
Akhirnya Kalila dan Aldo tiba di Apartment, Aldo memilih langsung menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya sedangkan Kalila langsung memanaskan makanan yang di bawanya dari rumah sang Kakak.
"Apa aku keterlaluan atau emang Kak Aldo yang gak memiliki perasaan ke aku yaa. "
gumam Kalila dalam hatinya sambil menunggu makanan nya panas.
Kalila yang lelah dengan pemikirannya pun memilih menyiapkan teh hangat untuk menemani makan malam kali ini, karena tadi di kediaman Kakak nya hanya makan siang saja berkumpul semuanya.
Setelah makanan dan minumannya selesai di hidangkan, Kalila langsung menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dan ternyata Aldo sudah rapi memakai pakaian santainya.
"Aku mandi dulu yaa Kak, makanan sudah aku hidangkan kalau Kakak mau makan duluan. "
ucap Kalila saat memasuki kamar mandi dan Aldo hanya diam lalu duduk di sisi ranjangnya menunggu Kalila selesai mandi sambil memainkan handphone nya.
Aldo nanti akan bertanya pada Kalila ada masalah apa sampai wajahnya terlihat bingung setelah pulang dari kediaman Adit, Aldo tahu kalau Kalila merasa tertampar dengan ucapan orang tuanya tapi wajah Kalila terlihat tidak biasa.
"Loh.... aku kira Kakak udah duluan. "
ucap Kalila saat keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuhnya.
"Kakak nunggu kamu Lila, ayo cepat pakai pakaiannya nanti keburu dingin makanannya. "
titah Aldo dan Kalila mengiyakannya.
Selesai dengan memakai pakaiannya Kalila langsung menyusul suaminya yang terlebih dahulu menuju meja makan, Kalila langsung menghidangkan nasi dan makanannya untuk Aldi lalu setelahnya barulah Kalila menghidangkan untuknya.
"Besok ada kuliah gak kamu Lila?? "
tanya Aldo yang memecahkan keheningan di meja makan.
"Gak ada Kak sampai akhir minggu ini, aku kan lagi skripsi dan ke kampus juga cuma bimbingan saja sama dosen. "
jawab Kalila dan Aldo mengiyakannya karena memang Istrinya itu sedang menyiapkan skripsinya.
"Bagus lah kalau kamu libur, setelah makan jangan langsung ke kamar dulu karena ada yang mau Kakak tanyakan ke kamu soalnya. "
ucap Aldo dan kalila menganggukkan kepalanya.
Tak butuh waktu lama akhirnya Kalila dan Aldo selesai dengan makan malamnya, Kalila memilih langsung mencuci perabotan kotor bekas makannya dan barulah akan menghampiri Aldo di ruang utama.
Kalila menyiapkan buah potong untuk menemaninya berbicara dengan Aldo karena Kalila takut ada yang penting dan kalau di temani buah potong akan membuat santai dalam perbincangan walaupun perbincangannya alot.
__ADS_1
Kalila langsung menghampiri Aldo dan duduk di sampingnya setelah menyajikan teh hangat dan buah potong di meja yang ada di hadapan keduanya.
"Kakak langsung ke inti yang mau di bicarakan sama kamu Lila, ada apa dengan kamu saat tadi perjalanan hingga pulang kesini pun kamu berubah?? ada yang mengganggu fikiran kamu kah?? "
tanya Aldo yang langsung menanyakan pada intinya.
"Aku kepikiran dengan ucapan orang orang yang ada di rumah Kak Lia tadi siang Kak. "
jawab Kalila dan Aldo menghembuskan nafasnya.
"Biasanya kamu suka enjoy walaupun ada yang menanyakan kapan kamu hamil?? kapan kamu memberikan cucu?? ini bukan kali pertamanya kita di tanya dengan pertanyaan yang sama, ada apa Lila?? "
ucap Adit kembali karena gak mungkin Lila berubah kalau tidak ada masalah yang di pendam.
"Lila takut mau membicarakannya sama Kakak. "
ucap Kalila dan membuat Aldo mengerutkan keningnya menatap Kalila.
