Di Madu

Di Madu
70. tragedi mencekam.......


__ADS_3

Sore menjelang.....


Di kediaman Mama Riana saat ini......


Cindi ternyata berhasil kabur dari ruang bawah tanahnya, Mama Riana sedang pergi ke salon dan hanya ada pelayan di kediamannya.


Cindi langsung membuat semua pelayan terdiam mematung, dengan seenaknya Cindi berjalan semua pelayan diam karena Cindi membawa sebuah pisau.


"Buatkan saya makanan, kalau menolak kalian saya bunuh dengan pisau di tangan saya. "


ancam Cindi sambil mengacungkan pisau kepada para pelayan.


Kepala pelayan langsung mengangguk dan berjalan menuju dapur, diam diam kepala pelayan mengaktifkan kamera juga suaranya agar terdengar oleh keamanan depan.


"Ya Tuhan semoga ada yang datang dan membantu kami. "


gumam Kepala pelayan yang sedang membuatkan makanan kesukaan Cindi.


Dari arah gerbang mobil yang di tumpangi Kamelia memasuki kawasan rumah, Kamelia merasa ada yang aneh dari rumah tapi dia tidak memperpanjangnya karena baginya itu hanya halusinasi.


Kamelia langsung membuka pintu dan rumah terasa sepi sekali, pelayan tidak terlihat satupun saat memasuki rumah dan Kamelia langsung menuju dapur karena terdengar suara disana.


"Mba Cindi....... "


lirih Kamelia saat melihat Cindi duduk di kursi meja makan.


Pelayan langsung terdiam menatap Nyonya Mudanya berdiri di hadapannya saat ini, mereka diam tidak mau berbicara karena akan sangat bahaya bagi Nyonya Mudanya.


"Kamu pacarnya Si Aldo kan?? "


tanya Cindi saat sudah menyadari ada orang di hadapannya.


Kamelia hanya diam dan memilih berbalik menuju pintu untuk keluar rumah karena dia merasa ada sesuatu yang salah, namun langkah kakinya terhenti saat Cindi meminta untuk diam di tempat.


"Si Aldo juga ikut dalam rencana malam itu hingga aku membusuk di ruang bawah tanah. "


ucap Cindi yang langsung menarik tangan Kamelia untuk berdiri bersama pelayan lainnya.


"Mau Mba Cindi apa sih?? saya gak ada urusannya sama sekali dan ijinkan saya pergi karena saya gak mau ikut campur urusan Mba Cindi. "


ucap kamelia dan membuat Cindi tertawa terbahak mendengarnya.


"Aku akan menuntut balas dendam pada Si Aldo yang ikut campur, dia akan sedih karena melihat wanita yang di cintainya aku sekap. "


jawab Cindi sambil tertawa kencang dan membuat Kamelia menghela nafasnya lalu mengusap dadanya untuk tetap tenang.


"Mas Adit aku mohon selamatkan kami, aku takut sekali Mas Adit. "


gumam Kamelia dalam hatinya yang mengharapkan kedatangan sang suami.

__ADS_1


.


.


Mama Riana baru selesai dengan salonnya dan memilih langsung pulang karena sudah sore juga, Mama Riana langsung meminta supir segera pulang.


Saat tiba di gerbang utama, keamanan langsung menghentikan mobilnya dan membuat Mama Riana menggeram kesal.


"Apa apaan kalian meminta saya berhenti, mau saya pecat kalian. "


geram Mama Riana dan keamanan langsung terdiam.


"Maaf Nyonya ini sesuai perintah Tuan Adit yang sedang dalam perjalanan. "


jawab kepala pengamanan dan membuat Mama Riana langsung menelphone putranya.


Dalam dering ke empat Mama Riana akhirnya berhasil menghubungi Adit.


Dalam panggilan saat ini......


"Adit kamu seenaknya saja, Mama mau masuk ke rumah kenapa di halangi. "


"Maa pliss diam di luar dulu biar Adit bisa konsentrasi menyelamatkan Kamelia. "


"Maksud kamu apaan sih?? "


"Cindi berhasil kabur dia membawa pisau tajam dan di dalam rumah Kamelia sedang di sekap. "


Panggilan berakhir......


