Di Madu

Di Madu
91. kepulangan Kalila


__ADS_3

Adit benar benar membantu Kamelia membuat Vla nya dan keduanya malah terlihat asik dengan semua bahan nya, selesai di haluskan, jagung manis langsung di masak kedalam panci kecil dan Kamelia hanya menambahkan susu kental manis sedikit yang sudah di larutkan air.


Hanya beberapa menit Vla sudah jadi dan Kamelia langsung menyiapkan ke dalam mangkuk kecil, Adit benar benar senang karena Vla jagung manisnya sudah jadi.


"Ayo kita ke meja makan Sayang, biar Bibi yang merapihkan dapurnya. "


ajak Adit yang langsung menarik Kamelia menuju meja makan dan Kamelia meminta maaf ke Bibi dengan isyaratnya saat berpapasan.


Di meja makan Adit langsung meminta di buatkan roti selai vla jagung manisnya, Kedua orang tuanya hanya menggelengkan kepala dengan tingkah Adit itu.


"Pagi pagi sudah ada derama dan entah ada derama apalagi nanti kedepannya. "


sindir Papa Alam dan Adit malah cuek menikmati roti selai di piringnya yang di buatkan Kamelia.


Di rumah sakit saat ini.....


Kalila sudah bersiap akan pulang dan Aldo pun sudah selesai dengan administrasinya, yang menjemput hanya kedua orang tuanya karena Kamelia sudah memberi kabar dia tidak menjemput sang Adik dengan alasan Suaminya sedang sakit.


"Ayo kita pulang sekarang kalau semua sudah selesai di urus administrasinya. "


ajak Ibunya Aldo dan Aldo mengiyakannya.


Kalila duduk di atas kursi roda dengan Aldo yang mendorongnya, Kalila tidak menolak karena dia memang malas berdebat dengan suaminya itu.


Sedari membuka mata pagi buta dia dan Aldo terus saja berdebat hingga Kalila kalah lebih tepatnya mengalah karena sudah sangat jengkel dengan Aldo.


"Kedepannya Aku pasti bakal selalu kalah dan semua karena aku malas ribut. "


gumam Kamelia dalam hatinya dengan pandangan lurus kedepan.


Aldo langsung menggendong Kalila masuk kedalam mobilnya, sedangkan kedua orang tuanya dan kedua mertuanya menggunakan mobil masing masing.


Setelah di rasa Kalila nyaman barulah Aldo mengitari mobil dan duduk di kursi kemudinya karena supir Ibunya yang membawa kursi roda nya.


"Kenapa diam terus?? seperti bukan Kalila saja. "


sindir Aldo saat sudah melajukan mobilnya dan Kalila hanya mendelik mendengarnya.


"Cape aku tuh sama kamu, debat terus kalau bicara dan lebih baik aku mingkem itu jauh lebih tentram. "

__ADS_1


jawab Kalila dengan nada kesalnya dan Aldo langsung tersenyum menggelengkan kepalanya mendengar jawaban sang istri.


"Adit mengabari kalau dia dan istrinya gak bisa ikut menjemput, Adit mengalami ngidam parah sampai lemas katanya dan dia akan menyusul kalau kondisinya sudah baikan katanya. "


jelas Aldo dan Kalila hanya diam tanpa berkomentar karena dia sudah mendengar dari pesan yanh di kirimkan ke handphone oleh Kakaknya.


Perjalanan dua puluh menit akhirnya mobil yang di kendarai Aldo tiba di kediaman orang tuanya, rumahnya begitu mewah sama dengan rumah kediaman orang tua Adit.


"Sebenarnya sangat takut berurusan dengan orang kaya, ini malah kejebak sekarang dan semoga nasibku sama seperti Kak Lia yang di terima dengan hangat oleh semua keluarga suaminya. "


gumam Kalila dalam hatinya saat Aldo menggendong Kalila dan membawanya langsung masuk kedalam rumah.


Kalila langsung di dudukkan di sofa yang berada di ruang tengah rumah itu karena orang tuanya sudah menunggu disana.


