
Kamelia akhirnya pergi di antarkan Bunga ke sebuah klinik yang gak jauh dari kantornya, Kamelia sudah mendaftar secara onnline tadi dan saat masuk hanya tinggal daftar ulang lalu menunggu di panggil.
"Lia kamu gak akan kasih tau Adit, lihat semua yang datang bersama pasangan loh. "
ucap Bunga dan Kamelia menggelengkan kepalanya.
"Gak mau Bunga takut buat kecewa, nanti kalau sudah fiks aku hamil baru deh kasih tau lalu mengulang pemeriksaan, keluarga Adit sangat kaya raya pasti akan mengajak aku periksa di rumah sakit bagus, jadi aku mau periksa di klinik ini dulu sementara. "
ucap Kamelia dan Bunga mengiyakannya.
Hanya sepuluh menit menunggu akhirnya nama Kamelia di panggil dan Kamelia langsung masuk bersama Bunga yang mengekornya.
"Selamat siang..... "
sapa Dokter dengan senyum ramahnya dan membuat Bunga tersenyum senang karena Dokternya sangat tampan.
"Siang Dokter...... "
jawab kompak Bunga dan Kamelia sambil duduk di hadapan dokternya.
Bunga terus senyum senyum melihat sang Dokter membuat Dokternya pun ikut tersenyum, Kamelia langsung menyenggol Bunga dan melototinya membuat Bunga mendelik.
"Siapa yang akan di periksa?? "
tanya Dokternya saat kedua wanita di hadapannya malah asik saling pandang berdua.
"Saya Dokter, saya mau periksa apa saya hamil atau tidak karena saya gak merasa hamil tapi saya sedang telat datang bulan sudah dua minggu. "
jawan Kamelia dan Dokter itu tersenyum mengangguk.
"Mba sudah melakukan tes kehamilan belum sebelum datang kesini?? "
tanya Sang Dokter dan Bunga menggelengkan kepalanya.
"Belum Dok, saya kerja jadi belum bisa tes dan saya memilih langsung kesini biar akurat. "
jawab Kamelia dan Dokter langsung meminta Kamelia ikut dengan suster untuk mempersiapkan USG.
"Dokter beneran spesialis kandungan?? "
tanya Bunga dan membuat Sang Dokter menatap ke arah Bunga.
"Memangnya kenapa Anda menanyakan itu?? "
tanya balik sang Dokter dan membuat Bunga tersipu malu karena sang Dokter malah tersenyum ramah padanya.
"Sayang saja gitu Dok, masa setampan Dokter malah jadi dokter ibu ibu hamil. "
jawab Bunga dan Dokter itu menggelengkan kepalanya dengan ucapan wanita di hadapannya.
"Dokter sudah siap. "
ucap Suster yang membuyarkan obrolan Bunga dengan Dokternya.
Sang Dokter langsung menghampiri dan langsung melakukan USG untuk memastikan Kamelia hamil atau tidak, Bunga malah ikut nimbrung melihat layar yang menampilkan rekaman USG di perut Kamelia.
__ADS_1
"Selamat yaa, Mba Kamelia positif hamil dan lihat ini ada sebuah titik sebesar biji kacang polong dan ini adalah embrio di dalam rahim Mba, kalau di hitung sesuai Mba telat itu berarti usia kandungan janin nya masuk enam minggu. "
jelas sang Dokter dan membuat Kamelia langsung terdiam mendengar penjelasannya.
"Jadi saya beneran hamil Dok?? "
tanya Kamelia yang masih tidak percaya dengan kenyataan di hadapannya.
"Benar sekali dan saya akan resepkan obat yaa karena tekana darah Mba sedikit rendah, itu gak baik untuk kesehatan Mba juga janinnya. "
jawab sang Dokter dan Kamelia mengiyakannya.
Dokter kembali ke meja sedangkan Kamelia di bantu suster juga Bunga untuk merapihkan pakaiannya, Bunga ikut bahagia atas kehamilan sahabatnya.
"Dokter boleh saya bertanya?? "
tanya Kamelia dan Dokter itu mengiyakannya.
"Silahkan, mau bertanya soal apa?? "
jawab sang Dokter dengan nada yang lembut dan membuay Bunga meleleh.
"Ahh.... Pak Dokter suaranya buat aku meleleh, boleh yaa aku jadi ibu pendamping Dokternya. "
rancu Bunga dan membuat Sang Dokter tersenyum. sedangkan Kamelia langsung menyenggol Bunga.
