Di Madu

Di Madu
84. bujukan Kalila......


__ADS_3

Kalila akhirnya sadar dan membuat semua yang menunggu di ruangan itu lega melihatnya, Kalila mencari Kakak nya namun tidak di dapatinya.


"Kak Lia mana Maa?? "


tanya Kalila saat sadar kalau Kakak nya juga keluarganya tidak ada.


"Kakak kamu sudah pulang Lila, dia sedang hamil muda dan gak baik berlama lama di rumah sakit, tapi. tadi Kakak kamu menunggu sampai selesai operasinya. "


jawab Sang Mama dan Kalila mengiyakannya.


Dua jam kemudian......


"Kalian lebih baik pulang saja dan beristirahat, Lila biar Aldo yang jaga, jangan khawatir. "


ucap Aldo setelah orang tuanya pamit dan melihat Kedua orang tuanya Kalila berwajah lelah.


"Iya Maa, lebih baik Mama sama Papa pulang saja dan besok. datang lagi, Lila kan sudah aman bisa makan sama minum. "


ucap Kalila yang menyetujui saran Aldo.


"Kalau ada apa apa kabarin Tante yaa, jangan lupa. "


ucap Mamanya Kalila dan Aldo menganggukkan kepalanya lalu mengantarkan kedua orang tua Kalila menuju pintu.


"Om sama Tante jangan khawatir, Lila akan di jaga sama Aldo dan kalian tenanglah. "


ucap Aldo saat sampai di pintu ruangannya.


"Kami pulang dan besok Tante akan datang membawa pakaian juga makanan yaa. "


ucap Mamanya Kamelia dan Aldo mengiyakannya.


Aldo menghela nafasnya saat kedua orang tua Kalila pergi dan dia harus berbicara dengan Kalila untuk membujuknya, janjinya sudah terucap dan pantang untuk menariknya kembali.


"Kalau butuh sesuatu kasih tau yaa. "


ucap Aldo saat masuk kembali kedalam ruangan dan langsung duduk di samping berangkar Kalila.


"Mau berbicara apa?? katakan saja!! "


ucap Kalila dan Aldo langsung mengerutkan keningnya karena Kalila bisa menebak nya.


"Kamu...... "


jawab Aldo tapi langsung di sanggah Kalila.


"Mana mungkin kamu meminta semua pergi kalau kamu gak ada niatan terselubung, ayo katakan mau bicara apa?? atau mau membahas apa sama saya. "

__ADS_1


ucap Kalila dan Aldo langsung menarik nafasnya sebelum mengutarakan keinginannya.


"Lila..... setujui niatan saya untuk menikahi kamu, saya ikhlas menikahi kamu walaupun kita berdua tidak memiliki perasaan apapun tapi aku yakin seiring berjalannya waktu kita akan bisa memiliki perasaan. "


ucap Aldo dan Kalila langsung terdiam mendengarnya.


"Pasti Kak Lia gak setuju yaa?? "


tebak Kalila dan Aldo mengiyakannya.


"Kakak dan Kakak ipar kamu kompak menolak saya yang akan menikahi kamu karena rasa tanggung jawab, tapi saya akan berusaha menjalani nya nanti dan bukan hanya saya saja tapi kamu juga. "


jawab Aldo dan Lila hanya diam mencerna ucapan Aldo.


"Saya cacat pasti gak ada yang mau sama saya nantinya, yasudah saya mau menikah sama kamu karena gak ada pilihan lagi, masa saya yang di rugikan dan kamu juga harus nanggung resiko seumur hidup kamu, saya cacat semua ulah kamu. "


ucap Kalila dengan nada sinisnya dan Aldo melongo mendengarnya karena Kalila begitu jujur menjawabnya.


"Kamu ini gak ada jaim jaim nya sekali jadi wanita. "


protes Aldo dan Kalila hanya mendelik mendengarnya.


"Mana ada jaim sama cowok kaya kamu, sudah jangan bahas nanti saya akan bujuk Kak Lia nya dan urus pernikahan kita sebelum saya keluar dari rumah sakit ini, ingat itu. "


ucap Kalila dengan nada seriusnya dan Aldo hanya menghela nafasnya.


gumam Aldo dalam hatinya sambil beranjak lalu menuju sofa untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya.


