Di Madu

Di Madu
73. Kamelia sadar


__ADS_3

Di rumah sakit saat ini......


Adit di persilahkan masuk oleh Dokter dan langsung di sambut bahagia oleh Adit, walaupun istrinya belum sadarkan diri tapi Adit akan berusaha membuat Istrinya sadar.


Adit masuk kedalam ruangan yang begitu dingin bahkan dia memakai pakaian pelindung yang sterill, Adit langsung meneteskan air matanya saat melihat istrinya begitu pucat dan terbaring lemah.


"Sayang maafkan Mas karena datang terlambat dan tidak bisa melindungi kamu, buka mata kamu Sayang karena saat ini kamu sedang hamil buah cinta kita berdua dan Mas sangat bahagia mendengarnya. "


ucap Adit dengan tangan yang tak lepas dari genggaman Kamelia.


Kamelia wanita baik hati dan penuh ketulusan, walaupun di awal pernikahan Adit tidak menerimanya tapi Adit tidak pernah berlaku macam macam padanya.


.


.


Enam jam berlalu......


Tidak ada tanda tanda Kamelia membuka matanya, Adit langsung mempersiapkan semua keberangkatan Kamelia ke Negara J, tim Dokter yang di siapkan oleh Adit pun sedang mempersiapkan semuanya.


"Semua ikut saja karena masih cukup juga pesawatnya. "


ucap Adit saat semua keluarga meminta ikut dan Adit mengijinkannya.


"Semua sudah siap memangnya Ditt?? "


tanya Papa nya dan Adit menganggukkan kepalanya.


"Masih persiapan alat alat bantu Papa dan semua harus sempurna agar perjalanan nantinya aman. "


jawab Adit dan Papanya mengiyakannya.


Kalila masuk ke ruangan sang Kakak setelah kedua orang tuanya, Lila begitu sedih melihat Kakak nya tak sadarkan diri dan semua karena penusukan itu.


"Kak Lia bangun dan lihat suami Kakak nanti di ambil sama mak lampir itu loh, mau suami Kakak di rebut wanita lain memangnya. "


ucap Kalila dengan nada kesalnya dan seperti mendengar ucapan Adiknya jari tangan Kamelia bergerak.


Lila langsung berlari keluar bahkan tanpa melepas pakaian sterill nya dan membuat semua mengerutkan keningnya melihat kepanikan Kalila.


"Kak Lia sadar dan tangan nya gerak. "


ucap Kalila dan Adit langsung memanggil Dokter nya.


Semua langsung menunggu di luar saat Dokter memeriksa Kamelia, Kalila sampai terdiam karena takut Kakak nya mengadu soal apa yang di ucapkannya.


"Lila ceritakan bagaimana Kakak kamu sampai sadar?? "

__ADS_1


ucap sang Mama dan Kalila langsung menunduk.


"Lila ceritakan karena kamu telah berhasil membuat Kakak kamu sadar. "


ucap Mamanya Adit dan membuat Kalila mengangguk.


"Lila cuma mengeluarkan unek unek terus bilang kalau Kak Lia gak sadar nanti nenek lampir itu malah merebut Kak Adit, terus Lila juga bilang kalau Mak Lampir gak ada bagaimana kalau wanita lain merebut Kak Adit, udah cuma itu saja dan kak Lia merespon menggerakkan jarinya. "


jelas Kalila dan membuat semua menghela nafasnya.


"Berarti Kamelia masih ingin hidup dan dia gak mau kehilangan Adit. "


ucap Papa Alam dan Adit langsung terdiam mendengarnya.


Beberapa saat menunggu akhirnya Dokter keluar dari ruangan dan langsung menghampiri keluarga yang menunggunya.


"Selamat..... Pasien sudah sadar tapi belum sempurna, pasien melewati masa kritis dan sudah menerima transfusi darahnya, kami sekarang akan memindahkan Pasien ke kamar rawat agar lebih nyaman di samping keluarga terdekatnya. "


jelas sang Dokter dan semua keluarga mengucap syukur.


Berangkar yang membawa Kamelia akhirnya keluar dari ruangan ICU menuju ruang perawatan yang sudah Adit siapkan, ruangan yang nyaman dan mewah sudah Adit pilihkan.


