Di Madu

Di Madu
62. Kabur.....


__ADS_3

Bunga tiba di kosan dua puluh menit setelah Kamelia duduk di teras kosan nya, Bunga langsung cekikikan melihat Kamelia yang sedang kelelahan duduk di terasnya, Bunga baru ingat kalau kosan nya berantakan setelah Kamelia menutup telphone nya, tadinya Bunga mau memberitahu tapi mengurungkan nya karena pasti Kamelia akan membersihkannya walaupun Bunga melarangnya.


"Apa cengengesan?? "


ketus Kamelia saat Bunga menghampiri dengan senyum menyebalkannya menurut Kamelia.


"Maafkan aku Lia sayang, kamu tahu kan aku galau kemarin kemarin dan gak ada gairah buat membersihkan kosan, makasih sudah membuat kosan aku wangi lagi. "


jawab Bunga dan Kamelia mendelik mendengarnya.


Bunga ikut duduk dan memberikan bungkusan makanan juga jus kesukaan Kamelia, Kamelia langsung meminum nya tanpa di tawari dan membuat Bunga terbahak bahak.


"Bagaimana sekarang kondisi hati kamu?? masih galau kah?? atau sudah baikan?? "


tanya Kamelia sambil membuka kotak makanan yang ternyata isinya bolu gulung pelangi kesukaannya.


"Lebih baik sekarang Lia saat Bunda menjelaskan semuanya, Bunda bilang Ikbal bukan laki laki baik karena dia malah diam tidak berkomentar saat aku meminta Ikbal melamar, Bunda juga bilang mulai terima kenyataan dan mulai hilangkan rasa untuk Ikbal karena Ayah menjodohkan aku dengan anak dari sahabat Ayah. "


jawab Bunga dan Kamelia tersenyum mendengarnya.


"Bisa jadi ucapan Bunda kamu benar sih Bunga, lebih baik kamu ajak Ikbal bicara kalau memang kamu benar benar mencintainya, kalau jawabannya tetap diam. kamu berhak memutuskan hubungan karena Ikbal bukan laki laki yang tepat, setiap orang berhak memiliki kesempatan kan dan tugas kamu memberikannya sama Ikbal. "


ucap Kamelia dan Bunga mengiyakannya karena apa yang di ucapkan Kamelia sama dengan Bundanya.


"Tumben kamu datang ke kosan, biasanya di jemput kakanda kamu. "


ucap Bunga yang merasa aneh karena Kamelia datang ke tempatnya.


"Lagi malas sama dia dan jangan beritahu aku ada disini yaa, aku lagi ngehindar sama dia. "


jawab Kamelia dan Bunga mengiyakannya.


"Apa karena kemarin kamu pulang malam?? jadinya kalian seperti ini. "


tanya Bunga dan Kamelia menggelengkan kepalanya.


"Sudah lah jangan bahas Bunga, orderin makanan dong aku lapar banget tapi nasi yaa. "


jawab Kamelia yang mengalihkan pembahasan nya dan Bunga mengiayakannya.


Kamelia langsung masuk kedalam dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Bunga langsung memesankan makanan untuk Kamelia dan juga untuknya, Bunga langsung masuk kedalam kamar kos nya dan tersenyum senang saat melihat kamar nya rapih wangi dan sangat bersih, Bunga benar benar bangga karena sahabatnya memang dangat terbaik.


"Nyaman sekali kasurnya setelah di rapihkan Lia. "


gumam Bunga sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya.

__ADS_1


.


.


Beberapa saat kemudian.......


Kamelia sudah berganti pakaian memakai pakaian milik Bunga dan langsung duduk lesehan karena makanan yang di pesan Bunga sudah datang.


"Makanan enak kesukaan aku ini. "


ucap Kamelia saat Bunga membuka kotak makan milik Kamelia.


"Makanya ayo kita makan dan hilangkan kesialan hati kita dengan makan. "


ucap Bunga yang aneh dengan ucapannya dan Kamelia langsung memakan makanan bagiannya.


Keduanya makan dan sesekali terbahak bahak entah apa yang mereka bahas karena hanya Bunga dan Kamelia yang tahu, Kamelia merasa baikan dengan hatinya yang terasa sakit tapi lain dengan Adit yang merasa risau karena Kamelia tidak menjawab panggilannya dan saat GPS handphone Kamelia di periksa ternyata sudah gak aktif tiga jam lalu.


