
Tepat pukul dua siang Kalila akhirnya di bawa menuju ruang operasi, semua menunggu di luar pintu ruangan dan Adit memilih mengajak Aldo menuju tempat menunggu yang jauh dari ruang operasi.
"Aku gak nyangka kalau kamu orang yang membuat Kalila terpaksa mengubur mimpinya, Kamelia sampai menangis karena semua ini. "
ucap Adit dan Aldo hanya diam karena semua di luar kuasanya.
"Aku bahkan tidak sadar Ditt dan semua di luar kuasa aku sebagai manusia, aku lebih kaget ternyata Kalila adik dari Kamelia. "
ucap Aldo dan Adit hanya tersenyum sinis mendengar ucapan sang sahabat.
"Kamu tahu kalau kaki Kalila gak akan sempurna seperti semula, secara kasarnya Kalila akan pincang. "
ucap Adit dan Aldo menganggukkan kepalanya karena dia sudah mendengar penjelasan dokter kemarin.
"Hanya tiga puluh persen Kaki Kalila akan kembali normal, tapi tidak akan fatal sampai pincang total juga Ditt, aku sudah berjanji akan bertanggung jawab dan akan menikahi Kalila, aku akan menjaga dia selamanya. "
ucap Aldo dan Adit menghela nafasnya mendengar ucapan Aldo.
"Kalau hanya karena kasihan dan rasa tanggung jawab lebih baik jangan, Kalila berhak mendapatkan masa depan sesuai keinginannya Al dan jangan paksa kalau dia gak menyetujuinya karena jodoh bukan kamu yang atur. "
ucap Adit yang memperingati dan Aldo langsung terdiam mendengarnya.
"Aku tetap akan maju Ditt, Ayah sama Ibu sudah setuju dengan rencana aku, nanti kita bicarakan setelah Kalila selesai operasinya dan jangan melarang kalau Kalila menyetujui pernikahannya. "
ucap Aldo yang begitu yakin dengan tindakannya.
"Yasudah kita lihat nanti setelah Kalila selesai operasi kalau begitu. "
ucap Adit yang setuju dengan usulan Aldo.
Keduanya langsung kembali gabung dengan yang lainnya, Mamanya Adit duduk dengan Ibunya Aldo dan juga Mamanya Kamelia, sedangkan Kamelia malah berdampingan dengan Papanya yang memang dekat sekali dengan Kamelia.
"Papa harus dukung Lila menggantikan Lia yaa, dari dulu Lila selalu menarik perhatian Papa tapi Papa nya terlalu cuek karena sibuk mencari uang untuk kami bertiga, Lila tumbuh jadi urakan dan sedikit tomboy, mudah mudahan setelah kejadian ini Lila menjadi feminime. "
__ADS_1
ucap Kamelia dan Papanya tersenyum mendengarnya.
"Malah Papa semenjak pensiun di pabrik sekarang buka toko lebih sibuk, tapi Papa akan menyempatkan waktu buat Lila dan kamu jangan banyak berfikir karena ingat saat ini kamu sedang hamil sayang. "
ucap Papanya sambil menggenggam tangan putrinya yang begitu di banggakannya.
Kamelia selama sekolah tidak pernah meminta biaya pendidikan karena dia selalu mengejar beasiswa agar gratis saat bersekolah, malah Kamelia selalu membantu keuangan keluarga saat itu, Papanya begitu menyayangi Kamelia bahkan kasih sayangnya berbeda pada Kalila putri bungsunya, bahkan Kamelia rela berkorban menjadi alat perjodohan oleh sang ayah dan Kamelia menerimanya tanpa menolak bahkan pasrah menerima kenyataan pahit menjadi istri kedua.
"Kamu adalah Putri tangguh Papa dan Papa sangat sayang sama kamu Lia, ingat kalau ada apa apa pulang lah karena Papa selalu ada untuk kamu, bahu Papa masih sanggup untuk menjaga kamu. "
ucap Papanya dengan tangan menggenggam tangan Kamelia begitu erat dan Kamelia langsung terharu mendengarnya.
"Lia juga sayang Papa dan ingat, Lia yang akan membuat Papa, Mama juga Lila bahagia, Lia akan memberikan kehidupan layak untuk kalian. "
ucap Kamelia dan Papanya tersenyum menganggukkan kepalanya karena dia tahu Kamelia sangat keras kepala kalau urusan keinginan dirinya.