"Nanti kalian tempati kamar lantai satu yaa, semua barang Lila dan aldo sudah rapih di dalam kamar baru, Ibu hanya ingin Lila tidak kesulitan saja karena kalau menempati kamar Aldo kan ada di lantai teratas takutnya terjadi apa apa sama Lila. "


jelas Ibunya Aldo saat Kalila duduk di sampingnya dan Kalila mengiyakannya.


Kedua orang tua Kalila langsung pamit karena harus mengurus toko dan pasokannya yang belum di urus sudah dua hari karena sibuk mengurus pernikahan juga kepulangan Kalila dari rumah sakit.


"Mba nanti setelah makan siang saja padahal pulangnya, belum juga satu jam sampai. "


"Maaf sekali lagi Mba, bukan kami menolak tapi di toko bahan bahan nya habis tadi pekerja toko mengabari, kami berdua harus segera memasok nya. "


ucap Mamanya Kalila dan Ibunya Aldo pun mengerti lalu mengijinkan kedua besannya pulang.


Setelah pamit pada Kalila, Mama dan Papanya langsung pulang menuju rumah dengan mobil yang biasa menjadi mobil mengangkut buah buahan yang di berikan oleh Adit sebagai transfortasi agar mertuanya tidak kesusahan.


"Aldo lebih baik ajak Lila ke kamar dan istirahat dulu, nanti Ibu akan antarkan makan siang ke kamar kalian. "


pinta Ibunya dan Aldo mengiyakannya karena memang kasian pada Kalila yang belum pulih kakinya.


"Lila ke kamar yaa Buu...... "


pamit Kalila saat Aldo berhasil menggendongnya.


"Iya sayang sana istirahat yaa jangan banyak pikiran yang aneh aneh dan fokus dengan kesembuhan kamu. "


jawab Mamanya Aldo dan Aldo langsung membawa Kalila menuju kamar yang ada di lantai satu.

__ADS_1


Kalila hanya menurut dan mengalungkan tangannya di leher Aldo yang tidak mengeluh karena harus menggendongnya, saat ini Kalila masih belum boleh berdiri sampai gips di kakinya di buka.


"Tolong buka gagang pintunya aku susah. "


pinta Aldo dan Kalila langsung membukanya lalu terbukalah pintu kamarnya.


Kalila langsung di dudukkan di atas kasur, kursi roda pun sudah ada di dalam kamar untuk memudahkan Kalila kalau akan beraktifitas.


"Kamu istirahat di kamar yaa, kalau butuh sesuatu kabarin saya lewat handphone, Saya ada kerjaan sedikit dan akan mengerjaknnya di ruang kerja tepat di samping kamar ini. "


ucap Aldo dan Kalila mengiyakannya tanpa mengeluarkan suara.


Aldo langsung kembali keluar setelah Kalila sudah nyaman dengan duduknya, karena memang benar sekali kalau dia ada pekerjaan penting setelah dua sahabatnya tidak bisa menghendle nya dan terpaksa Aldo yang mengerjakannya.


"Yang satu sibuk mengurus persiapan lamaran dan yang satunya sibuk dengan mengidamnya, padahal tubuhku sedang lelah saat ini. "


gumam Aldo saat memasuki ruang kerjanya lalu segera mengerjakan pekerjaannya agar dapat istirahat secepatnya.


Di dalam kamar Kalila langsung merebahkan tubuhnya, semalam dia tidak bisa tidur karena kepikiran pulang ke rumah mertuanya tapi syukurnya semua baik di luar ekspetasinya.


"Tubuhku lelah sekali, lebih baik aku tidur saja sambil menunggu jam makan siang. "


gumam Kalila saat merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya untuk tidur.


Benar saja tidak sampai sepuluh menit Kalila sudah terlelap pulas, karena Kalila bukan tipe pemilih tempat asalkan baginya nyaman pasti akan langsung lelap.


.


.


Di kediaman Kamelia saat ini.......


Kamelia terus mengomel pada Adit, niatannya ingin menjemput dan mengantarkan Kalila tapi suaminya menggagalkan semuanya, Adit malah meminta Kamelia melayaninya di atas ranjang dengan alasan melihat Kamelia terlihat seksi dan sudah di pastikan Kamelia tidak bisa menolak oleh sentuhan tangan Adit.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2