Di Madu

Di Madu
44. Dua kebahagiaan berbeda


__ADS_3

Adit yang memang lelah pun akhirnya tertidur di atas paha Kamelia, mungkin karena usapan di kepalanya membuat Adit terbuai dan mengantuk.


"Semua sudah takdir Mas Adit, semoga kamu bisa melaluinya dan aku ada untuk mendukung kamu. "


ucap Kamelia dengan nada pelannya dan tangan yang terus mengusap rambut Adit.


Kamelia yang lelah pun akhirnya tertidur duduk bersandar dengan tangan yang memegang rambut Kamelia, hingga pagi menjelang Adit pun terbangun dan langsung menatap ke arah Kamelia yang masih terlelap damai walaupun tertidur sambil duduk.


"Kamelia......kamu memang wanita berbeda, aku yakin ini adalah ketulusan dan aku jatuh cinta padamu. "


ucap Adit sambil mengusap pipi Kamelia yang sedang tidur itu.


Adit langsung beranjak dan segera membebarkan letak tidur Kamelia, namun Kamelia membuka matanya tepat saat wajah Adit ada di hadapannya.


"Maaf.....keganggu yaa tidurnya. "


ucap Adit saat Kamelia menjauhkan wajah Adit yang ada di hadapannya.


"Jam berapa sekarang?? "


tanya Kamelia yang menghiraukan ucapan Adit.


"Baru jam enam lebih sepuluh pagi, kenapa?? "


jawab Adit dan Kamelia langsung menghela nafasnya lalu turun dari ranjangnya.


"Mau kemana Sayang?? Ini masih pagi loh. "


ucap Adit saat Kamelia malah turun dari ranjang.


"Aku harus siapkan makanan Mas untuk sarapan, ada Kalila juga kan menginap disini kasihan, di rumah Mama jam tujuh sudah sarapan soalnya. "


jawab Kamelia yang langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Aku lupa kalau di Apartement ini kan gak ada pelayan, sabar Kamelia nanti kita akan pindah ke rumah setelah semua urusan aku selesai dan kamu aman. "


gumam Adit dalam hatinya saat melihat Kamelia memasuki kamar mandi.


Adit langsung duduk bersandar sambil menunggu Kamelia selesai dengan mandinya, dia tadinya akan menyusul namun mendengar Kamelia ternyata mengunci pintu kamar mandi dan membuat Adit kembali bersandar di sisi ranjang.


Hanya lima belas menit Kamelia selesai dengan kamar mandinya, saat keluar dia saling tatap dengan Adit yang menatapnya dengan senyum manisnya, Kamelia langsung menuju lemari untuk mengambil pakaiannya karena kalau Adit tersenyum seperti itu sudah pasti ujungnya akan mandi kembali.


"Aku gak akan memakan kamu lagi, pelan pelan pakai pakaiannya nanti malah sobek pakaian kamu. "


ucap Adit saat beranjak menghampiri Kamelia yang terlihat waspada padanya.

__ADS_1


Adit mencium kening Kamelia dan langsung masuk kedalam kamar mandi, Kamelia langsung memegang dadanya yang terasa berdetak kencang karena dia mengira Adit akan melakukan lebih dan ternyata hanya mencium keningnya saja.


Kamelia langsung mengeringkan rambutnya setelah selesai dengan pakaiannya, Setelah kering Kamelia langsung memakai pelembab wajah dan pewarna bibir nya.


Kamelia merapihkan ranjangnya terlebih dahulu sebelum ke dapur untuk membuatkan makanan, Kamelia tersenyum saat mengingat kejadian semalam dan dia dengan sangat semangatnya membalas setiap sentuhan suaminya.


"Sebaiknya aku keluar dan masak, sebelum Mas Adit selesai mandi dan malah nyerang aku lagi, bahaya. "


ucap Kamelia saat tersadar dari lamunannya.


Kamelia langsung keluar dari kamar dan langsung menuju dapur, ternyata ada adiknya yang sedang sarapan sereal saat ini, Kamelia tersenyum lalu menyapanya.


"Maaf Kakak telat bangunnya, sebentar yaa Kakak buatkan makanan nya buat kita berdua, karena Mas Adit gak suka makan berat kalau pagi. "


ucap Kamelia saat menuju kulkas untuk mengeluarkan bahan bahan masakannya.


