Di Madu

Di Madu
42. menghindar.......


__ADS_3

Beberapa hari berlalu.....


Kamelia merasa bersyukur karena Adit akhirnya kembali ke rumah istri pertamanya karena besok malam akan di adakan acara perayaan ulang tahun perusahaan milik Prapta Grup.


Saat Kamelia membuka pintu unit Apartement nya dia merasa hampa karena seminggu ini kalau dia pulang kerja pasti Adit akan menyambutnya dengan senyum manis dan membuat lelah karena bekerja seharian langsung menguap hilang.


"Ada baiknya dan ada gak baiknya Mas Adit gak ada sekarang ini, baiknya karena aku bebas gak melayani dia seperti minum obat tiga kali sehari tapi gak baiknya juga ada, karena terasa hampa sekali biasanya Mas Adit pasti menyambut aku di depan pintu. "


gumam Kamelia yang memasuki Apartemen nya dan langsung menuju kamar nya.


Kamelia memilih menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu karena dia akan menghubungi Adiknya untuk menemaninya di Apartemen.


Selesai membersihkan tubuhnya Kamelia mengambil handphone nya untuk menghubungi Sang Adik, menunggu beberapa saat untuk di angkat akhirnya Sang adik mengangkatnya.


Dalam panggilan saat ini.....


"Halloo.......kamu lagi dimana Lila?? "


"Iya Kak, Lila baru pulang dari kampus. Ada apa memangnya Kak?? "


"Kamu mau gak ke Apartement temenin Kakak?? "


"Emang Kak Aditnya gak ada?? Nanti Lila jadi obat nyamuk kalau kesana. "


"Gak ada makanya Kakak nawarin kamu juga. "


"Boleh deh Lila mau Kak, minta alamatnya nanti Lila kesana setelah bersih bersih. "


"Nanti supir jemput kamu kesana dan nanti juga supir anterin kamu sampai ke depan pintu. "


"Oke deh, Lila mau bersiap dulu Kak. "


"Jangan bawa baju ganti, disini banyak baju baru belum kepake soalnya. "


"Siap Kak. "


Panggilan berakhir......


Kamelia menghubungi supirnya untuk menjemput Sang Adik dan mengantarkan sampai unit Apartement nya, sang sopir menyetujuinya dan langsung menuju kediaman orang tua Kamelia.


Kamelia langsung memakai pakaiannya dan menuju dapur untuk membuat makanan terlebih dahulu, Kamelia menghubungi nomer suaminya namun Adit tidak mengangkatnya.


"Mungkin sedang dengan istrinya kali yaa, aku kirim pesan saja deh kalau gitu. "

__ADS_1


ucap Kamelia saat menghubungi nomer Adit tapi tidak di angkatnya.


💬 Aku ajak Lila menginap buat nemenin.


Pesan terkirim namun belum di baca oleh Adit, Kamelia memilih menuju dapur saja sekarang.


Di kediaman Adit saat ini.......


Adit sedang berusaha menghindari dari Cindi, karena sedari tadi Cindi terus mendekatinya dan entah kenapa dia merasa jiji sekali saat Cindi menyentuhnya.


Saat sedang terdiam di ruang kerjanya ternyata ada panggilan dari Kamelia dan saat akan mengangkatnya panggilannya sudah berhenti namun sebuah pesan masuk membuat Adit lega karena Kamelia di temani adiknya.


Adit menghubungi Mamanya agar Mamanya menghubungi nya untuk meminta ke rumah Mamanya bersama Cindi, kalau di rumah Mama nya Cindi tidak akan berani agresif padanya.


Dalam panggilan saat ini......


"Mama bisa hubungi Adit gak dan minta Adit datang ke rumah Mama supaya menginap dan berangkat bersama besok?? "


"Gak mau Adit, malas banget Mama ketemu wanita itu. "


"Mama pliis bantu Adit dong, kalau di rumah Mama nantinya Cindi gak berani sentuh Adit dari tadi Adit terus kucing kucingan takut Cindi nyentuh Adit. "


"Ishhh......dulu saja kamu tergila gila ke dia dan sekarang malah gitu lagi. "


"Kasih obat tidur saja di minumannya dan Mama yakin dia akan minum kalau kamu yang membawakan minumannya. "


"Oke Mama dan makasih buat sarannya. "


Panggilan berakhir......


