Di Madu

Di Madu
53. Pertemuan......


__ADS_3

Kamelia memilih di area depan menggantikan rekan kerja nya yang tidak masuk hari ini, Kamelia bertugas di meja teller Bank dan ternyata antrian lumayan banyak.


Tepat pukul sebelas barulah antrian habis dan kamelia menutup nya, hanya satu orang yang ada di meja teller, Kamelia kembali ke ruangannya untuk bersiap makan siang.


Kamelia tersenyum saat masuk kedalam ruangan nya karena Bunga sudah menunggunya dengan wajah aneh menurut Kamelia.


"Ikbal bilang kita makan siang nanti di restoran, kamu barengan aku Lia berangkatnya. "


Ucap Bunga saat Kamelia masuk lalu duduk di kursi kerjanya.


"Iya Bunga siap. "


Jawab Kamelia dan membuat Bunga mendelik mendengarnya.


"Kamu gak ada yang di jelaskan sama aku Lia. "


Sindir Bunga dan Kamelia tersenyum mendengarnya.


"Aku sudah menikah dengan Adit sahabat Ikbal, kami menikah dua bulan lalu kurang lebih, aku menikah di jodohkan dan di jadikan istri kedua oleh Adit, syarat yang Adit berikan pada orang tuanya saat menerima pernikahannya adalah gak mau publik sampai tahu pernikahan keduanya, makanya aku gak mau menceritakan nya sama kamu Bunga karena kedua sahabat Adit ajah gak ada yang tahu. "


Jelas Kamelia dan Bunga langsung terdiam mendengarnya.


"Pasti kamu sulit yah menjalaninya?? "


Tanya Bunga dan membuat Kamelia terdiam menatap sahabatnya itu.


"Aku gak pernah berfikiran kalau masalah itu sulit untuk di jalanai, semua mudah asalkan kita ikhlas menerima nya karena Tuhan tau mana yang terbaik untuk hambanya, saat ini aku memang istri satu satu nya Adit tapi aku gak akan pernah bisa memperkenalkan nya pada orang orang, aku terima semuanya karena itu takdir yang perlu aku jalani. "


Jawab Kamelia dengan senyumnya dan Bunga langsung menghambur memeluk sahabatnya.


"Kamu benar benar wanita hebat yang mau menerima semua nya, aku saja saat di jodohkan sama Ayah langsung minggat dan kerja sendiri karena gak mau di jodohkan tapi kamu menerimanya dan jadi istri kedua pula. "


Ucap Bunga dan Kamelia langsung tersenyum mendengarnya.


Kamelia melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang membasahi pipi sahabatnya itu.


"Ingat Bunga, sesuatu yang di putuskan orang tua adalah yang terbaik untuk kita, terima saja karena orang tua kita sudah memikirkan baik buruknya kedepannya nanti, kamu harus hadapi Bunga. "


Ucap Kamelia dan Bunga mengangguk.


"Nanti kalau sudah tenang aku pulang ke rumah Ayah, kamu ikut aku yaa Lia. "


Ucap Bunga dan Kamelia mengangguk setuju mendengarnya.


"Sana bersiap, sebentar lagi jam makan siang dan kita kan harus ke tempat Ikbal, pastinya ada Adit disana. "


Ucap Kamelia dan Bunga mengangguk lalu keluar dari ruangan Kamelia.


Kamelia memang mengetahui kalau Bunga kabur dari rumah tapi Kamelia tidak mengetahui kalau Bunga kabur karena menghindar dari perjodohan.


.

__ADS_1


.


.


Adit dan Ikbal sudah sampai di restoran yang private sengaja di pesan Adit, namun Aldo belum tiba ternyata ada insiden di jalan dan meminta duluan saja karena dia harus menyelesaikan masalahnya.


"Aldo bukan menghidar kan?? "


Tanya Adit dan Ikbal menggelengkan kepalanya.


"Aldo sudah menerima semuanya Ditt, sepertinya dia memang mengalami kecelakaan deh. "


Jawab Ikbal sambil memberikan foto yang di kirim oleh sahabatnya itu.


"Kita perlu kesana gak untuk membantu?? "


Tanya Adit saat melihat gambar yang di perlihatkan sahabatnya itu.


