Di Madu

Di Madu
51. kebahagiaan baru


__ADS_3

Kamelia akhirnya pamit pada sore hari, dengan membawa buah buahan satu keranjang dan berbagai macam buah buahan di pilih Kamelia, Adit hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat istrinya membawa buah banyak dari kediaman mertuanya.


Adit mengemudikan mobilnya dan di dampingi Kamelia di sampingnya, Kamelia sibuk dengan buah potong di tangannya yang di bawakan oleh Mamanya untuk menemani Kamelia di dalam perjalanan.


"Bener bener suami di lupakan. "


Sindir Adit dan membuat Kamelia terdiam lalu menatap suaminya.


"Kamu kan bilang gak suka sama buah potongnya, ini aku suapi kalau begitu. "


Ucap Kamelia yang menyodorkan buah potong untuk suaminya dan Adit membuka mulutnya lalu menerima suapan dari istrinya.


Adit tersenyum sambil mengunyah buahnya, ternyata buahnya manis dan manis alami tanpa gula, pantas Kamelia menyukainya karena buahnya memang enak.


"Besok kamu di antar sama supir yaa berangkat kerjanya, ceritakan semua sama sahabat kamu karena Mas yakin kalau Ikbal sudah menceritakannya. "


Ucap Adit dan Kamelia mengiyakannya lalu kembali fokus memakan buah nya.


Tiba di gerbang kediaman orang tuanya, Adit mengerutkan keningnya saat melihat ada seseorang di depan rumahnya yang terlihat sedang berbincang tapi nada suaranya seperti marah.


"Siapa yang sedang marah marah itu?? "


Tanya Adit pada penjaga gerbang saat membuka kava mobilnya.


"Ibunya Nyonya Cindi Sedari tadi mengamuk menanyakan anda Tuan. "


Jawab sang penjaga dan Adit menghela nafasnya.


"Panggilkan supir kesini sekarang. "


Titah Adit dan penjaga pun mengiyakannya.


Adit menghela nafasnya lalu menatap ke arah Kamelia yang sedang memperhatikan ibunya Cindi yang sedang marah marah itu.


"Kamu nanti sama supir jalan pintu belakang yaa, yang biasa Mama suka lewati, biar Mas yang hadapi Ibunya Cindi dan ingat Sayang. Langsung masuk kamar lalu kunci pintunya karena Mas gak mau Ibunya Cindi mengetahui wajah kamu, dia sama jahatnya seperti Cindi. "


Ucap Adit saat melihat ke arah Kamelia dan Kamelia mengiyakannya.


"Baik Mas Adit. "


jawab Kamelia patuh dan Adit mengangguk lalu keluar dari mobil karena melihat supir menghampirinya.


"Bawa Istri saya menuju pintu belakang yang biasa Mama gunakan. "

__ADS_1


Titah Adit pada supirnya yang menghampirinya dan supir mengiyakannya.


Kamelia tetap duduk tenang di kursi depan saat supir duduk di sampingnya untuk mengambil kemudi menggantikan Adit, mobil langsung melaju menuju pintu belakang rumah dan Adit langsung menghampiri mantan Ibu mertuanya yang sedang marah marah ke Papa juga Mamanya.


"Ada apa ini?? "


Tanya Adit saat sampai di hadapan orang tua Cindi.


"Mana putri saya, pelayan bilang dia di jemput kamu pada hari sabtu kemarin tapi sampai sekarang tidak ada pulang, Suami saya memberitahukan sebelum di tangkap polisi agar saya membawa Cindi, sekarang mana Cindi?? "


Jawab Ibunya Cindi dengan nada marahnya dan Adit hanya menghela nafasnya mendengarnya.


"Kemarin Cindi memang bersama Saya, tapi saya tidak tahu dia kemana?? Harusnya Anda sebagai Ibu tahu dimana putri Anda saat ini, oh iyaa harusnya tanya pada suami Anda dimana Cindi dan bukan pada Saya?? "


Ucap Adit dengan nada dinginnya dan membuat Ibunya Cindi semakin geram mendengarnya.


"Sopan sekali kamu bicara pada Ibu dari Istri kamu. "


Sindir Ibunya Cindi dan Adit hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau tahu dengan ucapan Mantan Ibu mertuanya itu.


