Di Madu

Di Madu
39. Pagi yang hangat


__ADS_3

Adit terdiam sebentar untuk menunggu inti tubuh Kamelia yang sedang menyamankan dengan miliknya, saat melihat wajah Kamelia sudah tenang Adit mulai menggerakkan tubuhnya dan awalnya Kamelia merintih sakit juga perih bercampur satu namun lama kelamaan semua rasa sakit itu hilang dan berganti dengan rasa yang luar biasa.


Kamelia tersenyum dan membuat Adit ikut tersenyum melihatnya, inti tubuh Kamelia yang sempit membuat Adit begitu menggilainya, dia bahkan merasakan lebih dari melakukannya dengan Cindi, Kamelia masih perawan dan berhasil di dapatkan olehnya.


Adit terus menghentakkkaaan miliknya dengan tempo yang cepat dan membuat Kamelia terus mengeluarkan suara suara yang syahdu menurut Adit dan membuat Adit semakin bernafsu mendengarnya.


Adit yang akan merasakan puncaknya semakin mempercepat hentakannya, hingga sampai puncaknya Adit menekan begitu dalam dan Kamelia langsung menggelinjang merasakan kembali puncaknya untuk kesekian kalinya.


"Terimakasih Kamelia karena kamu memberikan nya untuk aku dan aku yang pertama merasakannya, mari kita mencoba saling mencintai dan aku akan belajar mencintai kamu, entah aku sudah jatuh cinta sama kamu sekarang ini. "


ucap Adit saat ambruk di samping Kamelia yang masih menetralkan nafasnya.


Kamelia hanya diam karena dia saat ini sedang menikmati pelepasannya dan rasa perihnya saat ini terasa sekali, apalagi saat Adit mencabut miliknya. Rasa nya sangat sakit dan perih sekali.


Adit langsung beranjak dan mengungkung kembali tubuh Kamelia, Kamelia langsung mengerutkan keningnya karena dia masih takut kalau Adit meminta nya lagi.


"Kita akan mencoba sofa yang membuat kamu nyaman, rasanya akan lebih nyaman kalau kita bermain di atasnya. "


ucap Adit dengan nada sensualnya dan membuat Kamelia meremang karena Adit malah mencium lehernya Kamelia.


"Lepas Adit jangan dulu minta lagi, ini masih sakit sekali rasanya. "


ucap Kamelia sambil menjauhkan tubuh Adit yang menimpa di atasnya.


"Yang kedua gak akan sakit Sayang malah rasanya akan semakin nikmat. "


bisik Adit dengan tangannya membelai inti tubuh Kamelia yang basah.


Adit langsung beranjak dari atas tubuh Kamelia untuk melihat inti tubuh Kamelia, Kamelia merapatkan kakinya karena dia malu saat Adit kembali melihatnya.


"Buka kakinya Sayang, aku hanya mau melihat saja. "


pinta Adit dan Kamelia malah semakin merapatkan kakinya.


"Malu Adit jangan di lihat seperti itu. "


protes Kamelia dengan nada memohon dan membuat Adit tertawa lalu memaksa membuka kaki Kamelia.


"Astaga......kenapa bisa seperti ini jadinya, ini sakit yaa Lia rasanya?? "


ucap Adit yang kaget melihat inti Kamelia yang sedikit membengkak merah bahkan masih ada darah yang terlihat.

__ADS_1


Adit menggendong Kamelia dan membawanya menuju kamar mandi, Adit merebahkan tubuh kamelia di dalam bak rendam lalu mengisi air hangat.


Kamelia merasakan nyaman sekali saat air hangat mengalir di tubuhnya, bagian inti tubuhnya pun serasa di kompres dan sedikit menghilangkan rasa perihnya.


Adit keluar dari kamar mandi dan mengganti seprei yang kotor akibat pergulatannya dengan Kamelia, Adit langsung tersenyum saat melihat bercak merah milik keperawanannya Kamelia.


Adit langsung merapihkan kembali ranjangnya dan menyimpan seprei kedalam plastik, setelah kamar nya rapih Adit kembali masuk kedalam kamar mandi lalu ikut gabung untuk berendam di bak rendam dengan Kamelia.


"Akan sangat baik kalau kita bersama sama berendam. "


ucap Adit saat Kamelia akan protes dan membuat Kamelia duduk kembali berandar di sisi bak nya.


