Di Madu

Di Madu
50. Fakta baru


__ADS_3

Adit masih berada di kediaman Aldo, karena dia juga banyak urusan dengan kedua sahabatnya itu, pekerjaan yang berkaitan nya dan semua akan selesai saat bersama sama menyelesaikannya.


"Kamu sama Cindi sudah bercerai belum?? "


Tanya Ikbal saat ketiganya saling diam setelah membicarakan pekerjaannya.


"Di urus sama pengacara dan satu minggu lagi kayanya selesai, pernikahan aku dan Kamelia akan di daftarkan setelahnya tapi tetap akan di tutup dari orang orang, aku gak mau privasi Kamelia terganggu soal nya. "


Jawab Adit dan Ikbal mengiyakannya.


"Nanti kita pertemukan Bunga dan Kamelia, kayanya Bunga belum mengetahui kebenarannya. "


Ucap Ikbal dan Adit mengiyakannya.


"Tapi kalau di depan publik kayanya aku gak akan bisa memperkenalkan Kamelia sebagai istriku, hanya sebatas menyapa saja kayanya. "


Ucap Adit yang memang bernada sedikit sedih dan Kedua sahabatnya hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.


"Semua kan memang atas ingin kamu Ditt, jadi yaaa.....nikmatin saja. "


Ucap Ikbal dan Adit hanya mendelik mendengarnya.


Adit langsung pamit pulang saat menuju siang hari, dia akan menjemput Kamelia ke rumah mertuanya karena Mama juga Papa nya meninggalkan Kamelia di rumah mertuanya.


Adit mengemudikan mobilnya kecepatan biasa dan dua puluh menit kemudian Adit tiba di kediaman orang tua Kamelia, Adit langsung mengetuk pintu dan Adik iparnya yang membuka pintunya.


"Masuk Kak Adit, Kak Lia lagi di belakang sama Mama. "


Ucap Kalila saat membuka pintunya.


"Panggilkan Kak Lia nyaa bisa gak?? "


Ucap Adit dan Kalila menganggukkan kepalanya.


Adit langsung duduk di sofa setelah Kalila berjalan menuju arah belakang, Adit menghela nafasnya karena kediaman mertuanya begitu sederhana tapi sejuk karena banyak sekali tanaman di sekitar rumah ini.


Orang tua Kamelia menolak saat Adit akan merenovasi rumah dan memberikan rumah baru, katanya sudah nyaman dengan rumahnya yang sekarang.


"Mas Adit sudah lama sampai nya?? "


Tanya Kamelia saat menghampiri Adit dan Adit tersenyum melihatnya.


"Baru sebentar gak terlalu lama, mana Mama?? "


Jawab Adit dan langsung menanyakan mertuanya.


"Mama lagi cuci tangan dulu Mas. "


jawab Kamelia yang langsung duduk di samping suaminya.


"Papa kemana?? "


Tanya Adit kembali karena tidak melihat Papa mertuanya.


"Papa lagi ke toko pupuk, Mama punya tanaman baru soalnya Mas. "

__ADS_1


Jawab Kamelia dan Adit menganggukkan kepalanya.


"Ehh......ada Adit, di kira gak akan jemput Lia. "


Ucap Mama nya Kamelia saat menghampiri dan Adit langsung mencium tangannya.


"Jemput Maa, kalau gak di jemput nantinya Lia malah gak akan pulang lagi. "


Ucap Adit yang langsung duduk kembali di sofa di samping istrinya.


"Mama mau lanjutin benerin tanaman dulu keburu Papa pulang bahaya. "


Ucap Mama nya Kamelia yang pamit dan Adit hanya menganggukkan kepalanya.


Kalila menghampiri dengan nampan di tangannya, Kamelia langsung mengambil alih dan menyimpannya di hadapan Adit yang sedang duduk tenang memainkan handphone nya.


"Mau pulang sekarang gak sayang?? "


Tanya Adit dan Kamelia langsung terdiam mendengarnya.


"Nunggu Papa pulang yaa gak akan lama. "


Jawab Kamelia dan Adit mengiyakannya.


Kamelia beranjak lalu berjalan menuju lemari dan Adit terus memperhatikan setiap gerak gerik istrinya, Adit tersenyum saat Kamelia kembali menghampiri sambil membawa mangkuk berisi buah anggur hijau segar.