Adit tidak ikut menuju ruangan karena dia sedang menghubungi asistennya untuk membatalkan semua rencana karena Istrinya sudah sadar, setelah memberitahukannya barulah Adit menyusul ke ruangan Kamelia.


Di dalam ruangan ternyata semua keluarga sudah menunggu, tapi Kamelia masih menutup matanya karena Dokter memberikan obat pemulihan untuk Kamelia.


ucap Adit dan Kedua orang tua Kamelia mengiykannya.


Sedangkan Mamanya Adit memilih pulang karena harus menyiapkan pakaian ganti juga keperluan Adit selama di rumah sakit dan Papa Alam dengan setia mengikuti istrinya.


Waktu saat ini menunjukan dini hari menuju pagi hari, di ruangan hanya ada Adit menunggu Kamelia dengan setia dan Adit ingin menjadi orang pertama yang Kamelia lihat saat membuka mata.


"Terimakasih karena kamu sudah berjuang untuk sadar, Mas janji akan menjaga kamu juga calon buah hati kita. "


ucap Adit sambil menggenggam tangan Kamelia dan mencium tangannya penuh sayang.


.


.


Dua jam kemudian......


Kamelia mengerjapkan matanya dan Adit yang terjaga langsung tersenyum melihatnya, Adit bahagia karena Kamelia membuka matanya.


"Mas Adit...... "


lirih Kamelia dan Adit langsung mencium kening Kamelia penuh sayang.

__ADS_1


"Terimakasih untuk perjuangan kamu Sayang, Mas akan lebih menjaga kamu. "


ucap Adit setelah mencium Kamelia.


Kamelia langsung mengangguk dan tiba tiba langsung terdiam seperti memikirkan sesuatu dan berhasil membuat Adit ketakutan karena mata Kamelia seperti menahan sesuatu.


"Ada apa Sayang?? kamu merasakan sesuatu dan tunggu yaa karena Mas sudah memanggilkan suster jaga. "


ucap Adit dengan nada khawatir setelah menekan tombol memanggil untuk suster.


Tak butuh waktu lama datanglah Dokter jaga dan satu suster dengan membawa alat medis lalu memeriksa Kamelia untuk mengetahui tekanan darah juga detak nadinya.


"Darahnya normal dan detak nadinya sudah berangsur pulih tidak selemah saat di ruang ICU, transfusi darahnya sudah di lepas yaa dan saya sudah menyuntikkan obat ke cairan infusnya, jangan dulu minum atau makan tunggu sampai mengeluarkan gas dulu karena Nyonya baru selesai pasca operasi. "


jelas sang Dokter dan Kamelia tersenyum mendengarnya karena melihat suaminya berbinar bahagia saat bertatapan mata dengannya.


Selesai dengan pemeriksaan nya Dokter dan suster langsung meninggalkan ruangan Kamelia, Adit langsung kembali menghampiri dan duduk di samping istrinya.


"Tadinya Mas mau kasih kamu minum, tapi gak bisa deh harus nunggu kamu kentut dulu Sayang. "


ucap Adit dan membuat Kamelia tersenyum.


"Gak apa apa Mas, bagaimana keadaan Mama?? baik baik saja kan Mas?? "


tanya Kamelia dan Adit langsung menghela nafasnya.


"Kamu malah mengkhawatirkan Mama bukannya diri kamu sendiri Sayang, Mama sampai pingsan melihat kamu mengeluarkan darah, Mama menyalahkan diri sendiri karena membuat kamu dan calon cucunta dalam bahaya. "


jawab Adit dan membuat Kamelia melototkan matanya.


"Jadi Mas...... "


ucap Kamelia dan langsung terhenti karena Adit menyelanya.


"Iya sayang kamu hamil muda sekarang dan kabar bahagianya kandungan kamu baik baik saja, luka tusukannya tidak mengenai organ reproduksi kamu. "


ucap Adit dan Kamelia bersyukur mendengarnya karena janinnya baik baik saja.


"Syukur lah karena janin nya baik baik saja, Mas Adit tahunya aku tidak tahu soal kehamilan ini dan sepertinya aku harus memberitahukan yang sebenarnya. "


gumam Kamelia dalam hatinya sambil terdiam dan membuat Adit reflek mengusap pipi Kamelia yang terlihat melamun.


.


.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2