.
.
Operasi Kalila akhirnya selesai dan Kaki Kalila langsung di gips, Kalila langsung di bawa menuju ruangannya kembali dan kesadarannya masih belum pulih pasca operasi.
"Operasinya berhasil dan lancar sekali, tulang yang bergeser sudah di semulakan dan hanya tulang yang remuk masih belum pulih, enam puluh persen Kalila akan kembali berjalan normal dan nanti ada therapy untuk menormalkan jalan nya juga, enam bulan kedepan Kalila di larang melakukan aktifitas berat, seperti olah raga berlari, kakinya berjalan dalam waktu cukup lama dan di larang melompat lompat, nanti saya akan buatkan daftar makanan juga minuman yang harus di hindari Kalila selama masa pemulihan, kalau Kalila patuh dan menurut nantinya akan berhasil juga akan berjalan normal kembali dan sebaliknya kalau gak patuh nantinya Kalila akan cacat atau di sebut juga pincang. "
jelas sang Dokter saat Kalila di bawa menuju ruangannya kembali.
"Terimakasih Dokter. "
ucap Adit karena semua malah terdiam dengan pikirannya masing masing.
Kamelia langsung menghampiri sang Adik yang masih belum sadarkan diri, kaki kanan Kalila benar benar di pasang gips dan pastinya itu sakit.
"Ayo kita pulang dulu, kamu sedang hamil muda dan gak baik berlama lama di rumah sakit. "
__ADS_1
ajak Adit dan Kamelia langsung terdiam menatap suaminya.
"Nanti Mas nunggu Lila sadar baru kita pulang. "
jawab Kamelia yang memang ingin menunggu adiknya sadarkan diri.
"Mumpung semua berkumpul disini, saya kembali meminta ijin sama orang tua Kalila untuk menikahinya dan tolong ijinkan saya karena Lila sudah setuju. "
ucap Aldo dan membuat Kamelia langsung tersentak kaget.
"Atas dasar apa kamu mau menikahi adik saya?? kalau atas dasar tanggung jawab lebih baik jangan karena nantinya Lila yang akan jadi korban. "
tolak Kamelia karena memang tahu kalau sang Adik sangat pemilih dalam urusan laki laki.
"Salah satunya itu dan saya hanya ingin menjaga Lila selamanya, saya ingin merawat Lila sampai pulih dan harua ada ikatan agar saya leluasa merawatnya nanti. "
ucap Aldo dan Kamelia langsung mendelik mendengarnya.
"Kamu tahu gak Aldo?? adik saya bermimpi ingin menjadi atlet basket dan dia ingin sukses dengan mimpinya, memang semua sudah garis takdir dia jadi celaka bahkan harus mengubur mimpinga, saya hanya minta sama kamu jangan mengekang Lila dengan keharusan keinginan kamu, berikan Lila hak untuk menolak atau menerima, itu yang saya minta karena saat ini Lila sedang down dan gak dalam kondisi baik baik saja. "
jelas Kamelia dan saat Aldo akan menjawab kembali Adit memberikan tatapan membunuh pada Aldo agar tidak menjawab ucapan istrinya hingga Aldo pun hanya mengangguk tanpa menjawab.
"Mama sama Papa jangan asal menerima kalau Lila gak mau, kalau kalian ikut memaksa dengan keinginan Aldo. Terpaksa Lia akan mengambil alih mengurus Lila dan menjaganya. "
ucap Kamelia dan kedua orang tuanya menganggukkan kepalanya.
"Lila jangan takut karena Kakak akan mendukung kamu, kita akan melakukan pengobatan agar kamu pulih total dan tidak cacat, Kakak akan damping kamu sampai sembuh. "
gumam Kamelia dalam hatinya dengan tangan menggenggam tangan Kalila yang terasa dingin.
Kamelia langsung pamit pulang karena dia malas kalau harus berdebat kembali, kondisi hormon kehamilannya membuat mood nya berantakan saat ini, Adit langsung ikut pamit dan mendorong kursi rodanya diikuti Mamanya juga.
.
__ADS_1
.
Bersambung......