"Lebih baik anda pulang dan tunggu kiriman dari saya berupa Fakta yang akan membuat Anda murka, satu lagi saya memberi saran pada Anda. Jangan pernah datang lagi ke rumah ini karena kami semua sudah tidak ada urusan lagi dengan Anda ataupun Putri Anda. "


Ucap Adit dan membuat Ibunya Cindi semakin marah namun Adit menerima sebuah berkas dari Papa nya lalu memberikannya pada Ibu nya Cindi.


Ucap Adit yang memberikan berkas pada Ibunya Cindi dan langsung di terimanya.


Ibunya Cindi mematung melihat sebuah foto yang di berikan oleh Adit, tak lama langsung berjalan menuju mobil lalu mobil pun langsung meninggalkan kediaman orang tua Adit.


"Kamu ini dari mana saja Adit, Mama pusing mendengar ocehan wanita gila itu. "


Ucap Mamanya Adit sambil masuk kedalam rumah di ikuti oleh Papanya Adit dan Adit pun ikut masuk.


Adit langsung berjalan menuju kamar nya dan membuat Mamanya kesal namun saat akan memanggil Adit langsung di hentikan suaminya.


"Mama sudah jangan menegur Adit, ada Kamelia di kamar dan Mama tidak bisa menghentikan langkah Adit. "


Ucap Sang suami dan membuat Mamanya Adit mendelik mendengarnya.


Adit membuka pintu kamarnya dan ternyata Kamelia sedang merapihkan beberapa barang barang yang akan di bawa besok menuju kantornya.


"Mandi dulu Mas jangan langsung tidur, tubuh kamu kotor loh dari luar rumah. "


Ucap Kamelia saat melihat suaminya langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya.

__ADS_1


"Ishhh.....lama lama kamu mirip Mama, cerewet sekali tapi kamu mirip Mama yang sayang sama aku dan merawat aku dengan baik, makasih istriku sayang. "


Ucap Adit yang beranjak lalu mencium pipi istrinya sebelum masuk kedalam kamar mandi.


Kamelia hanya tersenyum dan langsung menyiapkan pakaian untuk Adit, tapi pintu kamar nya di ketuk dan terdengar suara Mama mertuanya yang memanggil.


Kamelia langsung membuka pintunya dan tersenyum melihat Mamanya tersenyum padanya.


"Lia kamu bawa lagi buah dari rumah Mama kamu?? "


Tanya Mamanya Adit dan Kamelia menganggukkan kepalanya.


"Sengaja bawa Mama dan nanti Lia mau membuat kue dengan buah buahan itu. "


Jawab Kamelia dan Mamanya Adit tersenyum sumringah mendengarnya.


"Ayo Sayang Mama bantu kamu sekarang kita bikin kue nya, Mama gak sabar. "


Ajak Mamanya Adit dan membuat Kamelia tersenyum mendengarnya.


"Mama duluan yaa, Lia mau siapkan pakaian Mas Adit dulu baru Lia menyusul. "


Jawab kamelia dan Mamanya Adit mengiyakannya.


Kamelia langsung kembali menuju lemari tanpa menutup pintu kamar untuk menyiapkan pakaian Adit, setelahnya Kamelia langsung keluar dari kamar untuk menyusul Mamanya yang sudah terlebih dahulu menuju dapur.


Mamanya Adit langsung bersorak senang karena Menantunya bisa sejalan dengannya tidak seperti menantu sebelumnya yang hanya bisa mendebatnya.


"Kita mulai Mama membuat Pie dengan toping buab buahan segarnya. "


Ucap Kamelia saat menggunakan apron di tubuhnya agar tidak kotor ke bajunya.


Mamanya Adit pun sama ikut menggunakan Apron untuk membantu Kamelia membuat kue nya, Papanya Adit tersenyum senang saat melihat istrinya begitu bahagia dan antusias sekali di dapur, sudah sangat lama rumah ini tidak.ada kecerian dari istrinya semenjak Adit menikah dengan Cindi.


Rumah mewah ini hanya ada perdebatan Adit dan Mama nya karena Mamanya Adit selalu bersitegang dengan Cindi yang membuat Adit membela Cindi dan menghiraukan Mamanya.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2