"Lebih baik aku pulang ke rumah, siapa tahu seperti kemarin Lia kasih tau sama Mama dimana Kamelia berada. "


gumam Adit yang langsung berbalik arah menuju kediaman Mamanya.


Adit mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh dan hanya beberapa menit tiba di kediamannya, Adit langsung mencari keberadaan Mamanya yang ternyata sedang menata makanannya.


tanya Adit saat tiba di hadapan Mamanya dan membuat Mamanya mengerutkan keningnya.


"Maksud kamu Kamelia gak tahu keberadaannya dimana?? kamu melakukan kesalah sama Kamelia?? "


jawab Mamanya yang berbalik mempertanyakannya pada Adit dan Adit langsung terdiam.


"Adit hanya nanya ke Mama, Lia ngabarin Mama gak?? soalnya saat Adit jemput ternyata Lia pulang lebih awal. "


ucap Adit dengan nada khawatirnya dan membuat Mamanya terdiam lalu mengambil handphone nya.


"Gak ada pesan atau panggilan dari Lia, dia gak ngabarin Mama ternyata. "


ucap Mamanya dan membuat Adit terdiam.


"Kamu melakukan apa sama Lia?? dia gak mungkin seperti ini kalau gak ada pemicunya dan kamu faktor pemicunya. "


ucap Mamanya dan membuat Adit terdiam.


"Yasudah Adit mau cari Lia dulu. "


pamit Adit sambil berbalik menuju pintu untuk segera keluar dari rumah mencari Kamelia yang entah dimana keberadaannya.

__ADS_1


Setelah Adit pergi, Mamanya langsung menghubungi Kamelia tapi tidak di angkat karena memang handphone Kamelia sedang di dalam tas dalam keadaan mode pengatura hening.


Di tempat Ikbal saat ini......


Ikbal yang sedang dilema akhirnya hanya diam di Apartemen dan Aldo dengan setia menemani karena takut Ikbal malah nekad dan tidak berpikir jernih.


"Ball..... kamu sebenarnya cinta gak sama Bunga?? "


tanya Aldo saat melihat Ikbal sedang diam di kursi.


"Aku mencintai Bunga dan kamu tahu kan susah sekali mendapatkan Bunga. "


jawab Ikbal dan Aldo mengiyakannya.


"Terus kenapa di suruh ngelamar malah gak jawab, setidaknya bilang gak atau bilang minta waktu, kesannya kamu bukan laki laki baik loh jadinya kalau tidak memberikan tanggapan. "


jelas Aldo dan Ikbal malah menghela nafasnya.


"Entahlah Al karena sampai sekarang Bunga susah di hubungi dan pesan aku juga gak di balas satu pun. "


ucap Ikbal dengan nada sedihnya dan Aldo hanya bisa diam karena dia tidak tahu harus bagaimana membantunya.


"Coba datangi tempat Bunga dan bicarakan baik baik, bila perlu kamu ceritakan masa lalu kelam kamu itu agar Bunga tidak berpikiran jelek ke kamu, itu saran saja sih. "


ucap Aldo yang memberikan saran dan Ikbal mengiyakannya.


"Baiklah aku akan datangi tempat kost Bunga kalau gitu, makasih buat sarannya. "


ucap Ikbal yang langsung keluar dari Apartemen dan meninggalkan Aldo sendirian.


"Ishhh..... anak itu malah ninggalin aku disini. "


gerutu Aldo saat melihat Ikbal pergi dan Aldo memilih menuju kamar untuk istirahat karena seharian ini banyak sekali masalah yang harus di selesaikan nya.


Ikbal langsung mengemudikan mobil nya menuju kediaman Bunga, dia tidak perduli dengan Aldo yang berada di tempatnya karena saat ini Bunga paling penting.


Beberapa menit berkendara akhirnya tiba di kost Bunga, walaupun sudah mulai malam tapi Ikbal tidak perduli karena dia ingin bertemu Bunga untuk membicarakan masalah nya.


Tiba di pintu kost nya Ikbal langsung mengetuk pintunya dan menunggu beberapa saat karena tidak di buka, Ikbal kembali mengetuknya.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2