
Tepat pukul sepuluh malam akhirnya Kamelia tiba di rumah dan lamgsung masuk kedalam rumah yang sudah dalam keadaan sepi, yang membuka pintu juga pelayan yang sedang merapihkan dapur karena kepala pelayan sepertinya sudah beristirahat.
"Mas Adit pasti marah ini...... "
gumam Kamelia yang berjalan menuju kamarnya.
Kamelia membuka pintu kamarnya dan ternyata Adit sedang duduk di sofa sambil memainkan leptopnya, Adit hanya melirik dan kembali fokus ke layar monitornya.
Kamelia menghela nafasnya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Kamelia harus berjuang untuk membuat Adit tidak marah.
"Duuh..... Mas Adit gak bersahabat sekali wajahnya, rumah orang tua Bunga kan jauh jaraknya dari rumah ini, tadi saja minta ngebut sama supirnya. "
gumam Kamelia di sela membersihkan tubuhnya.
Selesai dengan kamar mandinya, Kamelia langsung memakai gaun tidurnya seperti biasa dan langsung menghampiri Adit ke sofa.
"Mas Adit......maaf yaa karena aku pulang terlambat, tadi di paksa makan malam dulu sama Bundanya Bunga dan mau menolak juga gak enak. "
ucap Kamelia saat duduk di samping suaminya.
Adit menghela nafasnya lalu menatap ke arah Kamelia, Kamelia hanya bisa menahan nafasnya saat melihat wajah tidak bersahabat dari suaminya.
"Kamu tahu kan kalau kamu sudah punya suami, harusnya setelah mengantarkan Bunga itu kamu langsung pulang dan tolak apapun permintaan mereka. "
ucap Adit dengan nada kesalnya dan kamelia langsung terdiam.
"Maafkan aku Mas dan aku mengakui kalau aku salah. "
ucap Kamelia dengan nada sedikit lirihnya karena merasa tidak nyaman dengan suaminya saat ini.
"Lain kali jangan kamu ulangi lagi, sudah sana tidur pasti kamu lelah kan. "
ucap Adit dan langsung kembali mengerjakan pekerjaanya.
Kamelia yang merasa terusir pun langsung mengiyakannya dan berjalan menuju ranjang, Kamelia memilih merebahkan tubuhnya karena kalau mendebat suaminya dia gak mau menimbulkan keributan dan dia memilih mengalah mengakui kesalahannya.
Sebenarnya Adit sangat khawatir dengan istrinya itu tapi karena egonya yang tinggi akhirnya dia tetap pada pendiriannya marah pada Kamelia, padahal dulu saat Cindi menjadi istrinya lebih parah dari Kamelia karena pulang pasti larut malam bahkan dini hari dan itu karena hura hura bersama teman sosialitanya tapi Kamelia dari tempat temannya bahkan sudah ijin dan di jemput oleh supir kepercayaan Mamanya.
Adit melirik ke arah ranjang dan ternyanya istrinya sudah tertidur pulas karena terlihat dari tubuh Kamelia yang tidak bergerak kembali.
"Lia..... entah kenapa aku jadi marah saat kamu pulang telat, maafkan suamimu ini Sayang. "
ucap Adit yang menghampiri Kamelia lalu merapihkan letak selimbutnya dan mencium kening Kamelia penuh sayang.
__ADS_1
Adit langsung mematikan lampu utama dan merebahkan tubuhnya di samping Kamelia, perutnya memang lapar saat ini tapi Adit malas kalau harus makan dan tidak ada yang menemaninya.
.
.
Pagi menjelang.........
Kamelia membuka matanya dan menatap ke arah sampingnya termyata suaminya masih pulas, biasanya saat membuka mata suaminya pasti memeluknya tapi sekarang suaminya bahkan memunggunginya.
Kamelia langsung beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dia harus bersiap untuk berangkat kerja karena pagi ini dia akan ikut dengan atasannya meeting di luar kantor.
Kamelia selesai dengan bersiap saat ini dan langsung menuju luar kamar karena dia akan berangkat pagi ini, saat tiba di meja makan ternyata ada Mama mertuanya yang sedang duduk menikmati teh hangat paginya.
