Di Madu

Di Madu
45. rencana part 1


__ADS_3

Selesai dengan sarapannya Adit langsung pamit dan mewanti wanti Kamelia agar tidak keluar dari apartemen nya, Kamelia pun mengiyakannya dan akan diam di rumah karena ada adiknya yang menemaninya.


Selepas kepergian Adit, Kamelia langsung kembali ke dapur untuk melihat Adiknya yang sedang membuat Steak daging pagi ini, Kamelia hanya menyiapkan bahan juga bumbunya saja.


"Kak Adit baik banget yaa Kak. "


puji Kalila saat Kamelia kembali ke dapur.


"Suami dan kedua mertua Kakak sangat baik Lila, Kakak sebenarnya beruntung menikah dengan Adit dan walaupun terpaksa tapi ikhlas saja kuncinya. "


jelas Kamelia dan Adiknya mengangguk karena Lila sudah mengetahui yang sebenarnya.


"Kakak memang perempuan hebat, Mama sudah menceritakan semuanya sama aku Kak dan Lila bangga sama Kakak. "


ucap Kalila dan Kamelia hanya tersenyum.


"Sudah jangan bicarakan masalah Kakak, sekarang ayo lanjutkan masaknya dan Kakak akan siapkan topingnya. "


ucap kamelia yang mengalihkan pembahasannya dan Sang Adik mengiyakannya.


"Topingnya mau kentang goreng, jagung sama buncis di rebus yaa kak. "


pinta Kalila dan Kamelia mengiyakannya.


Keduanya langsung asik dengan kesibukan masing masing, Kalila bahkan sangat fokus dengan steak nya dan Kamelia hanya tinggal menunggu sayuran matang, Kamelia juga membuat saus untuk steak nya beserta saus tomat dan saus pedas.


Tiga puluh menit kemudian makanan selesai di buat, Kamelia tersenyum melihat karya adiknya yang membuat Steak sesuai keinginan adiknya.


Di kediaman Cindi saat ini.....


Cindi membuka matanya dan tidak melihat Adit berada di sampingnya tapi tubuhnya saat ini tidak menggunakan sehelai benang pun tapi semalam Cindi tidak merasakan apapun.


"Adit kemana yaa?? Masa aku berangkat ke pestanya sendirian. "


Ucap Cindi sambil beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.


Cindi langsung meminta pelayan pribadinya masuk ke kamar untuk membantunya mandi dan tak butuh waktu lama pelayannya pun masuk membantu Cindi mandi.


"Kamu tahu kemana suamiku pergi?? "


Tanya Cindi saat pelayan membantunya keramas.


"Tuan Adit pergi beberapa menit lalu Nyonya saya melihatnya, kenapa memangnya Nyonya?? "


Jawab sang pelayan dan Cindi hanya berdehem menjawabnya.


"Tidak ada apa apa, lanjutkan lagi pijat kepalaku nya dan pelan pelan jangan terlalu kuat. "


Ucap Cindi dengan nada ketusnya dan pelayannya hanya mengangguk lalu kembali melanjutkan membantu Cindi keramas.

__ADS_1


Sedangkan saat ini Adit sedang di rumah orang tuanya, Mamanya Adit kaget karena putra nya datang dengan menenteng jas di tangannya yang akan di pakainya ke pesta nanti.


"Kamu ini bukan nya barengan wanita itu malah kesini lagi, nanti dia curiga loh. "


ucap Mamanya saat Adit duduk di sampingnya.


"Pliis jangan debat yaa, Adit juga sudah mempersiapkan semua keperluan wanita itu jadi dia gak akan curiga. "


ucap Adit yang membela diri karena dia sedang memikirkan Kamelia saat ini.


"Semalam kamu selamat Ditt?? "


tanya Papanya dan Adit menganggukkan kepalanya.


"Walaupun ada derama sedikit tapi ide Papa sangat brilian dan semalam aku nginap sama Kamelia. "


jawab Adit dengan senyumannya dan membuat Papanya mengacungkan jempolnya.


"Kamu ini jangan terlalu memaksa menantu Mama yaa, kasihan Lia nya. "


protes sang Mama karena sudah pasti Kamelia akan di ganggu oleh putra nya.


"Katanya Mama mau cucu, lagian Kamelia nya juga suka dan gak protes. "


ucap Adit yang membela dirinya dan Mamanya hanya bisa melototkan matanya.


ancam Mamanya dan Adit hanya diam karena dia malas mendebat Mamanya pasti akan kalah.