"Berarti masakannya bebas dong Kak?? Semaunya Lila. "


tanya Kalila dengan nada berbinar senang dan Kamelia mengiyakannya.


"Bebas Lila, kamu maunya masak apa atau kamu mau masak sendiri menu makannya membantu Kakak. "


jawab Kamelia dengan tangan yang sibuk menyiapkan bumbu bumbu.


"Pengen makan steak boleh gak?? Lila gak sengaja lihat daging sapi nya banyak di kulkas Kak. "


"Habiskan serealnya dan masak sendiri, Kakak mau menyiapkan sarapan buat Suami Kakak. "


ucap Kamelia yang memperbolehkan keinginan sang Adik dan membuat Kalila langsung senang.


Kamelia membuatkan roti kukus isi sayuran dan juga telur, Kamelia membuat dua karena dia juga akan makan dulu roti sebelum menu makanannya selesai di buat.


"Pagi......"


sapa Adit saat menghampiri meja makan lalu duduk di kursinya.


"Pagi Kak Adit. "


jawab Kalila dan Kamelia hanya melirik lalu melanjutkan kembali mengukus rotinya.


"Mas minum teh nya dulu sambil menunggu roti nya matang yaa. "


ucap Kamelia saat menyajikan secangkir teh hangat untuk Suaminya.


"Makasih sayang......"

__ADS_1


ucap Adit dengan senyumannya dan Kamelia hanya mengangguk.


Kalila pun memakan serealnya kembali dan sesekali menjawab pertanyaan Adit, Kamelia hanya diam menunggu masakannya matang.


"Lila kamu temani Kak Lia dulu sampai besok yaa, Kak Adit nanti malam ada acara dan kemungkinan gak akan pulang kesini. "


pinta Adit saat melihat Adik iparnya selesai dengan kunyahannya.


"Siap Kak Adit, Lila juga libur ngampusnya dan senin masuk siang jadi bisa nemenin Kak Lia disini. "


jawab Kalila dengan patuhnya dan Adit mengacungkan jempolnya.


Adit mengeluarkan dompetnya dan memberikan satu kartu debit pada Kalila, Kalila langsung terdiam saat Adit menyodorkannya, bahkan Kalila menatap ke arah Kakak nya yang hanya mengangkat bahunya.


"Itu kartu untuk menyukupi jajan kamu sehari hari biar gak meminta sama Mama dan Papa, Limite nya kecil jadi aman buat kamu pakai biar gak pemborosan dan nanti Kakak kamu malah marah sama Kak Adit, simpan dan pakai buat kebutuhan kamu, biaya sekolah kamu dan semua kebutuhan kuliah kan sudah aman. "


jelas Adit saat Adik iparnya diam menatap nya yang menyodorkan kartu debit.


"Ambil Lila dan pakai sepuasnya kamu, Kakak gak masalah dan mengijinkannya tapi jangan pernah minta uang sama Mama atau Papa, kalau ada kebutuhan kuliah dadakan bisa kamu pakai kartu itu. "


ucap Kamelia yang melihat Adiknya ragu dengan kartu yang di berikan Adit.


Kalila langsung menerimanya dan tersenyum senang, Lila juga mengucapkan terimakasih bahkan matanya sampai akan menangis karena dia memiliki kartu ini.


"Sandinya ulang tahun Kakak kamu. "


ucap Adit saat Kalila menerimanya.


"Terimakasih Kak Adit, nanti akan Lila habiskan saldo limite nya dan jangan marah yaa, hheeee......."


ucap Kalila dengan cengirannya dan Adit hanya menggelengkan kepalanya.


Roti kukus untuk Adit pun selesai di buat, Kamelia langsung menyiapkannya dan memberikannya untuk Adit, Lila langsung pamit ke kamar untuk menyimpan kartunya karena dia akan memasak makanan keinginannya.


"Mas apa gak berlebihan memberikan kartu untuk Lila?? Nanti malah di pakai buat sombong. "


ucap Kamelia saat Adiknya meninggalkan meja makan.


"Jangan pelit sama adik sendiri, suami kaya gak kasih yang spesial untuk adik sendiri, limite nya hanya lima juta jadi aman untuk di gunakan Lila, bahkan mau credit mobil atau motor pun bisa. "


ucap Adit dengan nada entengnya dan Kemelia hanya mendelik mendengar ucapan suaminya itu.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2