"Aldo bilang jangan dan kamu tahu kan itu larangan, jadi biarkan dia urus sendiri. "


Jawab Ikbal sambil memasukkan kembali handphone ke tasnya.


"Kamelia baru berangkat dari kantor bersama Bunga. "


Ucap Adit saat mendapatkan pesan balasan dari Kamelia.


"Palingan sepuluh menitan sampai. "


Beberapa menit kemudian akhirnya Kamelia dan Bunga tiba di restoran, seperti biasa Bunga dan Ikbal berpelukan berakhir sebuah kecupan.


"Kalian ini belum SAH sudah melakukan hal begitu, jangan jangan selalu sepeeti ini di hadapan istriku. "


Protes Adit dan Ikbal hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar memilih membantu Bunga duduk di sampingnya.


"Sudah Mas jangan di bahas, lebih baik kita makan sekarang karena waktu makan siang sangat mepet. "


Lerai Kamelia dan Adit mengiyakannya lalu memakan makanannya.


Ke empatnya makan dalam diam dan Kamelia sibuk dengan handphone nya membuat Adit langsung merampas handphone dari tangan Kamelia.


"Makan dulu jangan sibuk sama handphone nya. "


Ucap Adit saat Kamelia akan protes dan Kamelia mengiyakannya.


"Ishhh.....galak banget ke istri. "


Ucap Bunga dengan nada ketusnya dan Kamelia langsung memegang tangan Adit saat akan mendebatnya.


.


.

__ADS_1


Di tempat Aldo saat ini.......


Aldo sedang di sebuah klinik menunggu perawatan seorang gadis yang tadi di serempetnya, gadis itu terus menatap tajam ke arah Aldo dan mendeliknya, Aldo hanya bisa menghela nafasnya karena dia yang salah.


"Bagaimana suster?? Ada luka serius gak?? "


Tanya Aldo saat suster merapihkan alat alat medisnya.


"Tidak ada Tuan, hanya lecet dan luka nya banyak tidak sampai ada yang retak. "


jawab Suster dan Aldo bernafas lega mendengarnya.


"Tapi kan suster tetap saja luka saya sakit ini walaupun gak ada yang patah, banyak lagi lukanya. "


Protes gadis itu dan Suster hanya tersenyum mendengarnya.


Aldo langsung menghampiri gadis itu saat suster keluar dari ruang perawatan, Gadis itu langsung mendelik melihat Aldo menghampirinya.


"Sekali lagi maafkan saya Kalila. "


Ucap Aldo dengan nada menyesalnya tapi malah membuat gadis itu melototkan matanya.


"Darimana kamu tahu nama saya?? "


Tanya Kalila dengan nada galaknya dan Aldo langsung memberikan KTP nya yang langsung di rebut oleh Kalila.


"Kok bisa ada di kamu sih?? Dasar pencuri. "


Tuduh Kalila dan Aldo langsung menatap tajam ke arah Kalila.


"Kamu itu selalu saja nuduh sembarangan pada saya, Suster kasih ke saya KTP nya bukan saya yang mencuri, ayo saya antarkan pulang dari pada kamu ngomel ngomel terus pusing saya dengarnya. "


Jawab Aldo dengan nada kesalnya dan Kalila hanya mendelik mendengarnya.


"Pergi sana saya gak butuh bantuan kamu. "


Usir Kalila dengan nada kesalnya dan berusaha untuk turun dari berangkarnya.


Saat Kalila menuruni berangkar ternyata dia malah terjatuh dan membuat Kalila langsung menangis, Aldo hanya menghela nafasnya melihat kejadian di depannya.


"Makanya jangan sombong jadi wanita, masih butuh bantuan juga malah sok. "


Gerutu Aldo yang langsung menggendong Kalila dan Kalila hanya menangis karena dia merasakan sakit di lututnya.


Kalila lah gadis yang di serempet oleh Aldo, Aldo yang sedang terburu buru untuk menuju restoran menghindar dari penyebrang jalan namun malah menyerempet Kalila yang sedang mengemudikan motornya, bahkan motor Kalila sampai rusak karena terbawa bawa oleh mobil yang di kendarai oleh Aldo.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2