"Sudah Maa......percayakan pada Adit dan lebih baik Mama bersiap karena hanya beberapa jam lagi kita akan pergi ke hotelnya. "


Lerai Papanya Adit yang memang merasa kasihan dengan sang putra karena di debat istrinya pasti akan kalah.


"Papa selalu membela Adit. "


Protes sang istri yang langsung beranjak karena memang dia akan bersiap.


Selepas kepergian istrinya, Papanya Adit langsung berwajah serius dan Adit mengetahuinya karena hal apa, Adit membuka tas nya lalu memberikan berkasnya pada sang Papa.


"Semua bukti kejahatan Cindi dan ayah tirinya, mungkin nanti malam ayahnya akan di tangkap polisi, nanti malam setelah pesta berakhir akan Adit selesaikan dan Cindi akan Adit bawa ke rumah ini. "


Jelas Adit yang memang sudah mengetahui apa yang di inginkan Papanya.


"Bagus Adit dan kamu jangan takut karena semua sudah Papa atur dan tidak akan melibatkan Kamelia tapi kita jangan lengah karena Cindi tidak akan diam. "


Jawab Papanya dan Adit menganggukkan kepalanya.


"Libatkan Mama yaa, Cindi sedikit takut ke Mama dan nanti Adit yang akan memulai rencananya. "


Ucap Adit dan Papanya langsung mengangguk setuju.

__ADS_1


"Biar Papa yang akan bujuk Mama dan kamu santai saja nanti, ikuti semua rencananya. "


Ucap Papanya dan Adit mengiyakannya.


"Kamelia benar benar wanita murni Papa dan Adit orang pertama yang menyentuhnya, terimakasih untuk pemaksaannya saat itu Papa, kalau Adit menolak pasti Adit akan sangat rugi sekali. "


Ucap Adit dan Papanya tersenyum mendengarnya.


"Seorang ibu tidak akan pernah salah dalam menilai Adit, Mama kamu ingin yang terbaik buat kamu Adit dan Papa mendukungnya, terbukti kan semua berjalan lancar dan ingat jangan sakiti Kamelia karena dia Wanita yang sangat baik sekali dan Kamelia juga kesayangan mendiang Kakek kamu loh Adit. "


Ucap Papanya dan Adit tersenyum mendengarnya.


"Adit sudah mulai mencintai Kamelia dan Cindi saat itu bukan Cinta tapi kesalahan. "


Ucap Adit dan Papanya sekarang yang tertawa mendengarnya.


"Kamu kaya anak remaja yang di mabuk cinta loh, Papa hanya mengingatkan kamu saja supaya menjaga Kamelia dan kamu harus jujur pada sahabat kamu, Aldo tertarik dengan Kamelia sepertinya dan dia berusaha mendekati Kamelia lewat sahabatnya Kamelia yang ternyata kekasih Ikbal. "


Peringatan Papanya dan Adit langsung mengiyakannya karena Adit juga tidak ingin Aldo sampai terlampau jauh sampai menyukai Kamelia.


"Adit akan menjelaskannya setelah masalah Cindi saja mungkin Papa, saat ini tidak mungkin karena Aldo akan hadir di acara malam ini dan takutnya Cindi mendengar semuanya, karena Cindi beranggapan kalau Aldo adalah kekasih kamelia setelah melihat kebersamaannya waktu itu. "


Jawab Adit dan Papanya hanya menghela nafasnya karena kisah cinta putranya rumit sekarang.


"Jangan sampai persahabatan kalian renggang yaa, kalian bertiga tumbuh bersama soalnya layaknya saudara. "


Ucap Papanya yang langsung pamit menyusul istrinya yang sedang bersiap.


Adit langsung mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi Cindi agar tidak curiga karena rencananya lumayan berliku nantinya.


Dalam panggilan saat ini......


"Adit kamu dimana sih?? Aku malah bersiap sendiri ini. "


"Aku di ruma Mama dan aku kan sudah mengirim orang salon yang akan membantu kamu. "


"Iya deh gak masalah dan makasih untuk gaunnya sangat cantik sesuai keinginan aku. "


"Semua untuk kamu Cindi dan gaunnya tidak sama dengan Mama sudah aku ganti. "


"Iya Adit, aku tutup yaa panggilannya mau bersiap. "


Panggilan berakhir........


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2