Di Madu

Di Madu
76. masih dengan rasa trauma........


__ADS_3

Aldo memilih menuju lantai atas dimana Kamelia di rawat setelah melihat motor Kalila meninggalkan parkiran bawah tanah rumah sakit, Aldo benar benar merasa bersalah karena tiga kali pertemuan pasti berakhir Kalila celaka.


"Apa aku beneran membawa sial untuk Kalila, harus bagaimana buang sialnya kalau gitu. "


gumam Aldo yang berjalan memasuki lift.


Tiba di lantai ruangan Kamelia, Aldo langsung masuk mengucap salam lalu memberikan Bunga Lili untuk Kamelia yang langsunh di terima oleh Mamanya Adit karena Kamelia sedang di periksa setelah melaporkan merasakan perih di bagian perutnya.


"Lama sekali Al..... kamu memangnya kemana dulu?? "


tanya Ikbal saat Aldo duduk di sampingnya.


"Ada insiden kecil Ball, oh iya. Aku mau nanya sama kamu Ball lebih tepatnya meminta pendapat kamu. "


jawab Aldo dan membuat Ikbal mengerutkan keningnya mendengar ucapan sang sahabat yang aneh menurutnya.


"Mau menanyakan pendapat apa emangnya?? kamu aneh sekali Al..... "


ucap Ikbal yang merasakan keanehan pada sahabatnya.


"Aku sudah tiga kali bertemu sama cewe dan berakhir cewe itu celaka Ball, yang terakhir barusan di parkiran dan cewe itu jatuh kena pintu mobil, apa benar aku pembawa siall?? cewe itu marah marah dan ngatain kalau aku pembawa sial buat kehidupan dia. "


jelas Aldo dengan nada murungnya dan membuat Ikbal langsung tersenyum mendengarnya.


"Bukan sial tapi kalian berjodoh. "


Bunga yang menjawab dan Ikbal malah menyetujuinya.


"Kalian malah kompak sekali siih. "


protes Aldo saat melihat sahabatnya juga pacar sahabatnya malah seperti mengejeknya.


Kamelia selesai dengan pemeriksaannya dan gordennya kembali di buka, Adit langsung membantu Kamelia duduk bersandar karena Kamelia yang memintanya.


"Kalau masih perih kasih tau yaa Sayang, jangan nahan nahan dan kamu dengar kan barusan pesan dari Dokternya. "


ucap Adit yang selesai membenahi selimbut yang menutupi setengah kaki Kamelia.


Bunga langsung beranjak dan memeluk Kamelia, membuat Kamelia menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya malah menangis.


"Lia kenapa kamu lemah sekali sih, bukannya telphone aku dan aku akan datang buat mukul wanita gila itu. "


ucap Bunga dengan nada kesalnya dan Kamelia hanya tersenyum mendengarnya.


"Yakin bisa ngalahin?? penjaga saja satu orang sampai meninggal karena di tusuk dan tiga lainnya luka luka kena tusukan, lalu Kamelia satunya jadi enam total korbannya. "


ucap mamanya Adit dan Bunga langsung bergedik mendengarnya.

__ADS_1


"Ga berani Tante kalau sesadis itu, kayanya dia psikopat atau terganggu jiwanya deh. "


ucap Bunga dan Mamanya Adit tersenyum mendengarnya.


"Sudah aman dan wanita itu saat ini berada di tempat yang semestinya. "


ucap Mamanya Adit dan di benarkan oleh Kamelia.


"Lia.... Pak Danil katanya turut sedih dengan apa yang menimpa kamu, nanti dari kantor mau menjenguk kalau sudah di perbolehkan katanya. "


ucap Bunga dan Kamelia mengiyakannya.


"Makasih karena kamu rela bolos demi datang kesini dan makasih buat Ikbal sama Aldo yang menyempatkan untuk datang menjenguk. "


ucap Kamelia dan Semua tersenyum mendengarnya.


"Lia kamu gak jatuh kan pas di tusuk?? maksudnya gak jatuh terpental kan ke lantai?? "


tanya Bunga yang teringat dengan kehamilan sahabatnya.


"Aman Bunga dan Mama yang menangkap tubuh aku. "


jawab Kamelia dan membuat Bunga bernafas lega mendengarnya.


