu kembali setelah kemarin. "
jawab Papanya Adit dan Papanya Bunga mengangguk.
"Jadi Kamelia juga korban penusukan juga?? "
tanya nya kembali dan di angguki oleh semua nya.
"Benar Om dan maaf nama Kamelia gak di masukkan daftar, karena Kamelia tidak di publikasikan sebagai istri saya dan menantu keluarga Prapta. "
jawab Adit dan Papanya Bunga pun mengangguk karena mengerti dengan masalahnya.
"Tidak masalah karena semua kan privasi masing masing, lagian tersangka penusukannya juga malah jadi gila dan di rehabilitasi di rumah sakit jiwa milik Kapolri. "
ucap Papanya Bunga dan tersenyum menatap ke arah Kamelia.
Saat asik berbincang ternyata Mamanya Kamelia masuk setelah mengetuknya dan Bunga langsung mengenalkan Mamanya Kamelia pada kedua orang tuanya.
"Bunda..... kenalkan Mamanya Kamelia dan Mamanya Kamelia selama ini yang menjaga aku, memperlakukan aku sama seperti kedua putrinya dan Papanya Kamelia juga baik sama, tapi sayang Papanya Kamelia gak ada. "
jelas Bunga dan Mamanya Kamelia tersenyum mengangguk.
"Pasti Mba sangat kesulitan menjaga Bunga yang sangat urakan. "
ucap Bundanya Bunga dan membuat Bunga mendelik sebal ke arah Sang Bunda.
"Mama kenapa sendiri kesininya?? mana Lila sama Papa?? "
tanya Kamelia saat Mamanya menghampirinya.
"Papa punya kewajiban setiap pagi mengantar buah segar, Lila ada kuliah pagi jadinya Mama kesini sendiri. "
jawab Mamanya dan Kamelia mengangguk.
Kamelia langsung bersiap untuk pulang, Adit sudah menyiapkan kursi roda untuk membawa Kamelia sampai ke mobilnya.
Setelah berbincang sedikit akhirnya keluarga Bunga memilih pulang karena sudah melihat keadaan Kamelia dan nanti akan lanjut menjenguk di kediaman Prata, Mamanya Kamelia pun akhirnya ikut mengantar Kamelia pulang dan mempercayakan Kalila kepada Aldo.
Di tempat Kalila saat ini.....
Kalila terus protes saat Aldo kembali menggendongnya dan Kalila sudah kesal di buatnya bahkan suster mengira Kalila juga Aldo sepasang kekasih.
"Lepas aku gak mau di gendong kamu lagi, ada kursi roda juga kan yang bisa aku gunakan. "
protes Kalila dan Aldo malah menggeram kesal mendengarnya.
__ADS_1
"Bukan nya bersyukur karena aku bantu kamu karena mana ada laki laki yang akan sperti ini, kalau pakai kursi roda malah lama prosesnya dan aku malas harus mendorongnya. "
kesal Aldo dan Kalila semakin mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Aldo.
"Enak saja memang aku gak laku, kamu yang gak laku dan amit amit kalau harus berjodoh sama kamu kalau di dunia ini gak ada lagi wanita. "
ucap Kalila dan Aldo langsung melototkan matanya.
"Jadinya kamu kasih kode buat ngelamar kamu?? oke pulang dari sini aku akan menikahi kamu. Puaas. "
ucap Aldo dengan senyum menyeringainya dan Kalila langsung mendelik mendengarnya.
"Lamar sana nenek di panti jompo, aku gak level sama laki laki seperti kamu. "
ucap Kalila dengan nada mengejeknya dan Aldo langsung tersenyum jahat mendengarnya.
"Oke tunggu Kalila. "
ucap Aldo yang langsung menggendong Kalila menuju ruang rawat karena Kalila harus di rawat sampai hasil pemeriksaannya keluar.
Kalila hanya duduk rebahan di ranjang, kakinya sudah di pasang pelindung bahkan bengkak nya masih tetap bengkak saat ini, Aldo memilih keluar dari ruangan untuk membeli makanan juga minuman.
