Di Madu

Di Madu
90. mengidam yang aneh


__ADS_3

Kamelia kembali ke kamar dengan tangan membawa secangkir teh hangat madu dan susu ibu hamil yang akan di konsumsinya.


"Mas minum dulu teh nya yaa...... "


pinta Kamelia saat menghampiri ranjang dimana Adiy sedang duduk bersandar dan terlihat nyaman.


"Mas mau susu saja gak mau teh, kamu yang minum teh nya yaa. "


jawab Adit saat Kamelia akan meminum susunya.


"Mas kan gak suka susu dan ini susu khusus Ibu hamil loh, rasanya berbeda dari susu biasanya. "


ucap Kamelia yang heran tapi Adit menggelengkan kepalanya lalu mengulurkan tangannya meminta susu yang ada di tangan Kamelia.


Kamelia memberikannya dan Adit langsung meminumnya bahkan dalam satu tegakan langsung habis susunya, Kamelia tersenyum dan langsung meminum teh hangatnya.


"Mau sarapan menu apa Mas?? Bibi bilang suruh nanya biar di buatkan. "


tanya Kamelia dengan tangan yang sibuk membuka gorden kamar lalu membuka jendelanya karena memang Kamelia ingin udara di dalam kamar nya lebih segar.


"Nanti saja, Mas masih lemas dan belum lapar juga. "


jawab Adit dan Kamelia mengiyakannya lalu berjalan menghampiri suaminya kembali.


"Kamu makan duluan saja Sayang, kasihan dede bayinya pasti kelaparan. "


ucap Adit kembali dan Kamelia tersenyum mendengarnya.


"Aku makan nanti barengan Mas Adit saja. "


ucap Kamelia dan Adit menghela nafasnya.


Pintu kamar di ketuk dan ternyata Mamanya Adit masuk untuk melihat keadaan putranya yang tadi sempat dapat kabar dari Bibi kalau Putranya mengalami mual dan muntah seperti wanita hamil.


"Kamu baik baik saja kan Ditt?? "


tanya Mamanya saat masuk menghampiri putranya yang terlihat pucat pagi ini.


"Adit cuma lemas Maa, kok Adit jadi gini yaa dan ini sudah dua hari terjadi ke Adit. "


jawab Adit dan Mamanya tersenyum sambil duduk di samping putranya.


"Kamu mirip Papa loh, saat dulu Mama hamil kamu dan Papa kamu yang mengidam nya, bahkan Papa kamu parah sekali waktu itu, sekarang kamu mengalaminya. "


jelas Mamanya dengan senyum bahagianya dan Adit mendelik mendengarnya.


"Mama bukan bantuin Adit malah tertawa, Sayang lihat Mama malah ketawain aku. "


ucap Adit mengadu pada Kamelia dan Kamelia hanya tersenyum kikuk mendengarnya.


"Kamu ini jangan membebani Lia karena dia sedang hamil muda kasihan, nanti Mama siapkan obat yang dulu Papa konsumsi dan itu ampuh mengurangi mual nya. "

__ADS_1


ucap Mamanya Adit dan membuat Adit menghela nafasnya.


"Maa kenapa mengurangi dan tidak menyembuhkan saja, Adit benar benar lemas Maa. "


protes Adit dan Mamanya menggelengkan kepalanya.


"Obat mujarab menyembuhkannya adalah, menghirup wangi tubuh istri kamu dan Mama gak mengada ngada karena itu yang dulu selalu Papa ucapkan. "


ucap Mamanya sambil beranjak lalu berbalik ke arah Kamelia yang berdiri di belakangnya.


"Kamu beruntung Sayang, urus Bayi besarnya dan kalau manja langsung tinggalkan saja yaa. "


ucap Mama mertuanya dengan tangan mengelus perut rata Kamelia dan membuat Kamelia tersenyum mendengarnya.


"Ishhh.... Mama ini tega sekali. "


gerutu Adit dan membuat Kamelia langsung menghampiri suaminya.


Adit langsung masuk kedalam dekapan istrinya dan menghirup aroma tubuh Kamelia yang membuatnya tenang, benar kata Mamanya sekarang dia merasa baikan setelah menghirup aroma tubuh istrinya itu.


"Mama benar loh, aku nyaman banget dan rasa mual juga sudah hilang. "


ucap Adit saat Kamelia mengusap rambutnya.


