
Dering handphone Adit membuyarkan Adit yang sedang mengusap punggung Kamelia yang sedang dalam dekapannya, Adit langsung mengambil handphone nya walaupun kesusahan karena Kamelia begitu erat memeluknya.
"Ada apa Handi malam malam menghubungiku. "
Gumam Adit saat melihat panggilan dari asisten kepercayaannya.
Adit langsung menghubungi ulang tapi Handi kembali menghubunginya dan Adit langsung mengangkat panggilannya.
Dalam panggilan saat ini.............
"Maaf mengganggu istirahat Tuan. "
"Katakan ada apa?? Kamu gak mungkin hubungi saya di malam seperti ini kalau gak ada yang penting. "
"Nyonya Cindi di temukan dalam keadaan meninggal Tuan, Nyonya Cindi bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya. "
"Astaga.......nekad sekali wanita itu. "
"Saya menghubungi Anda karena meminta wewenang untung mengurus jenazahnya. "
"Saya beri kamu ijin dan kabarin Ibunya sama kamu, kalau Ibunya menolak jenazah nya. Kamu urus pemakamannya sampai masung kedalam liang lahat. "
"Baik Tuan akan saya laksanakan. "
Panggilan berakhir..............
"Kalau saja kamu wanita baik baik pasti aku akan memperlakukan kamu secara Adil, Maaf untuk kealahan aku Cindi dan tenanglah di alam mu. "
Gumam Adit dalam hatinya sambil menyimpan handphone nya di atas meja.
Cindi adalah wanita yang pernah di cintai oleh Adit, tapi cinta tulusnya malah di manfaatkan dan ADit tidak pernah menyesal karena semua sudah takdir yang di gariskan untuknya.
Adit tersenyum melihat Istrinya yang terlelap dan Adit bahagia karena Kamelia sudah membalas kasih sayangnya bahkan saat ini keduanya sedang menanti kelahiran buah cintanya.
"Mas janji akan selalu mmenyayangi kamu sayang dan makasih karena awal awal kamu mau menunggu, kamu juga menerima pernikahan kita. "
Ucap Adit sambil mencium kening Kamelia penuh sayang.
Pagi menjelang.........
Pagi ini Adit terlihat segar dan tidak mual muntah seperti sebelumnya, Kamelia senang melihatnya dan Adit dapat menjalani pekerjaannya tanpa hambatan lalu tidak ada derama merajuk lagi yang akan membuat Kamelia pusing dengan tingkah suaminya itu.
"Ingat jangan melakukan pekerjaan berat, cukup diam dan minta apapun ke Bibi yang kamu inginkan. "
Peringatan ADit saat istrinya mengantarkannya ke pintu.
Kamelia selalu ngeyel melakukan pekerjaan dan itu membuat Mama mertuanya suka memarahinya begitupun dengan Adit yang selalu memperingatinya.
"Jangan iya iya tapi kamu ngeyel Sayang, apalagi Mama gak ada dan gak ada yang memarahi kamu. "
ucap Adit kembali saat istrinya hanya menjawab iya saja.
"Kamu sama Mama selalu saja marah marah, sudah berangkat sana nanti kesiangan. "
__ADS_1
Jawab Kamelia dan Adit mengiyakannya lalu pamit menuju mobil setelah mencium kening Kamelia.
Kamelia langsung masuk kedalam rumah setelah mobil yang di tumpangi suaminya keluar dari gerbang rumanya, Kamelia langsung meminta di buatkan puding mangga ke pelayan dan meminta di antarkan ke halaman belakang karena Kamelia akan disana.
.
.
Di kediaman Aldo saat ini.........
Aldo sedang bersiap menuju kantor Adit karena pagi ini meeting di perusahaan Adit, Kalila sedang membersihkan tubuhnya setelah Aldo membantunya dan dari awal juga Kalila tidak pernah menolak kalau Aldo membantunya.
"Lila......sudah selesai mandinya kan?? "
Ucap Aldo saat masuk kedalam kamar mandi dan Kalila mengiyakannya.
"Jangan di rapihkan biar nanti aku suruh Bibi, ayo kita keluar nanti kamu kedinginan kalau lama di dalam kamar mandi, pakaian nya sudah aku siapkan. "
Ucap Aldo kembali saat Kalila akan merapihkan sabun nya dan Aldo langsung menggendong Kalila membawanya keluar kamar mandi.