"Maaf Dok, teman saya ini agak sedikit sedang galau makanya ngelantur. "
ucap Kamelia dan Dokter itu menganggukkan kepalanya.
tanya Kamelia dan Dokter itu tersenyum mendengarnya.
"Saat Mba menikah dahulu dan melakukan hubungan itu saat setelah datang bulan?? "
ucap Sang dokter dan Kamelia mengangguk.
"Benar Dok. "
jawab Kamelia dan dokter tersenyum mendengarnya.
"Itu saat Mba sedang masa subur jadinya langsung hamil, jangan banyak memikirkan yang lain dan lebih baik memikirkan janin dalam kandungan Mba Kamelia, saya sudah siapkan resep yaa dan jangan lupa di habiskan. "
jelas sang Dokter dan Kemelia mengiyakannya.
"Terimakasih Dokter dan kami permisi. "
ucap Kamelia dan Dokter mengiyakannya.
Kamelia langsung mengajak Bunga keluar dari ruangan tapi Bunga malah kembali masuk katanya kunci mobil tertinggal, Kamelia memilih mengambil obat dan membayar semua pemeriksaannya.
Kamelia duduk sambil menunggu namanya di panggil, Kamelia mengeluarkan foto hasil USG nya dan dia tersenyum melihatnya, Kamelia akan memberikan kebahagiaan untuk keluarga Mama Riana yang sudah begitu baik padanya dengan memberikan pewaris keluarga.
"Lia kamu masih nunggu obat?? "
tanya Bunga saat menghampiri Kamelia yang duduk di kursi tunggu.
__ADS_1
"Nunggu kamu, ini obat udah di tangan aku. "
jawab Kamelia dan Bunga hanya cengengesan mendengarnya.
"Maaf kan tadi ada sedikit insiden, ayo kita ke kantor sekarang bumil. "
ajak Bunga dan Kamelia melototkan matanya saat mendengar panggilan dari Bunga.
"Jangan sembarangan bicara, nanti ada yang dengar bahaya tau. "
protes Kamelia dan Bunga mengiyakannya.
Kamelia langsung berjalan duluan menuju mobil di ikuti oleh Bunga dari belakang, setelah pintu terbuka. Kamelia langsung duduk manis dan Bunga pun duduk di balik kemudinya.
"Kamu mau beritahu ke keluarga kamu Lia?? "
tanya Bunga saat mulai mengemudikan mobilnya.
"Pasti Bunga dan aku mau memberitahukan pada Adit terlebih dahulu. "
jawab Kamelia dan Bunga mengiyakannya.
"Lebih baik kamu jangan memberitahu kalau kamu sudah periksa, takutnya suami kamu tersinggung karena dia bukan orang pertama yang mengantarkan kamu, lebih baik beli tespek saja dan pasti langsung garis dua karena kamu kan sedang hamil. "
jelas Bunga dan Kamelia pun menyetujuinya.
"Baiklah aku akan beli tespek nanti saat Adit jemput, terus ini obat dari rumah sakitnya gimana?? "
ucap Kamelia dan Bunga langsung tersenyum.
"Buang saja Lia tapi jangan dekat dengan rumah kamu, itu di belakang kantor kan ada pembuangan sampah dan buang saja disana. "
ucap Bunga dan Kamelia mengiyakannya.
"Baiklah dan makasih untuk sarannya, oh iya bagaimana kelanjutan Ikbal?? saking pusing mikirin perut sampe lupa menanyakan. "
tanya Kamelia yang mengingat masalah pada sahabatnya itu.
"Ikbal pernah trauma Lia, saat dua hari akan menikah dia menemukan calon nya sedang berhubungan badan dengan asisten pribadinya, karena memang keduanya pacaran dan ingin menghancurkan Ikbal, dia minta waktu satu minggu dan aku memberikannya, kalau gak ada kejelasan aku mau menerima perjodohan dari Ayah karena seperti yang kamu bilang Lia, pilihan orang tua adalah terbaik. "
jawab Bunga dan Kamelia tersenyum mendengarnya.
"Ini baru Bunga yang aku kenal, bilang sama Ikbal. Gak semua wanita sama seperti mantannya dan kalau beranggapan begitu berarti Ikbal butuh psikiater karena otaknya terganggu. "
ucap Kamelia dan Bunga terbahak mendengarnya.
"Lia Lia..... kamu ini ada saja. "
gumam Bunga sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Kamelia.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1