"Jangan lepas terus usap Sayang, Mas nyaman dan suka banget di usap begitu. "


protes Adit saat Kamelia menghentikan gerakan tangannya di atas kepalanya.


"Kamu ini manja sekali, aku mau siapkan sarapan buat kamu kan kamu habis mengeluarkan isi perutnya, pasti lapar lagi kan?? mau di buatkan makan apa?? "


"Boleh minta makan kamu gak sayang?? "


tanya Adit dan membuat Kamelia langsung memukul bahu Adit dan membuat Adit tertawa dengan respon istrinya.


"Sudah Mas aku mau membuatkan sarapan dulu yaa, Mas mau aku buatkan makanan apa?? biar aku ngikutin kamu makannya. "


tanya Kamelia sambil mencium kepala Adit penuh sayang dan mambuat Adit semakin mendekap erat tubuh istrinya.


"Buatkan roti selai tapi pengen pakai Vla rasa jagung manis, bisa buatkan?? "


jawab Adit dan seketika Kamelia mematung baru mendengar ada Vla rasa jagung manis.


"Makanan khas negara mana itu Vla jagung manis?? "


tanya Kamelia sambil mengerutkan keningnya dan membuat Adit langsung melepaskan dekapannya.


"Bukan khas mana pun Sayang, ayolah Sayang buatkan yaa dan aku cuma mau itu. "


pinta Adit yang merengek seperti anak kecil minta di belikan permen.


Kamelia langsung mengangguk lalu beranjak dan berjalan keluar dari kamar nya, Kamelia masih bingung bagaimana cara membuat Vla dari jagung manis.

__ADS_1


"Jangan mikirin caranya dulu, harus matiin ada gak stok jagung manisnya. "


gumam kamelia yang langsung berjalan menuju dapur dan ternyata kedua mertuanya sedang memakan sarapannya.


"Ayo sarapan bersama sama dulu Lia. "


ajak Papa Alam dan kamelia hanya tersenyum menjawabnya.


"Kamu kaya kebingungan gitu?? ada apa?? "


tanya Mama mertuanya dan Kamelia langsung menghampiri meja makan.


"Mas Adit permintaannya aneh Maa, baru kali ini Lia dengar ada Vla rasa jagung manis. "


jawab Kamelia dan membuat Mamanya tertawa mendengar menantunya sedang kebingungan.


"Kamu tinggal chooper saja jagung manisnya sampai halus dan nanti jadi Vla loh sayang, jangan pakai blender biar tidak encer nantinya. "


ucap Mamanya Adit dan Kamelia langsung tersenyum sumringah mendengarnya.


"Makasih Mama..... Lia mau membuatkan nya sekarang, Mas Adit gak mau makan dan hanya mau roti selai jagung manis mintanya. "


ucap Kamelia sambil tersenyum senang dan berjalan menuju dapur.


"Kamelia hal sederhana seperti itu sudah membuatnya bahagia. "


ucap Papanya Adit yang memperhatikan interaksi istri dan menantunya.


"Itulah Kamelia, wanita dengan sejuta kebaikan dan Mama bangga menjadi ibu mertuanya. "


ucap Mamanya Adit sambil duduk kembali menikmati sarapannya.


Kamelia langsung menyiapkan bahan untuk membuat jagung nya dan Bibi menyiapkan alat untuk menghaluskan jagung manisnya.


Kamelia tersenyum dan berterimakasih pada kepala pelayan yang benar benar membantunya.


"Ngidamnya aneh sekali Non, Bibi baru tahu kalau Den Adit suka jagung manis, Den Adit anti dengan yang namanya jagung manis. "


ucap kepala pelayan saat Membantu menyambungkan mesin ke colokan listriknya.


"Masa sihh Mas Adit gak suka jagung?? "


tanya Kamelia sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan kepala pelayan.


Saat asik mengobrol ternyata Adit menghampiri dan langsung berdiri di samping Kamelia, membuat Kamelia tersentak kaget lalu memukul lengan suaminya itu.


"Aku nunggu kamu di kamar dan kamu malah bergosip, Bibi jangan bantu istri aku yaa. "


protes Adit dan kamelia mendelik mendengarnya sedangkan Bibi langsung meninggalkan dapur membiarkan pasangan calon orang tua itu sibuk dengan dapurnya.


.

__ADS_1


.


bersambung......


__ADS_2