Aldo merasakan lelah hati dan pikirannya, dia sedang berjuang melupakan perasaan nya pada Kamelia dan malah mendapati kalau Kalila adalah adik kandung Kamelia, sudah dapat di pastikan dia akan selalu terhubung dengan Kamelia juga Adit sahabatnya.


Lelah dengan pikiran nya akhirnya Aldo langsung terlelap di atas sofa, Kalila membiarkannya karena memang dia akan bertukar pesan dengan Kakaknya.


💬 Kak Lia sudah tidur belum....... ??


pesan terkirim namun belum di baca oleh Kamelia dan Kalila menungunya dengan sabar hingga beberapa menit barulah pesannya terbalas.


💬 Kamu baik baik saja kan Lila??


Kamelia malah balik bertanya dan membuat Kalila menghela nafasnya bahkan kakak nya malah menelphone nya.


Dalam panggilan saat ini.....


"Lila kamu baik baik saja disana?? "


"Lila baik baik saja Kak, Kakak malah nelphone bukannya balas pesan aku. "


"Kakak khawatir takut kamu butuh sesuatu makanya kamu kirim pesan. "

__ADS_1


"Gak Kak, Lila hany minta restu sama Kakak untuk menikah sama Kak Aldo, ijinkan ya Kak!! "


"Kalau dia menikahi kamu karena rasa kasihan dan tanggung jawab lebih baik jangan karena kamu nanti yang menjadi korbannya. "


"Kak sebenarnya Lila sedih karena kaki Lila cacat selamanya, Lila mau memberi pelajaran sama Kak Aldo yang sudah membuat Lila kaya gini, enak saja dia bahagia sedangkan Lila menderita karena kecacatan ini. "


"Astaga kamu juga malah menerima pernikahannya karena balas dendam, itu gak sehat Lila. "


"Pliis Kak dan Lila yakin setelah Lila pulih pasti gak ada laki laki yang menerima Lila apa adanya, Lila cacat Kak dan Lila mau Kak Aldo tanggung jawab seumur hidup Lila. "


"Maaf karena Kakak gak bisa jaga kamu, yasudah Kakak ijinkan kamu menikah dan jangan ada niatan balas dendam yaa, itu gak sehat Lila. "


"Makasih Kak sudah ijinkan, Lila gak janji kalau urusan itu dan lebih baik Kakak istirahat yaa. "


"Kamu itu nakal sekali mengalihkan topik pembicaraan, yasudah Kakak istirahat dulu dan kamu juga istirahat biar besok feresh. "


Panggilan berakhir........


Lila merasa lega karena Kakaknya sudah mengijinkannya, Lila sebenarnya terpaksa menerima semuanya karena tidak mungkin Lila melepaskan Aldo yang sudah merusak impian masa depan nya, impian Kalila semasa kecil.


Di kediaman Kamelia saat ini......


"Besok lusa kamu ke kantor dan Mas akan antar kamu, surat pengunduran diri kamu sudah Acc dan kamu wajib datang untuk mengurus administrasi. "


jelas Adit saat Kamelia menyimpan handphone nya.


Kamelia hanya bisa menghela nafasnya karena dia juga sadar kalau saat ini dia harus patuh pada suaminya, walaupun dengan meninggalkan pekerjaannya dia tetap patuh karena Adit melakukan semua demi kebaikannya.


"Iya Mas Adit aku ikut semua yang kamu katakan. "


jawab Kamelia dan Adit Lansung tersenyum mendengarnya.


"Istri aku sangat patuh sekali ternyata. "


puji Adit sambil memeluk Kamelia begitu erat.


"Lila meminta restu dan aku ijinkan dia menikah sama Aldo, aku hanya takut Aldo ada dendam pribadi Mas makanya aku menolak pernikahan mereka. "


Ucap Kamelia dan Adit langsung mengusap kepala Kamelia penuh sayang.


"Aldo bukan laki laki seperti itu, Mas bukan membela sahabat sendiri tapi memang Aldo bukan tipekal pendendam, kamu jangan takut kalau Aldo macam macam sama Lila. Bukan hanya Mas yang akan menghajarnya tapi Mama dan Papa akan ikut marah karena Aldo sudah di anggap anak juga oleh Mama juga Papa. "


jelas Adit dan Kamelia mengiyakannya.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2