Di Madu

Di Madu
63. menghindar......


__ADS_3

Di dalam kamar kost saat ini kedua wanita sedang tertidur dan Kamelia langsung membangunkan Bunga untuk membuka pintunya.


"Bunga itu ada tamu ihh.... "


ucap Kamelia yang menggoyangkan tubuh Bunga untuk membuka pintu.


"Setan kali malam malam bertamu, biarkan saja Lia aku ngantuk tau. "


ucap Bunga yang langsung memeluk guling kembali.


Kamelia akhirnya mengalah dan langsung beranjak untuk membuka pintunya, dengan sangat hati hati Kamelia membuka pintunya.


Kamelia langsung mematung saat melihat Ikbal ada di hadapannya begitupun dengan Ikbal yang langsung tersentak karena Istrinya Adit ada di kost Bunga.


"Ishh.... mau apa malam malam bertamu, yang punya kamar sudah tidur pulas. "


ucap Kamelia dan Ikbal langsung menatap jam di pergelangan tangannya.


"Ini baru jam delapan Lia dan lihat penghuni lain masih di luar pada ngobrol. "


ucap Ikbal dan Kamelia langsung berbalik tanpa menutup pintu.


Kamelia langsung membangunkan Bunga yang malah pulas kembali memeluk gulingnya.


"Bunga bangun itu ada Ikbal di luar. "


ucap Kamelia dan Bunga langsung terduduk menatap ke arah Kamelia.


"Ikbal mana ihh?? "


tanya Bunga dan Kamelia hanya mengangkat bahunya lalu kembali menuju ranjang untuk tidur.


Bunga langsung menuju teras dan ternyata Ikbal yang datang dan Bunga mempersilahkannya masuk kedalam, Ikbal langsung duduk di karpet bulu dan Bunga memilih menuju dapur untuk membuatkan minum.


"Ishh.... anak ini bukan nya bangun dan temani aku, ini malah asik tidur dan bagaimana kalau Ikbal memberitahukan pada Adit. "


gerutu Bunga saat melihat Kamelia yang tertidur kembali.


Selesai membuat Minumannya Bunga langsung membawa ke area depan dan memberikannya pada Ikbal, Ikbal tersenyum lalu meminta Bunga duduk di sampingnya.


"Ingat yaa jangan kabarin Adit kalau Kamelia ada disini. "


ucap Bunga dan Ikbal langsung cengengesan mendengarnya.


"Ishh.... kamu kabarin Adit yaa?? "


tanya Bunga dengan nada galak nya dan Ikbal mengiyakannya.


"Maaf Sayang kan aku gak sengaja. "


jawab Ikbal saat Bunga memukul nya dengan bantal kecil yang ada di sampingnya.


"Kalau sampai Lia marah, kamu yang harus tanggung sendiri Ikbal. "


kesal Bunga dan langsung beranjak menuju Kamelia yang tertidur di kasurnya.

__ADS_1


Bunga langsung membangunkan Kamelia dan membuat Kamelia menggeram kesal karena tidur nya terganggu, Bunga langsung diam melihat Kamelia mengumpulkan kesadarannya.


"Apa sih Bunga aku ngantuk banget tau. "


protes Kamelia dan Bunga langsung mendelik mendengarnya.


"Sadar dulu makanya, Ikbal kasih tau Adit kalau kamu ada disini loh. "


ucap Bunga dan Kamelia langsung melototkan matanya.


"Jahat amat sih, udah aku bukain pintu juga malah comel sekali dia itu. "


kesal Kamelia yang langsung beranjak untuk menegur Ikbal.


Ikbal langsung tersenyum melihat wajah marah Kamelia dan Bunga langsung mendelik ke arahnya, jangankan membela duduk di samping Ikbal juga engga.


"Kamu itu cowok tapi sangat comel sekali sih. "


protes Kamelia dan Bunga langsung mengambil tas juga kunci mobil.


"Kita tidur di hotel saja Lia, bahaya pasti sebentar lagi Adit datang loh. "


ucap Bunga dan Kamelia mengiyakannya.


Kamelia langsung membawa tasnya karena berisi pakaian kerja yang sudah bersih dan juga barang pribadinya, namun saat keduanya keluar ternyata mobil Adit memasuki gerbang kosan.