Adit langsung keluar dari kamar menuju kotak obat mengambil obat tidur, Adit langsung membuatkan minuman untuknya dan untuk Cindi, tak lupa juga Adit memberikan obat tidur dosis tinggi.


"Semoga dia gak curiga deh dan aku kan memang sering membuatkan minuman ini untuk Cindi juga. "


gumam Adit sambil mengocek minumannya.


Saat asik membuat minuman ternyata Cindi menghampiri lalu memeluk tubuh Adit, Adit berusaha menetralkan tubuhnya agar tidak ketahuan kalau dia merasa jiji pada Cindi.


"Kamu sudah selesai kerjanya?? Ayo ke kamar sekarang aku udah kangen banget Adit. "


ucap Cindi dengan nada manjanya dan tangannya mulai meraba tubuh Adit.


"Ini aku buatkan minuman dulu, ayo kita ke kamar dan minum dulu yaa selagi hangat. "

__ADS_1


ucap Adit sambil membalikkan tubuhnya ke hadapan Cindi dan Cindi mengangguk.


Adit langsung membawa minumannya dengan Cindi yang memegang lengannya, Adit berjalan menuju ruang utama lalu duduk di sofa dan Cindi duduk di sampingnya.


Cindi langsung meminum minuman kesukaannya yang di buat oleh Adit, Adit pun meminum kopi hitam nya agar Cindi tidak curiga.


"Oh iyaa, Adit kenapa kartu aku cuma satu yang bisa transaksi dan hanya enam juta saja loh aku bisanya, kebayang gak sih tadi aku belanja pakai uang cash karena kurang. "


protes Cindi dengan nada sensualnya.


"Mama kemarin protes karena kamu dan menantu kesayangan nya sangat berbeda jauh pengeluarannya, makanya Mama marah ke aku Cindi dan meminta aku berlaku yang sama ke kamu juga. "


jawab Adit yang langsung mengucapkan maaf karena mengkambing hitamKan Mamanya.


"Mama kamu itu selalu saja gitu, padahal itu kan maunya menantunya dan gak sama seperti aku loh. "


kesal Cindi dan Adit hanya diam dengan menikmati kopinya.


Cindi sudah mulai menguap dan Adit bersorak riang sekali melihatnya, Adit berdoa supaya Cindi segera tertidur dan dia akan bebas malam ini.


"Aku sudah siapkan uang cash di berangkas, kamu tinggal ambil sesukamu kan aman juga. "


ucap Adit dan Cindi mengiyakannya.


"Sudah aku ambil kemarin, aku ambil seratus juta. "


ucap Cindi dan membuat Adit langsung melototkan matanya karena Cindi benar benar menghamburkan uangnya.


Cindi akhirnya terlelap dan membuat Adit lega karena dia terbebas dari Cindi untuk malam ini, untuk besok dia akan mencari jalan keluarnya.


Adit menggendong Cindi dan membawanya menuju kamarnya, Adit merebahkan tubuh Cindi perlahan di atas ranjang lalu terdiam sebentar menatap wajah Cindi.


Dahulu dia menganggap Cindi paling cantik dan tidak perduli dengan apapun yang orang bicarakan, tapi sekarang melihat wajah Cindi membuat dia menghela nafasnya karena wajah Cindi sangat terlihat tua bahkan Cindi cantik karena riasan di wajahnya.


Tapi Kamelia berbeda dia sangat cantik walau tanpa riasan, kulit wajahnya begitu lembut dan sangat bersih sekali, Adit bahkan sudah jatuh cinta pada Kamelia dan enggan jauh darinya.


Adit langsung berjalan menuju pintu dan segera menuju ruang kerjanya, dia akan diam disana dan akan tidur di ruangan itu tanpa mau tidur bersama Cindi.


Setelah pesta nanti, Adit akan mulai menyerang Cindi dan akan mengungkap semuanya, karena semua bukti foto, Vidio dan segala kejahatan Cindi sudah ada di tangannya.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2