Di Madu

Di Madu
82. Tidak terduga


__ADS_3

Setelah kepergian orang tuanya, Kamelia di bawa masuk kedalam rumah dan langsung menuju meja makan karena Kamelia belum mengisi perutnya.


"Sudah jangan banyak berfikir, kasihan dede bayi nya pasti ikut kepikiran dan sekarang lebih baik kita makan. "


ucap Adit saat tiba di meja makan dan Kamelia mengangguk.


"Benar yang di bilang Adit, nanti kita sama sama ke rumah sakit dan Mama akan ikut dampingin. "


ucap Mamanya Adit dan Kamelia tersenyum mendengarnya.


Mamanya Adit langsung menyiapkan makanan khusus untuk ibu hamil agar kandungan Kamelia sehat karena kemarin sempat operasi bahkan melakukan transfusi darah, Dokter menyarankan Kamelia mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna untuk beberapa bulan kedepan karena makanan sehat akan memberikan daya tahan tubuh baik dan kandungan pun akan baik.


"Kalian makan yang tenang dan untuk Lia harus habiskan karena Mama spesial menyiapkan untuk kamu, Mama mau bersiap siap dulu. "


ucap Mamanya Adit dan Kamelia mengangguk.


Adit memakan makanannya dan Kamelia pun mengikutinya, untungnya Kamelia bisa memakan makanan apapun walaupun sedang hamil muda, bahkan makan Kamelia sangat lahap sekali.


.


.


Di rumah sakit saat ini.....


Kedua orang tua Kalila akhirnya tiba di ruangan dan ternyata Ibunya Aldo yang menunggu karena Aldo juga Ayahnya sedang pergi ke kantor.


Ibunya Aldo langsung beranjak dari duduknya untuk menyapa. kedua orang tua Kalila.


"Kenalkan.....saya Rahma ibunya Aldo. "


ucap Ibunya Aldo dan Mamanya Kalila pun menganggukkan kepalanya.


"Saya kira siapa?? Saya Mamanya Kalila dan di samping saya Papanya Kalila. "


ucap Mamanya Kalila dan Ibunya Aldo mengangguk tersenyum.


Papanya Kalila memilih pamit untuk mengurus tokonya dan akan kembali saat nanti jam operasi Kalila mulai, di toko hanya ada satu orang yang bekerja dan takut kewalahan kalau hanya menunggu sendirian.


"Mba sudah lama menunggu Lila di ruangan ini?? "


tanya Mamanya Kalila dan Ibunya Aldo menggelengkan kepalanya.


"Belum lama juga baru satu jam dan tadi ada Aldo sama suami saya juga tapi keduanya sedang ke kantor ada kerjaan, nanti datang saat akan operasi. "


jawab Ibunya Aldo dan Mamanya Kalila mengiyakannya.


"Mama sudah kasih tahu ke Kak Lia?? "


tanya Kalila dan Mamanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Sudah dan kamu juga dapat menebak, Kakak kamu langsung sendu saat mendengarnya. "


jawab sang Mama dan Kalila langsung menghela nafasnya mendengar ucapan Mamanya.


"Kakak mau datang kesini gak?? "


tanya Kalila kembali dan Mamanya mengiyakannya.


"Seperti nya akan datang sama suaminya juga, sudah jangan banyak berfikir dulu dan sekarang tugas kamu hanya harus tenang karena operasi kamu lumayan berat juga. "


jawab Mamanya kembali dan memberikan pengertian untuk Kalila yang kepikiran dengan Kakak nya.


.


.


Tepat pukul satu siang Kamelia datang bersama suami juga Mama mertuanya, Kamelia menggunakan kursi roda yang di dorong langsung oleh Adit, saat tiba di ruangan Kalila perhatian Adit langsung tertuju pada Ibunya Aldo yang sedang duduk.


"Tante Rahma sedang apa disini?? "


tanya Adit dan Ibunya Aldo langsung beranjak lalu menghampiri Adit.


"Loh Mba Rahma ternyata, aku kira siapa dan kenapa bisa ada di ruangan ini?? "


tanya Mamanya Aldo saat berjabat tangan dengan Ibunya Aldo.