"Kita masuk dan tutup pintunya, kamu bawa ikbal kedalam aku ambil sepatunya sama nutup pintu. "


ucap Kamelia dan Bunga mengiyakannya.


"Kita lagi main petak umpet yaa. "


ucap Ikbal karena melihat kedua wanita itu malah terdiam menatap ke arah jendela luar.


"Berisik...... "


jawab kompak kedua wanita itu dan membuat Ikbal langsung terdiam.


Beberapa menit menunggu akhirnya pintu kamar kost Bunga di ketuk dan membuat Kamelia mendelik ke arah Ikbal, Bunga hanya diam karena dia bingung harus bagaimana.


"Lebih baik buka saja pintunya. "


ucap Ikbal kembali dan mendapat tatapan tajam dari Kamelia.


"Kalau bosan juga dia pasti berhenti dan pergi. "


ucap Kamelia dan ketiganya langsung terdiam.


Di luar kamar kost saat ini.....


Adit menghubungi nomer Ikbal namun tidak ada jawaban, Adit memilih duduk di teras karena dia yakin Ikbal ada di dalam kost Bunga, Kamelia juga sepertinya ada di dalam.


"Mobil Ikbal ada dan mobil Bunga juga ada, pasti mereka mengunci diri didalam. "


gumam Adit saat panggilannya di abaikan oleh Ikbal.

__ADS_1


Adit menunggu dengan sabar karena memang kesalahan terbanyak ada padanya, harga diri Kamelia sebagai istri sedang terluka sekarang dan semua karena ulahnya.


"Lia maafkan aku, aku akan sabar menunggu sampai kamu membuka pintunya. "


ucap Adit yang terdiam sambil memainkan handphone nya.


Seorang penghuni kost tetangga Bunga datang menghampiri dan berbasa basi pada Adit, namun Adit membiarkannya dan dia fokus dengan handphone nya mengirim pesan pada Kamelia juga Ikbal, hingga wanita itu pun kesal sendiri lalu meninggalkan Adit yang duduk lesehan di teras.


Di kediaman Mamanya Adit saat ini......


"Mama sudah dapat kabar dari Lia belum?? "


tanya sang suami saat menghampiri istrinya di dalam kamar.


"Sudah Papa, Lia menginap di rumah sahabatnya yang sedang galau katanya dan takut nekad, dia mau jadi sahabat baik menemaninya Papa. "


jawab Sang istri yang kembali melanjutkan urusan wajahnya.


"Papa merasa ada yang gak beres dari Lia dan Adit, Lia seperti menghindar soalnya. "


ucap Papanya Adit dan Istrinya hanya diam menatap sang suami.


"Biarkan Adit menyelesaikannya karena semua masalah berasal dari Adit. "


ucap Sang istri dan membuat Papanya Adit langsung diam karena ucapan istrinya pasti sudah tepat sasaran.


Kembali ke kost Bunga, sudah dua jam Adit menunggu di teras namun tidak ada tanda tanda pintu terbuka, bahkan nomer Ikbal malah tidak aktif saat ini.


Di dalam kamar kost Bunga saat ini.....


Ikbal sekarang sudah duduk di depan televisi, sedangkan Kamelia dan Bunga memilih duduk di dekat pintu karena Ikbal selalu saja ingin membuka pintunya.


"Lebih baik kamu buka pintunya dan suruh Ikbal pulang deh Bunga, besok kita ngantor dan ini sudah jam sepuluh malam. Aku udah ngantuk. "


ucap Kamelia dan Bunga mengiayakannya lalu memberikan sepatu juga handphone milik Ikbal.


"Lebih baik kamu pulang saja dan bawa teman kamu pulang, takutnya malah jadi masalah kalau diam terus di luar. "


ucap Bunga sambil memberikan handphone milik Ikbal.


"Satu lagi, bilang sama teman kamu kalau aku sedang gak mau di ganggu, lebih baik pulang sebelum aku panggil keamanan. "


ucap Kamelia yang menambahkan ucapan Bunga.


"Siap Tuan putri. "


jawab Ikbal yang langsung berdiri dan Kamelia langsung bersiap di belakang pintu.


.


.


.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2