"Coba Mas enak loh seger, manis dan gak ada bijinya loh anggurnya. "


Ucap Kamelia yang menyodorkan anggur dari tangannya dan Adit langsung membuka mulutnya untuk di suapkaan.


"Enak juga anggurnya, mau lagi Sayang suapin. "


"Ini tuh hasil tanaman yang di rawat oleh Papa, Papa paling suka buah buahan kalau Mama suka nya bunga dan tanaman hias. "


ucap Kamelia dan Adit tersenyum sambil mengusap rambut Kamelia penuh sayang.


Kamelia langsung terdiam karena dia tahu ujung dari tindakan Adit akan kemana, Kamelia langsung menghindar saat Adit akan menciumnya, Kamelia langsung menunjuk pintu dan ternyata Papa nya datang membuat Adit menggeram kesal.


"Ehh.....ada tamu ternyata, sudah lama Adit?? "


Ucap Papanya Kamelia saat Adit mencium tangannya.


"Satu jam lalu Papa, Papa habis dari mana memangnya?? "


Ucap Adit saat melihat barang yang di bawa Papa mertuanya.


"Habis dari toko pupuk, ternyata langganan Papa gak buka tokonya jadi nyari ke toko lain. "


Ucap papanya Kamelia dan Kamelia mengambil alih sebagian barang nya.


"Tadi pagi Mama sama Papa nya Mas Adit datang, pas Papa pergi banget mereka datang kesini sekalian anterin Lila sama Lia. "


Ucap Kamelia yang menerima bungkusan dari Papanya.


"Gak ngasih tahu kan sebelumnya jadi Papa gak tahu, kalau kasih tahu pasti Papa tunggu. "

__ADS_1


ucap Papanya Kamelia dan Kamelia mengiyakannya.


"Mas mau ikut ke belakang gak?? Ada aneka buah buahan cangkok loh dan semua sedang berbuah. "


Ajak Kamelia saat Papanya berjalan menuju halaman belakang.


"Sini sebentar kamu nya Sayang. "


jawab Adit sambil mengulurkan tangannya pada Kamelia untuk mendekat dan Kamelia langsung mendekat.


"Mas maunya ajak kamu ke kamar karena itu lebih menyenangkan. "


Ucap Adit kembali dengan suara berbisik ke telinga Kamelia.


"Kamu ini mesum deh, aku mau ke belakang ajah dari pada sama kamu bahaya. "


Ucap Kamelia yang langsung melepaskan diri dari jeratan tangan Adit dan membuat Adit tersenyum lebar dengan tingkah istrinya.


Adit langsung mengikuti Kamelia menuju halaman belakang dimana kedua mertuanya sedang bertanam, Adit langsung tersentak kaget saat melihat buah buahan yang melimpah, pohonnya pendek pendek tapi buah buahaannya sangat lebat.


"Tadi Mama borong sampe satu keranjang loh Mas dan metik sendiri buah buahannya. "


Ucap Kamelia dan Adit tersenyum mendengarnya.


"Papa.....buah buahannya di jual ke pasar atau kemana?? "


Tanya Adit yang penasaran dengan hasil buahnya.


"Papa sama Mama menjualnya sendiri, sekarang sudah punya toko buah sendiri, Lila yang memasarkan online dan mengiklankannya. "


Jawab Papa mertuanya dan Adit langsung mengangguk.


"Semua juga berkat Lia yang memberikan modal pada kami, Papa jadi fokus ke tanaman sekarang dan sudah gak jadi buruh lagi kerjaannya. "


Ucap Mama mertuanya dan Adit langsung menatap istrinya karena selama ini Kamelia tidak pernah menggunakan uangnya.


"Mama sama Papa kan memang punya impian buka toko buah buahan, makanya Lia wujudkan dan maaf karena harus menunggu lama untuk mewujudkannya. "


Ucap Kamelia dan Papanya tersenyum mendengarnya.


"Pokonya kami berdua bahagia dengan semua yang kamu lakukan Lia. "


ucap sang Mama dan Kamelia menganggukkan kepalanya.


"Kamu menggunakan uang pribadi kamu untuk membantu Mama sama Papa?? "


Tanya Adit dengan nada berbisiknya karena takut terdengar oleh kedua mertuanya.


"Nanti bahas di rumah yaa, gak enak kedengeran sama Mama dan Papa. "


Jawab Kamelia dengan nada memohonnya dan Adit mengiyakannya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.......


__ADS_2