"Pagi Mama...... "
sapa Kamelia saat menghampiri Mama mertuanya.
"Pagi juga sayang, kamu cantik banget pagi ini dan pakaian kamu terlihat berbeda. "
jawab Mama mertuanya dan meminta Kamelia duduk di sampingnya.
"Lia hari ini mendamping atasan Lia untuk meeting di luar kantor Maa, Lia pamit yaa karena harus ke kantor pagi ini takut kesiangan Mama. "
ucap Kamelia sambil merapihkan roti selai yang di buatnya.
ucap Mamanya Adit saat melihat sang menantu mebawa roti selai.
"Gak apa apa nanti di kantor makan nasinya, titip pesan sama Mas Adit yaa kalau Lia berangkat duluan, mau pamit tapi Mas Adit masih pulas kasihan. "
ucap Kamelia dan Mama mertuanya mengangguk tersenyum.
Kamelia mencium tangan Mama mertuanya dan langsung pamit pergi di antar supir Suaminya, Mamanya Adit tersenyum saat melihat Kamelia begitu cantik pagi ini dan kalau putra tahu pasti akan di omel menantunya itu.
Di dalam kamar Adit mengerjapkan matanya dan saat duduk bersandar dia tidak memdapati istrinya, Adit menghela nafasnya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Adit tersenyum saat melihat jas kerjanya sudsh di siapkan oleh Kamelia bahkan ada tulisan kecil di kaca dan itu memo untuknya dari Kamelia.
"Bagaimana aku gak jatuh cinta sama kamu Kamelia, perlakuan kecil yang begitu manis sekali. "
gumam Adit sambil memakai pakaiannya dan membaca memo yang menempel di kaca rias milik Kamelia.
Adit langsung keluar kamar dan menghampiri kedua orang tuanya yang sedang sarapan, Adit langsung duduk di samping Papanya dan Mamanya membuatkan roti selai untuk Adit.
__ADS_1
"Lia kemana?? kenapa gak barengan kamu?? "
tanya Papanya saat Adit menerima sarapan yang di buatkan Mamanya.
"Lia berangkat duluan Papa, Adit masih tidur saat Lia bangun dan Lia gak bangunin Adit. "
jawab Adit dan Papanya menganggukkan kepalanya.
"Tadi pamit sama Mama katanya dia ikut meeting bersama atasannya, jadi pergi lebih awal. "
ucap Mamanya Adit dan suaminya mengiyakannya.
Beberapa jam berlalu.
Di tempat Kamelia saat ini......
Kamelia langsung ikut dengan Pak Danil menuju tempat meeting, ternyata meeting di laksanakan di sebuah restoran dan Kamelia yang sudah terbiasa pun hanya mengikutinya.
Kamelia mengeluarkan semua berkas berkasnya dan memberikannya pada dua klien yang akan menggunakan jasa keuangan di kantornya tempat bekerja.
Saat asik dengan penjelasan nya, Kamelia tak sengaja melihat suaminya berjalan masuk dari arah pintu dan menuju sebuah ruanga vip restoran.
"Mas Adit juga meeting disini. "
gumam Kamelia dalam hatinya dan kembali fokus menjelaskan semua materi nya.
Setelah dua jam meeting akhirnya semua selesai dan keputusan final nya adalah Bank yang menjadi tempat bekerja Kamelia di percaya sebagai alat pembayaran keungannya.
Kamelia pamit ke kamar mandi dan Pak Danil mengiyakannya, Kamelia langsung berjalan menuju kamar mandi dan setelah selesai dengan urusan kamar mandinya Kamelia berjalan keluar namun seseorang menabraknya hingga wanita itu akan terjatuh namun seseorang menangkapnya.
"Kamu gak apa apa Mell..... "
ucap seseorang dan Kamelia langsung menaikan pandangan nya alangkah kagetnya ternyata suara suaminya.
"Aku gak apa apa Adit, hey wanita ceroboh kalau jalan itu lihat dong jangan asal jalan terus. "
gerutu wanita yang di panggil Mell itu setelah menjawab pertanyaan Adit.
"Maaf Mba atas kecerobohan saya, permisi. "
jawab Kamelia dan langsung beranjak menjauh dari keduanya.
.
__ADS_1
.
Bersambung.........