Di Madu

Di Madu
41. tanpa judul.......


__ADS_3

"Kenapa hanya diam?? "


tanya Adit yang memecahkan keheningan.


"Kita mau kemana ini Mas?? "


tanya Kamelia yang mengabaikan pertanyaan Adit.


"Pulang ke Apartement. "


jawab Adit singkat dan Kamelia langsung terdiam.


"Mas sudah makan belum?? "


tanya Kamelia yang merasa penasaran karena dia membuatkan makan siang untuk Adit.


"Aku jemput kamu buat ngajak makan siang di Apartement, kamu malah kencan sama Aldo. "


jawab Adit dengan nada yang kesal dan membuat Kamelia mengerutkan keningnya.


"Siapa yang kencan?? Aku malah baru sampai di kedai itu dan Aldo sudah ada disana. "


ucap Kamelia yang merasa aneh dengan tuduhan suaminya itu.


"Coba kamu bilang ke teman kamu itu, kalau kamu sudah menikah. "


titah Adit dan membuat Kamelia langsung menghela nafasnya.


"Pernikahan kita di sembunyikan dan orang orang tahunya aku belum menikah, apa jadinya kalau aku bilang sudah menikah dan nanti di sangkanya aku membual. "


tolak Kamelia dan membuat Adit terdiam karena dialah yang menolak pernikahan di ketahui orang orang.


"Iya memang semua salahku Lia yang gak mau mempublikasikan perikahan kedua aku. "


ucap Adit dengan nada menyesalnya dan langsung meminta Kamelia keluar dari mobil karena sudah tiba di parkiran Apartement.


Kamelia langsung keluar dan mengikuti Adit memasuki Apartemen, saat tiba di dalam lift Adit langsung merangkul pinggang Kamelia dan membuat Kamelia terdiam.


Begitu lift terbuka Adit langsung membawa Kamelia menuju Unit nya dan langsung masuk setelah menekan sandi pintunya, Kamelia hanya mengikuti kemanapun Adit membawanya.


"Aku siapkan makanan dulu yaa, istirahat kerja aku cuma lima puluh menit dan sekarang hanya sisa empat puluh menit. "


ucap Kamelia saat Adit akan mencium bibirnya.


"Aku mau makan kamu saja Lia, janji hanya sebentar yaa dan nanti aku antarkan lagi ke kantor kamu. "


pinta Adit dengan nada memelasnya dan membuat Kamelia terdiam.


Adit yang gemas pun langsung menggendong Kamelia dan membawanya ke kamar yang di sebelah kamarnya, Kamelia langsung di rebahkan di atas sofa.


Entah kapan di mulainya, keduanya saat ini sudah sama sama membuka pakaiannya dan Adit langsung menuju intinya, Kamelia hanya bisa pasrah dan menikmati apa yang suaminya berikan.

__ADS_1


Siang hari yang bergelora panas di kamar milik Adit dan Kamelia, tapi siang hari yang mendung di sebuah kedai soto di sebrang tempat kerja Kamelia.


"Amel memangnya pergi kemana sih Bunga?? Kamu bilang dia setuju makan soto dan mau kesini, tapi tadi malah pergi lagi dia nya. "


ucap Aldo saat menatap kedua insan yang sedang di mabuk cinta.


"Katanya keluarganya nyusul ada penting dan semua di luar kuasaku Aldo. "


ucap Bunga dengan santai nya dan menyuapkan makanannya.


"Belum jodoh kamu buat makan bersama Kamelia dan kamu harus sabar. "


ucap Ikbal yang menenangkan sahabatnya itu.


"Bunga......beneran kalau Kamelia belum memiliki kekasih?? Aku gak percaya. "


tanya Aldo dan Bunga menganggukkan kepalanya.


"Beneran dan kalau punya pacar pasti dia cerita, aku akan mencoba lagi nanya nanti saat di kantor. "


jawab Bunga dan Aldo mengiyakannya.


.


.


Di tempat Cindi saat ini......