"Kami sudah tahu Bunga kalau Lia hamil muda dan Tante juga gak tahu kenapa langsung reflek lari menghampiri Lia karena takut jatuh, mungkin karena memang Tante feelingnya kuat takut Lia jatuh ke lantai. "


jelas Mamanya Adit dan Bunya menganggukkan kepalanya.


ucap Bunga dan membuat Adit mendelik sebal.


"Harusnya saya yang melihat pertama bukan kamu. "


protes Adit dan Bunga mengangkat bahunya tanda tidak mau tahu protesan Adit.


"Berarti keponakan aku emang gak mau di lihat sama Ayahnya, lebih memilih sama aunty yang melihatnya. "


jawab Bunga dengan ejekannya dan Adit hanya menghela nafasnya karena melihat Kamelia yang memberikan isyarat agar tidak menimpal.


Aldo hanya diam tanpa ikut mengobrol karena pikiran dia tertuju pada Kalila saat ini, wanita itu kesakitan lagi karena ulahnya sekarang.


"Al lebih baik samperin wanita itu ke rumahnya, bukannya kamu tahu rumah wanita itu dan minta maaf sama orang tuanya, bila perlu kamu lamar wanita itu. "


ucap Ikbal yang melihat raut wajah Aldo yang terlihat banyak pikiran.


"Ngaco kamu ini, masa harus lamar orang segala dan dia gak akan mau Ikbal. "


ucap Aldo dengan nada kesalnya membuat Ikbal terbahak mendengarnya.

__ADS_1


Aldo yang mendengarkan saran Ikbal pun memilih untuk menyusul dan langsung pamit pada semuanya, Aldo juga mendoakan kesembuhan Kamelia dan Kamelia tersenyum menjawabnya.


"Bunga..... sudah ada jawaban dari Ikbal?? "


tanya Kamelia dengan nada yang pelan dan Bunga menggelengkan kepalanya.


"Memang kita gak berjodoh Lia, biarkan laah karena aku gak mau memikirkan nya dan mendingan fokus dengan kehidupan aku kedepannya, aku mau pulang ke rumah Ayah tadi Ayah nelphone katanya siang ini Ayah pulang. "


jawab Bunga dengan nada pasrahnya dan Kamelia mengiyakannya.


"Aku mendukung semua yang terbaik buat kamu Bunga, laki laki yang tidak melupakan masa lalunya sama saja dengan laki laki yang sangat pengecut, kamu berhak bahagia Bunga dan kamu yang tentukan kebahagiaan itu. "


ucap Kamelia dan Bunga mengacungkan jempolnya.


Bunga memilih pamit pulang setelah cukup menjenguk Kamelia, Ikbal pun mengikuti Bunga pulang dan Bunga tidak mempermasalahkannya karena Bunga membawa mobil sendiri dan dia akan pulang ke rumah orang tuanya.


"Sayang..... tunggu sebentar. "


ucap Ikbal yang menghalau perjalanan Bunga dan Bunga langsung berbalik ke arah Ikbal.


"Apa?? "


tanya Bunga dengan nada ketus nya dan Ikbal malah cengengesan menanggapi keketusan Bunga.


"Kita ke apartment aku dulu yaa dan kita makan bersama. "


jawab Ikbal dan Bunga menggelengkan kepalanya.


"Maaf gak bisa, Ayah kembali nanti sore dan aku mau pulang ke rumah sekarang. "


ucap Bunga dan membuat Ikbal langsung melemas mendengarnya.


"Bukannya Ayah kamu kembali nya minggu depan yaa?? kenapa sudan pulang?? "


tanya Ikbal dan Bunga hanya bisa menghela nafasnya.


"Sudah jangan banyak protes, aku mau pulang dan kamu lebih baik merenung karena batas berfikir kamu hanya tinggal enam hari lagi, aku pulang dulu. "


jawab Bunga yang langsung melanjutkan kembali perjalanannya dan Ikbal langsung mematung melihatnya.


"Bunga aku sangat mencintai kamu tapi entah kenapa berat rasanya untuk menuju keseriusan sama kamu, trauma aku sangat menghantui saat ini. "


gumam Ikbal dan langsung berjalan menuju parkiran dimana mobilnya terparkir.


Ikbal masih merasakan kebimbangan saat ini dan dia sedang berusaha memberanikan diri untuk mengenyahkan trauma perselingkuhan terdahulu yang di lakukan oleh wanita paling di cintainya dan Asisten yang paling di percaya nya.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2