Tubuh inti Adit sudah tegak kembaki saat melihat dua buah dada Kamelia yang begitu menantang, tanda cinta nya begitu bayak di dada Kamelia.


"Mau apa Kamu?? "


tanya Kamelia penuh kewaspadaan saat Adit menghampirinya.


"Aku mau lagi Sayang, boleh yaa?? "


jawab Adit dengan wajah tersenyum nya dan saat Kamelia akan menjawabnya langsung di potong oleh Adit.


Kamelia hanya pasrah karena suaminya seperti punya mainan baru, padahal dia memiliki Cindi dan bisa meminta padanya tapi sekarang malah Kamelia yang di hajar terus terusan sepertinya.


Adit mengangkat tubuh kamelia dan membawanya kedalam kamar lalu merebahkannya di sofa secara perlahan, Adit tersenyum lalu memulai kembali permainannya dan kamelia merasakan rasanya sofa yang nyaman dan Adit bermain di atas tubunya.


"Pantas saja dia langsung tersenyum mengejek saat aku nyaman tidur di sofa saat di kamarnya, ternyata sofa ini begitu nyaman dan pas saat di pakai semestinya. "


gumam Kamelia dalam hatinya dan Kamelia merasakan kembali pelepasannya.


Adit terus memacu tubuhnya bahkan Kamelia sampai berganti posisi tapi malah menambah rasa yang begitu tak terbayangkan rasanya.


.


.


Pagi menjelang......


Kamelia membuka matanya dan pertama kali di lihatnya adalah wajah damai Adit yang sedang terlelap memeluk tubuhnya, Kamelia baru menyadari kalau wajah suaminya begitu tampan sekali.


Setelah puas dengan menatap sang suami, Kamelia langsung melepaskan belitan di tubuhnya dan ternyata sudah pukul sepuluh pantas perutnya lapar sekali.

__ADS_1


Kamelia menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya, Kamelia hanya dua puluh menit di kamar mandi dan langsung segera keluar untuk memakai pakaiannya, hari ini Kamelia memilih memakai daster mini yang di belinya saat ke Jogja.


Kamelia langsung keluar kamar setelah menyisir rambut dan memakai pelembabnya, rambutnya di biarkan basah karena takut mengganggu tidur suaminya kalau Kamelia menggunakan pengering rambut.


Kamelia memilih membuat makan siang sekalian karena sebentar lagi siang, Sambil memasak Kamelia juga membuat sereal susu.


Hanya tiga puluh menit makanan selesai dan Kamelia menyimpannya di penghangat menunggu suaminya bangun, Kamelia memilih menuju balkon untuk bersantai dan tak lupa membawa susu sereal di tangannya.


"Benar apa yang Mama bilang, nyaman sekali duduk di atas ayunan dan sangat sejuk karena di sediakan tanaman. "


ucap Kamelia dengan senyumnya menatap tanaman yang mama mertuanya pilihkan.


Kamelia tidak menyadari kalau Adit sedang memperhatikannya di pintu, Adit terbangun saat meraba di sampingnya tidak ada kamelia bahkan Adit belum mandi dan langsung mencari keberadaan Kamelia yang ternyata ada di balkon di atas ayunan.


Adit berjalan mengendap menghampiri Kamelia namun Kamelia menyadarinya dan menatap ke arah suaminya, Adit tidak memakai baju atasan dan hanya menggunakan celana pendek.


"Nyaman yaa duduk di ayunan ini?? "


tanya Adit saat berjongkok di hadapan Kamelia.


"Nyaman sekali dan Mama benar benar memilihkan tanaman nya, sedap di pandang oleh mata. "


jawab Kamelia dengan senyumnya dan Adit langsung mengecup bibir Kamelia.


"Jadi aku gak sedap di pandang sama mata kamu dong?? "


tanya Adit dan Kamelia menggelengkan kepalanya.


"Mau aku buatkan minuman hangat gak?? "


tanya Kamelia dengan memberanikan diri mengusap kepala Adit yang ada di atas pangkuan Kamelia.


"Gak usah aku mau mandi dan kita makan saja, kamu belum makan kan?? "


jawab Adit dan Kamelia menggelengkan kepalanya.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2