"Aldo yang membuat Kalila celaka sampai dua kali, aku disini mau ikut menunggu Kalila di operasi. "


"Ishh..... Aldo yang membuat Adik ipar Adit jadi terluka ternyata, anak itu malah berulah lagi. "


ucap Adit dan Ibunya Aldo langsung meringis mendengarnya.


"Tante juga kesal dengan anak itu Adit, sebagai hukumannya Tante gak membiarkan Aldo diam di Apartment lagi dan menetap di rumah, lagian Aldo akan menikah jadinya harus diam di rumah. "


ucap Ibunya Aldo yang ikut geram dengan tingkah putranya itu.


"Menikah?? sama siapa Tante?? Adit malah gak tahu loh kalau Aldo mau menikah. "


tanya Adit yang heran dengan ucapan Ibunya Aldo.


"Astaga......kalian gak tahu memangnya?? Aldo akan menikah sama Kalila. "


jawab Ibunya Aldo dan membuat Kamelia juga Adit tersentak mendengarnya.


Mamanya Kalila hanya diam saat orang orang di hadapannya membahas pernikahan dan membahas tentang kecelakaan yang melibatkan Aldo juga Kalila karena dia memilih duduk dekat Kalila yang sedari tadi hanya diam.


"Sekarang Aldonya mana?? "


tanya Adit yang memang tidak melihat keberadaan Aldo di ruangan rawat Kalila.

__ADS_1


"Lagi ke kantor sama Ayahnya, bentaran lagi juga datang kayanya kan operasi nanti jam dua mulainya. "


jawab Ibunya Aldo dan Adit langsung menghela nafasnya.


"Kenalkan istrinya Adit, maaf baru mengenalkannya karena sibuk bahas Aldo. "


ucap Adit yang mendorong kursi roda menuju sofa dimana Ibunya Aldo dan Mamanya duduk.


"Cantik sekali istri kamu Adit, mirip sama Kalila ternyata kalian adik Kakak yaa?? "


ucap Ibunya Aldo saat Kamelia mencium tangannya.


Kamelia meminta di antar ke berangkar untuk menghampiri Kalila setelah berbasa basi dengan Ibunya Aldo, Mamanya pun mengerti dan langsung beranjak untuk bergabung duduk di sofa, Kamelia langsung menggenggam tangan Kalila membuat Kalila memberikan semangat untuk Adiknya itu.


"Kenapa kamu gak kasih tahu Kakak yang sebenarnya?? ingat Lila kamu jangan takut karena ada kakak yang akan selalu ada untuk kamu, Kakak yakin kamu akan baik baik saja dan jangan khawatir soal Kaki kamu, semua ada obatnya. "


ucap Kamelia yang memang merasakan kesedihan yang di rasakan Adiknya.


Mimpi Kalila seketika hilang saat kecelakaan kedua kemarin, saat ini keadaan kakinya sudah fatal dan Kalila hanya pastah menerima semuanya.


"Makasih Kak Lia dan Lila hanya sedih saja, mimpi Lila harus terkubur padahal di kampus sedang ada tournamen basket loh Kak. "


ucap Kalila dan Kamelia langsung memukul tangan sang Adik.


"Kamu malah mikirin masalah basket, mau ngejar apa memangnya kalau menang?? nanti Kakak berikan hadiah yang sama biar kamu gak mengingatnya lagi. "


kesal Kamelia dan Kalila hanya mendelik mendengarnya.


"Beda Kakak, aku mau dengan hasil aku sendiri dan bukan di kasih sama Kakak. "


protes Kalila dan sekarang Kamelia yang mendelik mendengarnya.


"Tuhan tidak mendukung mimpi kamu karena Mama sama Papa gak ijinkan kamu menjadi pebasket Lila, rubah mimpi kamu jangan jadi pemain basket lagi. "


ucap Kamelia kembali dan Kalila hanya mengangguk dengan wajah sendu.


"Iya Kak dan maaf karena Lila selalu mengejar impian itu tapi sekarang Lila mau fokus kuliah saja. "


ucap Kalila dan Kamelia tersenyum mendengarnya.


Pintu ruangan terbuka dan ternyata Aldo yang masuk, Aldo langsung terpaku melihat sahabatnya bahkan ada Kamelia juga Mamanya Adit.


"Kaget lihat kami ada disini?? "


sindir Adit yang melihat Aldo terpaku dan Aldo hanya mengangguk menjawabnya.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2