"Takut kenapa?? kamu gak membicarakan yang aneh aneh kan?? atau kamu gak meminta berceraika Lila?? Kakak sudah bicarakan berapa kali kan ke kamu, kita akan jalani rumah tangga ini dan ini adalah pernikahan pertama dan terakhir kalinya untuk kita berdua. "
jelas Aldo dan Kalila langsung gelagapan mendapat jawaban dari suaminya karena nada bicara Aldo terdengar marah.
"Bukan itu maksud aku Kak. "
"Terus apa yang membuat kamu takut membicarakannya?? "
tanya Aldo kembali dengan nada kesalnya.
"Kak Aldo sebenarnya mencintai Lila gak?? kenapa Kakak gak mau menyentuh Lila?? apa sejiji itu Kakak ke Lila sampe Kakak gak mau menyentuh Lila, bagaimana Lila bisa hamil Kakak sendiri saja gak pernah menyentuh Lila. "
jawab Kalila dan membuat Aldo langsung terdiam menatap Kalila.
"Jadi itu yang membuat kamu takut berbicara dan berubah?? Lila kenapa fikiran kamu seperti itu sih?? Kakak bukan gak mau menyentuh kamu tapi Kakak takut kamu malah menghindar dan menolak, kamu tahu kan kalau Kakak gak suka penolakan jadi mendingan menjalani saja dan tunggu kamu nyaman. "
jelas Aldo dan Kalila langsung menatap ke arah suaminya itu
"Dan satu lagi, Kakak sayang dan mencintai kamu Lila. Entah kapan rasa ini tumbuh mungkin karena kita selalu bersama jadi nya seperti ini, kamu memangnya gak ada rasa sama Kakak?? Kakak sudah jujur ke kamu. "
jelas Aldo kembali dan Kalila langsung mematung mendengar ucapan suaminya.
"Makasih karena Kakak juga mencintai aku, aku nyaman sama Kakak dan kayanya aku juga jatuh cinta sama Kakak. "
__ADS_1
jawab Kalila sambil menunduk dan membuat Aldo tersenyum lalu bergeser menghampiri Kalila.
"Kamu jadi manis gini, biasanya kamu kan bar bar dan selalu memberontak, Kakak semakin jatuh cinta sama kamu. "
bisik Aldo yang memang sudah ada di samping Kalila dan membuat Kalila mematung.
"Jadi Kakak mau aku bar bar lagi yaa?? "
tanya Kalila dan Aldo langsung mencium bibir Kalila yang membuat empunya mematung.
"Astaga ciuman pertama aku. "
gumam Kalila dalam hatinya yang mematung.
"Gak masalah, yang penting kamu nyaman dan jadilah diri sendiri jangan sampai menciptakan Kalila yang baru, Kakak mencintai kamu apa adanya Lila. "
ucap Aldo sambil mengusap bibir Kalila setelah melepaskan ciumannya.
"Makasih karena Kak Aldo ga menuntut lebih ke aku. "
ucap Kalila yang langsung memeluk tubuh Aldo dan Aldo langsung membalas pelukannya dengan tangan mengusap rambut Kalila penuh sayang.
"Terimakasih Tuhan karena aku bisa melupakan masa lalu dan mencintai istriku sekarang, semoga rumah tangga ini berjalan sampai maut memisahkan. "
gumam Aldo dalam hatinya sambil mengeratkan pelukannya dan Kalila semakin nyaman berada dalam dekapan suaminya itu.
Larut dalam pelukannya akhirnya Kalila melepaskan diri dari dekapan Aldo, Aldo tersenyum dan mencium kening Kalila membuat Kalila langsung tersenyum lebar.
"Istirahat duluan ke kamar yaa, Kakak ada kerjaan sedikit buat besok meeting pagi. "
ucap Aldo dan kalila menggelengkan kepalanya membuat suaminya mengerutkan keningnya.
"Mau nemenin Kakak sambil ngerjain skripsi. "
ucap Kalila dan Aldo menganggukkan kepalanya.
Kalila langsung pamit ke kamar untuk mengambil leptop juga beberapa buku referensinya, Kalila akan meminta bantuan Aldo kembali untuk mengerjakan skripsi nya karena memang Aldo yang selalu membantunya.
.
.
__ADS_1
Bersambung......