Di Madu

Di Madu
65. bertemu lagi.......


__ADS_3

Setelah mobil Mama Riana meninggalkan area kantornya, Kamelia langsung masuk kedalam dan menuju ruang kerjanya, Kamelia menghela nafasnya lalu menghidupkan komputernya.


"Lia.......ke ruangan saya sekarang. "


Ucap Pak Danil setelah mengetuk pintu lalu membukanya.


"Baik Pak. "


Ucap Kamelia dan Pak Danil mengangguk lalu menutup kembali pintu ruangan Kamelia.


Kamelia menghela nafasnya karena dia pasti mendapatan pekerjaan baru kalau atasannya itu menghampiri lalu memintanya masuk ke ruangannya.


Kamelia mengetuk pintu ruangan atasannya itu dan langsung masuk setelah mendengar sahutan dari dalam, Kamelia tersenyum dan langsung duduk setelah atasannya itu mempersilahkannya.


"Ada yang saya bisa bantu Pak?? "


Tanya Kamelia saat duduk di hadapan atasannya itu.


Pak Danil menyodorkan sebuah amplop dan meminta Kamelia menerimanya, Kamelia mengerutkan keningnya karena gak mengerti maksudnya.


"Ini adalah bonus untuk kamu dan sengaja tidak saya transfer, takut ada gosip dan kecemburuan sosial juga. Saya harap kamu menerimanya Lia karena ada lima perusahaan besar yang kamu bisa dapatkan untuk mempercayakan keungan pada instansi kita. "


Jelas Pak Danil dan Kamelia langsung terdiam menggenggam amplop itu.


"Tapi Pak, saya gak enak nerimanya dan memangnya saya berhak mendapatkannya?? "


Tolak Kamelia yang memang merasa kurang pantas menerima uang ini.


"Lia kamu tahu kan karakter saya bagaimana, terima uangnya dan lanjutkan pekerjaan kamu. "


Jawab Pak Danil dengan nada tegasnya dan membuat Kamelia menghela nafasnya.


"Baik Pak dan terimakasih untuk bonusnya saya terima dengan senang hati. "


Ucap Kamelia sambil tersenyum dan membuat Pak Danil pun tersenyum.


.


.


Siang menjelang.......


Kamelia menghubungi adiknya dan dering ketiga barulah Kalila mengangkat panggilannya.


Dalam panggilan saat ini......


"Hallo Kak Lia, ada apa kak?? "

__ADS_1


"Hallo Lila, kamu sudah baikan?? "


"Sudah Kak dan ini baru bubar kampus, ada apa Kak?? "


"Syukur laah kalau sudah pulih, kamu bisa mampir ke kantor Kakak gak?? "


"Bisa Kak, kan jarak dari kapus nya deket juga. "


"Yasudah Kakak tunggu dan kalau sudah sampai hubungi yaa nanti kakak samperin kamu. "


"Oke Kakak, Lila berangkat sekarang. "


Panggilan berakhir........


Kamelia langsung menyiapkan uangnya dan akan di berikan pada Mamanya melalui Kalila karena dia hari ini akan kembali ke rumah mertuanya.


Kamelia melihat isi amplopnya dan ternya lumayan ada tiga juta uang bonusnya, pantas tidak di transfer karena bahaya sekali nanti timbul kecemburuan sosial sesama staff keuangan walaupun Kamelia sangat wajar menerimanya.


Tiga puluh menit kemudian pintu ruangan Kamelia di ketuk dan security yang mengetuknya, Kamelia langsung membuka nya lalu tersenyum karena security itu tersenyum padanya.


"Ibu Lia...... ada yang nyari di luar, katanya adiknya Bu Lia namanya Kalila. "


ucap Security dan Kamelia menganggukkan kepalanya.


"Iya Pak itu adik saya, saya akan ke depan sebentar nunggu print selesai dan tolong berikan kursi Pak untuk duduk Adik saya. "


Kamelia langsung merapihkan berkasnya lalu mengeluarkan amplop nya dan juga mengeluarkan uang selembar lima puluh ribu untuk petugas yang sudah menjaga adiknya.


Kamelia langsung keluar untuk menghampiri adiknya, ternyata adiknya duduk di kursi Security yang biasa duduk menunggu di depan pintu, Kamelia tersenyum saat bertatapan dengan tatapan sang adik.