Kalila langsung memakai pakaiannya dan Aldo selalu menyediakan dress rumahan agar mempermudah Kalila untuk beraktifitas yang berurusan dengan kamar mandi.
"Boleh makan di kamar gak?? Aku lagi malas keluar rumah soalnya. "
Pinta Kalila dan Aldo menganggukkan kepalanya.
"Boleh dan nanti aku minta Bibi membawakannya. "
Jawab Aldo dan Kalila menganggukkan kepalanya.
"Lila masih gak mau sarapan bersama?? "
Tanya Ibunya Aldo saat putranya menghampirinya.
"Iya Ibu dan biarkan saja jangan di tentang takutnya Lila malah gak nyaman, Ibu sama Ayah jadi ke Surabayanya?? "
Jawab Aldo sambil mengoleskan selai di rotinya.
"Jadi dan Tante Riana malah sudah di sana, Ibu baru nyusul hari ini setelah sarapan berangkatnya. "
Jawab Sang Ibu da Aldo menganggukkan kepalanya.
Aldo menyelesaikan sarapannya dan pamit kepada kedua orang tuanya, sedangkan Ibunya Aldo langsung ke kamar putranya untuk pamit pada menantunya.
Saat masuk kedalam kamar setelah mengetuknya ternyata kalila sedang duduk memandang keluar jendela yang menampilkan pemanangan bunga yang indah.
"Loh.....kenapa sarapannya gak di makan Sayang?? "
Ucap Ibunya Aldo saat masuk dan melihat piring Kalila masih terlihat utuh makanannya hanya susunya yang tinggal setengah.
"Masih kenyang susu dan nanti Lila juga makan ko, Ibu mau kemana sudah rapih?? "
Ucap Kalila dan Ibunya Aldo menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ibu mau menemani Ayah ke Surabaya, kamu di rumah hati hati dan kalau butuh apapun minta ke Bibi yaa, Ibu juga sudah memberitahukannya ke Bibi. "
Jawab Ibunya Aldo dan Kalila mengangguk tersenyum.
Setelah pamit pada menantunya, Ibu nya Aldo langsung keluar dari kamar karena suaminya sudah menunggunya, Kalila memilih menuju meja untuk memakan sarapannya dan Kalila sudah jenuh di rumah ingin kuliah tapi Aldo malah mengajukan cuti ke kampus nya alhasil Kalila cuti satu bulan ke depan.
"Mudah mudahan kaki aku gak pincang, kalau sampai pincang aku akan menyalahkan Aldo karena dia aku seperti ini. "
gumam Kalila sambil memakan sarapannya dengan menatap seluruh kamar nya saat ini begitu luas.
.
.
.
Kembali ke rumah Kamelia...........
Kamelia sedang duduk manis menatap halaman yang begitu hijau saat ini, bahkan tukang kebun yang merawat sampai tiga orang yang di pekerjakan Mama Riana.
"Mama benar benar menyukai keasrian, taman ini sampai rapih dan sangat tertata rapih sekali seperti hutan versi mini. "
gumam Kamelia dengan tangan yang sibuk mengambil puding lalu menyuapkannya.
Kamelia sedang berbalas pesan dengan Bunga yang di larang keluar rumah oleh kedua orang tuanya dan membuat Bunga uring uringan kepada Kamelia di panggilam telphone nya.
"Apa Mas Adit aman yaa pagi ini?? belum ada kabarnya lagi ke aku. "
ucap Kamelia yang baru menyadari kalau suaminya belum. ada kabarnya.
Kamelia hanya satu jam di halaman belakang dan memutuska. masuk kedalam rumah untuk. bersantai di depan televisi karena Kamelia memilih menonton televisi saja.
Handphone Kamelia berdering ternyata Bunga yang menggubunginga........
Dalam panggilan saat ini.......
"Liaaaa...... bantu aku minta ijin ke Ayah sama Bunda aku dong pliiiis. "
"Males Bunga dan mendingan diam di rumah lebih nyaman, aku saja sekarang diam di rumah malah di kamar loh sekarang gak keluar keluar. "
"Itu kan kamu bukan aku ishh.... "
"Sudah diam di rumah gak lama kok hanya tiga minggu ini setelah menilah kamu bebas. "
"Yasudah kalau begitu aku tutup telphone nya. "
Panggilan berakhir................
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..............