Mama Riana yang sangat mengkhawatirkan Kamelia pun langsung berlari kedalam rumah dan kemanan langsung mengejarnya namun terlambat karena Mama Riana berhasil membuka pintu.


Sebuah tepukan tangan membuat Mama Riana menatap nyalang pada Cindi saat ini, Mama Riana miris melihat Kamelia duduk bersama palayan di bawah tangga.


"Apa yang kamu lakukan?? beraninya kamu menyekap pekerja saya dan lebih baik keluar kamu dari rumah saya. "


geram Mama Riana dan Cindi langsung terbahak mendengarnya.


Mama Riana langsung di tarik dan di seret, keamanan tidak bisa mendekat karena Cindi mengacungkan pisaunya ke arah Mama Riana.


Kamelia langsung berjalan perlahan dengan keberaniannya Kamelia memukul pundak Cindi dan membuat Cindi mengaduh sakit.


"Wanita ini sangat merepotkan. "


geram Cindi sambil memegang pundaknya yang terasa sakit.


Kamelia bernafas lega saat Mama Riana berhasil terlepas dan mama Riana terbatuk batuk karena tadi lehernya sempat tercekik karena di seret Cindi.


Di dalam rumah langsung mencekam saat keamanan di tikam oleh Cindi saat akan mengambil pisau nya, sedangkan Kamelia sibuk membantu Mama Riana.

__ADS_1


"Mama baik baik saja kan?? syukurlah Maa.... "


ucap Kamelia yang membantu Mamanya menepi menjauh dari Cindi yang sedang di hadang dua keamanan.


"Mama khawatir sama kamu Sayang makanya Mama masuk walaupun di larang. "


ucap Mama Riana dan Kamelia langsung tersenyum haru.


"Derama apaa yang kalian mainkan??, Mama dan Sayang apa maksudnya?? "


teriak Cindi saat berhasil lepas dari dua keamanan yang berhasil Cindi lumpuhkan.


"Kamu wanita jahat memang sudah jahat mendarah daging, beruntungnya putraku lepas dari kamu dan sekarang semakin benci saya sama kamu. "


ucap lantang Mama Riana dan membuat Cindi menggeram marah.


Cindi yang tidak terima langsung menghampiri sambil menodongkan pisau pada Mama Riana tapi mama Riana tidak gentar dan tetap menatap tajam pada Cindi.


"Hentikan Mba Cindi...... kamu mau jadi pembantai, hentikan karena perbuatan kamu sangat akan menjadi rugi untuk kamu, Adit dan Papa Alam tidak akan tinggal diam. "


ucap Kamelia dan membuat Cindi terbahak bahak.


"Siapa kamu ikut campur dalam urusan saya. "


ucap nyalang Cindi sambil menatap tajam ke arah Kamelia.


Cindi melihatnya muak karena mantan ibu mertuanya begitu saling melindungi dengan Kamelia yang notabennya bukan siapa siapa, namun Cindi terdiam mencerna semuanya lalu menatap tak percaya.


"Jangan jangan kamu wanita gatal yang menjadi istri kedua Adit?? ayo ngaku wanita gatal. "


teriak Cindi sambil mengacungkan pisau ke arah Kamelia dan Mama Riana.


"Memangnya kenapa kalau Kamelia adalah istri dari Adit, dia sangat sempurna dan sangat cocok untuk putra saya sedangkan kamu hanya penjahat yang memanfaatkan ketulusan putra saya. "


jawab Mama Riana dengan nada lantang dan membuat Cindi semakin murka.


"Tutup mulut kamu Riana dan ingat, saya akan membunuh kamu karena semua kesialan yang menimpa saya adalah ulah kamu. "


teriak Cindi yang langsung mengarahkan pisau pada Mama Riana namun di luar rencana.


Kamelia menghadang dan menjadikan dirinya yang di tusuk. oleh Cindi, semua orang langsung berteriak histeris bahkan Mama Riana menjerit lalu menangkap Kamelia yang sudah di tikam oleh Cindi.


Adit langsung memukul pundak Cindi hingga terjatuh pingsan, lalu membiarkannya dan langsung menghampiri Kamelia yang ada dalam pangkuan Mamanya.


"Mas Adiiiittt....... "


lirih Kamelia yang langsung tak sadarkan diri.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2