"Adit lagi ke Ausie lagi dan aku sedang bosan sekali, kalau ke galeri boleh kali yaa karena aku kan masih punya saham tiga puluh persen dan masih memiliki hak juga. "


gumam Cindi dalam hatinya sambil menimang nimang pergi atau tidak.


Akhirnya Cindi memilih untuk menuju galeri nya dan Cindi langsung bersiap, Cindi mengemudikan mobilnya sendiri menuju galeri nya dan hanya dua puluh menit Cindi tiba di galeri.


Dia langsung masuk menuju ruangan khususnya yang ternyata masih ada dan tidak ada yang mengisi, Cindi meminta asisten Presdir yang baru menghadapnya untuk meminta laporan laporan galerinya.


"Astaga kenapa tampan sekali asisten presdirnya, Adit kalah ganteng tapi sayang dia tidak sekaya Adit. "


gumam Cindi dalam hatinya saat seorang pria masuk membawa dokumen yang di inginkannya.


"Kamu beneran Asisten presdir yang baru galeri ini?? "


tanya Cindi dengan nada di buat semanis mungkin untuk menarik pria di hadapannya.


"Betul Nyonya saya adalah Asisten presdir yang baru. "


jawab sang pria dan Cindi langsung tersenyum manis.


"Kamu boleh menunggu dan boleh meninggalkan ruangan saya, nanti saya hubungi kembali kalau saya selesai memeriksanya. "


ucap Cindi dan betapa kesalnya dia saat pria itu memilih keluar dari ruangan Cindi.

__ADS_1


Cindi langsung memeriksa nya dengan seksama, ternyata penjualan Galeri lumayan pesat dan membuat Cindi tersenyum senang.


Di sebuah Bank saat ini......


Kamelia tiba di ruangannya telat lima belas menit dari waktunta dan itu tidak masalah karena Kamelia berbeda dari staff lainnya.


Kamelia langsung mengerjakan pekerjaannya yang benar benar banyak itu bahkan sangat banyak revisian sebelum di berikan ke atasannya.


Saat asik dengan pekerjaannya Bunga tiba tiba duduk di kursi di hadapan meja kerja Kamelia, Kamelia hanya melirik dan melanjutkan kembali pekerjaanya.


"Kamu memangnya sudah selesai pekerjaannya?? Nanti Pak Danil marah kalau kamu ada disini Bunga. "


Tanya Kamelia dan Bunga hanya menghela nafasnya.


"Lia kamu tahu gak kalau Aldo suka sama kamu?? "


tanya balik Bunga dan menghiraukan pertanyaan Kamelia.


"Aku gak ada kerjaan harus mengetahui perasaan orang lain Bunga, aku sibuk. "


jawab Kamelia dan Bunga langsung mendelik mendengarnya.


"Kasihan Aldo dan kamu kasih dia kesempatan untuk mendekati kamu yaa, kamu juga kan jomblo. "


ucap Bunga dan Kamelia sekarang yang menghela nafasnya.


"Bunga bukan aku gak mau memberikan kesempatan sama Aldo, tapi aku sudah memiliki seseorang di hidup aku dan aku gak bisa. "


jawab Kamelia dengan menatap mata Bunga.


"Kamu beneran udah punya pacar Lia?? Kok bisa?? "


ucap Bunga dengan nada kagetnya dan Kamelia hanya menggelengkan kepalanya.


"Kamu merendahkan aku Bunga, aku gini gini juga punya seseorang yang sudah mengisi hati aku, jadi pliss jangan jadi mak comblang untuk Aldo dan tolong jelaskan ke Aldo karena aku gak mau dia berharap lebih yang nantinya akan mengecewakan Aldo. "


jelas Kamelia dan Bunga langsung mengiyakannya.


"Yasudah aku kembali ke meja aku deh Lia, aku butuh penjelasan kamu secepatnya. "


ucap Bunga dan langsung keluar dari ruanga nyaman milik kamelia.


"Anak itu pasti minta penjelasan rinci. "


gumam Kamelia dengan tangan melanjutkan kembali pekerjaannya.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2