"Amit amit kalau sampai dia bener bener melamar aku, aku gak mau banget. "
gumam Kalila sambil menghela nafasnya dan membaca pesan Mamanya kalau Mamanya ikut bersama Kakaknya ke kediaman suaminya.
"Kak Lia maaf aku gak bisa antar Kakak pulang, semoga keadaan Kakak lekas membaik dan calon keponakan Lila tumbuh sehat. "
Pintu ruangan terbuka dan ternyata Aldo masuk menenteng bungkusan yang langsung di buka di meja samping berangkar, Lila terus memperhatikannya ternyata minuman dan makanan yang di bawa oleh Aldo.
"Ayo makan dulu calon istriku. "
ucap Aldo yang memberikan kotak makan dan Kalil yang memang sedang lapar pun menerima nya.
"Berhenti bilang aku calon istri, amit amit yaa aku gak mau jadi istri kamu. "
protes Kalila dan Aldo hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar lalu memilih memakan makanannya.
Kalila dan Aldo langsung menikmati makanan menuju makan siang, Kalila tetap makan dengan tenang dan masa bodo saat Aldo melihat cara makannya karena dia tidak ingin di cap mencari perhatian kalau makan so jaim.
.
.
Sore menjelang......
Ternyata Papanya Kalila datang bersama Mamanya membawa pakaian ganti untuk Kalila juga makanannya, Aldo langsung tersenyum menyapa kedua orang tua Kalila.
"Kakak kamu baru keluar dari rumah sakit, ini kamu malah di rawat lagi. "
ucap Sang Papa saat menghampiri Kalila.
__ADS_1
"Papa ini kenapa malah bilang gitu, salahin tuh dia yang main mengiyakan saat dokter minta buat di rawat. "
protes Kalila dengan bibir mengerucutnya membuat Papanya tersenyum.
"Gak sopan berbicara begitu Lila, Mama gak pernah ajarkan kamu seperti itu. "
ucap Mamanya yang memperingati dan Kalila hanya diam tanpa berniat menjawabnya.
"Om.... Tante...... Aldo mau menikahi Kalila, apa di ijinkan?? kami sudah sepakat tadi dan Kalila juga mengiyakannya. "
ucap Aldo dan membuat Kalila melototkan matanya mendengar ucapan Aldo.
"Bohong Papa jangan di percaya, Lila gak setuju menikah sama laki laki itu. "
tolak Kalila dan Kedua orang tuanya langsung menatap ke arah Aldo.
"Kalian sedang main derama?? gak mudah menikah dan jangan di jadikan lelucon. "
ucap Mamanya Kalila dan Papanya membenarkannya.
"Aldo serius Tante, Aldo akan bertanggung jawab mengurus Kalila karena keadaan tulang kaki Kalila saat ini buruk, biar Aldo mengurusnya dan kita gak mungkin berkontak fisik kalau tidak ada ikatan. "
jelas Aldo yang memang sudah menerima laporan hasil pemeriksaanya.
"Maksudnya buruk bagaimana?? "
tanya Mamanya Kalila dan Aldo menarik nafasnya untuk menjawabnya.
"Kaki Kalila sebelumnya permah cedera dan itu belum pulih benar, terus kemarin malah terjadi kecelakaan lagi dan menimpa kembali Kakinya, kaki Kalila remuk dan harus di lakukan operasi tapi harus menunggu sampai bengkaknya mengempis dahulu. "
jelas Aldo dan Kalila langsung menangis mendengarnya.
"Mama bagaimana kalau Lila malah jadi gak bisa jalan?? Lila takut Mama..... hikksss.... hiksss..... "
ucap Kalila yang langsung menangis mendengarnya.
"Kamu ini malah pesimis saja kita harus optimis dan segala sesuatu penyakit itu ada obatnya, kamu akan bisa jalan dan jangan takut. "
ucap Mamanya sambil menenangkan Kalila yang menangis.
"Kira kira akan kembali normal tidak kakinya?? "
tanya Papanya dan Aldo langsung terdiam mendengarnya.
"Nanti kita dengarkan penjelasan Dokternya karena Aldo takut salah menjelaskan. "
jawab Aldo dan Papanya Kalila menganggukkan kepalanya.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....