"Dekk..... kenapa ga nelphone sih. "


protes Kamelia saat Kalila mencium tangannya.


"Hehehe...... maaf kak, handphone aku mati lupa Charger dan ada apa Kakak nyuruh aku kesini?? "


jawab Kalila dan Kamelia langsung membawa sang Adik menuju ke area yang jauh dari security.


"Ini amplop isinya uang cash dan kamu kasihkan sama Mama, Kakak gak bisa antarkan karena di rumah ada masalah dan Kakak harus menyelesaikannya, uang jajan kamu sudah di transfer sama Kakak jadi jangan minta uang sama Mama karena di amplop itu uang buat Mama. "


jelas Kamelia dan Kallila mengerutkan keningnya.


"Kakak ada masalah apa?? Mau Lila bantu gak?? "


tanya Kalila dengan nada khawatirnya.


"Biasa kesalahfahaman sama Mas Adit, ingat jangan minta uang sama Mama dan kalau ada apapun mengenai keuangan kampus kamu datang ke Kakak jangan minta Mama. "

__ADS_1


jawab Kamelia dan Sang adik mengiyakannya.


"Yasudah kalau gak ada lagi titipan, Lila pulang yaa Kak dan makasih uangnya nanti di rumah Lila cek. "


ucap Kalila dan Kamelia menganggukkan kepalanya lalu tersenyum sambil melambaikan tangannya.


Kalila sudah meninggalkan area kantor Kamelia, setelahnya Kamelia memilih kembali ke dalam ruangannya karena pekerjaannya lumayan masih menumpuk padahal sebentar lagi jam pulang kerja.


Di perjalanan Kalila saat ini.......


Entah bernasib sial atau bernasib jodoh, selalu saja bertemu dengan manusia yang di benci oleh Kalila, lagi lagi seenaknya saja laki laki itu.


siapa lagi kalau bukan Aldo yang sepertinya kembali melakukan kesalahan dan membuat Kalila kesal setengah mati.


"Loh..... mana motor yang saya belikan?? kenapa jadi berubah sekarang?? "


heran Aldo saat memberhentikan motor yang di kemudikan Kalila secara mendadak dan kalau Kalila tidak memiliki keahlian pasti sudah di tabrak.


"Motor yang anda kasih kan berarti itu milik saya jadi suka suka saya mau di tukar atau di jual sekalipun, minggir ganggu ketenangan pengendara jalan umum ajah bisa kena pas dan kamu bisa di tuntut. "


jawab Kalila dengan nada kesalnya sambil mendelik menatap ke arah Aldo yang sedang menatapnya bingung.


"Astaga kesialan apa yang aku lakukan saat dulu, bisa bisanya bertemu laki laki idiot kaya dia. "


gumam Kalila namun Aldo dapat mendengar dengan jelas gumaman Kalila.


"Kamu bilang apa barusan?? seenaknya manggil aku idiot dan kamu bisa saya laporkan atas ucapan kamu itu. "


geram Aldo dan Kalila hanya mengangkat bahunya tanda tidak takut.


Kalila menyalakan kembali mesin motornya dan menatap Aldo dengan tajam. "Minggir karena anda menghalangi perjalanan saya, kedepannya kalau bertemu jangan memberhentikan saya lagi, urusan kita sudah selesai karena kalau ketemu kamu nantinya kena sial. " ucap Kalila yang lansung meninggalkan Aldo begitu saja.


"Astaga anak bau kencur berani beraninya bilang saya pembawa sial, awas kamu yaa..... "


teriak Aldo sambil menggeram kesal dan langsung kembali kedalam mobilnya.


Aldo terus saja mendumel sepanjang perjalanan karena baru kali ini ada wanita yang berani padanya dan wanita itu masih bau kencur lagi.


di perjalanan Kalila pun tidak jauh berbeda, Kalila terus saja komat kamit bibirnya dan terus berucap sumpah serapah yang di tujukan pada Aldo.


"Astaga aku ini kenapa harus kena sial lagi siih, udah jauh jauh perasaan dari laki laki itu tapi tetap saja ketemu lagi, padahal ini sangat jauh dari kejadian aku di pepet, ya kalau di pepet di jadiin istri nah ini di pepet malah masuk ke rumah sakit dan luka disana sini. "


dumelan Kalila yang terus nyerocos hingga sampai di rumahnya.


.


.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2