
Adit sangat kaget mendengarnya, bagaimana kalau janin dan Kamelia sampai kenapa kenapa saat tragedi kemarin, gak bisa di bayangkan akan sehancur apa dirinya dan Mamanya pasti akan menyalahkan diri sendiri nantinya.
Pintu ruangan Kamelia di ketuk dan ternyata ada pengantar makanan datang juga kedua orang tua Adit dan Kalila di belakangnya berjalan masuk kedalam ruangan.
"Ini sarapan paginya dan di habiskan. "
ucap petugas makanan dan Adit yang menerimanya langsung berterimakasih.
"Mba lebih baik makan dulu, saya bawakan makanan juga untuk semuanya. "
ucap mamanya Adit saat menyimpan kotak makanan di atas meja dan Mamanya Kamelia mengiyakannya.
"Terimakasih Mba. "
ucap Mamanya Kamelia dan Mamanya Adit tersenyum.
"Lia sudah makan belum?? mau Mama suapi?? "
tanya Mama nya Adit saat menghampiri menantunya.
"Kami sudah makan Maama, tadi subuh Lia ngeluh laper jadi Adit beli bubur di kantin dan Adit juga ikut makan. "
jawab Adit dan Kamelia membenarkannya.
"Yasudah minum susunya sama makan buahnya saja kalau gitu. "
ucap Mamanya Adit dan Kamelia mengangguk setuju.
"Mama bawakan pakaian kerja Adit gak?? hari ini ada meeting penting gak bisa di wakilkan. "
tanya Adit dan Mamanya mengangguk.
"Itu di bawa sama Papa dan nanti kamu pergi sama Papa saja, Lia banyak yang nunggu jadi jangan khawatir. "
jawab Mamanya dan Adit mengiyakannya lalu mengambil setelan kerjanya.
Kamelia hanya bisa diam memperhatikan keluarga yang ada di hadapannya, perutnya terasa perih karena pergerakan tadi saat di suapi makan oleh Adit.
"Sayang...... Mas pergi meeting dulu, nanti setelah selesai pasti langsung kembali kesini. "
pamit Adit dan Kamelia menganggukkan kepalanya.
Adit langsung pamit pada semua keluarga setelah mencium kening Kamelia, di ruangan hanya ada Mama nya, Mama mertua dan juga Kalila.
"Ini handphone nya Mama bawakan Sayang, ternyaata ada di dalam tas kerja kamu yang tergeletak di lantai. "
ucap Mamanya Adit sambil menyodorkan handphone nya.
"Makasih Mama sudah inisiatif, Lia mau mengabari orang kantor soalnya takut menunggu. "
ucap Kamelia dan Mama mertuanya langsung tersenyum.
__ADS_1
Mama mertuanya langsung bergabung dengan sang besan dan Kalila yang duduk di kursi dekat Kamelia, Kalila terus diam karena dia takut saat akan berbicara.
"Kamu punya salah sama Kakak yaa, hayoo.... "
ucap Kamelia saat melihat raut wajah sang Adik.
"Iya Kak maafin Lila yaa, saat Kakak gak sadar tadi malam. Lila malah nakutin Kakak dan ampuh kan karena Kakak langsung sadar. "
ucap Kalil dan Kamelia tersenyum mendengarnya.
"Memang kamu bicara apa?? "
tanya Kamelia yang merasa penasaran dengan ucapan sang adik.
"Lila bilang kalau Kakak gak sadar nanti Kak Adit di ambil Mak lampir lagi, terus kalau Mak Lampir gak ada kan masih ada wanita lain, udah kak cum itu sajaa. "
jawab Kalila dan Kamelia tersenyum mendengarnya.
"Makasih Lila karena kamu menakuti jadinya Kakak sadar dan Kakak gak ingat apapun saat di alam bawah sadar. "
ucap Kamelia dan Kalila menganggukkan kepalanya.
"Maaf ya Kak dan semua reflek begitu saja. "
ucap Kalila dan Kamelia tersenyum mendengarnya.
Dua jam kemudian Dokter datang untuk memeriksa luka jahitannya Kamelia karena tadi sempat ada laporan rembes dan itu tidak masalah karena normal normal saja.
jelas sang Dokter dan Kamelia mengangguk.
Selesai pemeriksaannya Mama nya Kamelia pamit pulang karena ada pengurusan kebun buahnya yang memang hanya Mama nya Kamelia yang dapat mengendalikannya, awalnya Mamanya akan tetap tinggal tapi Kamelia memaksa Mamanya mengurus lahan kebun yang akan mendapatkan untung besar kalau tidak di urus.
"Mama...... apa Lia bisa lahiran normal setelah di operasi gini?? Lia kepikiran soalnya. "
tanya Kamelia pada Mama Riana yang sedang mengupaskan buahnya.
"Kayanya gak bisa normal Sayang, takutnya saat kamu mengejen malaah membuat luka terbuka kembali. "
jawab Mamanya Adit dan Kamelia menghela nafasnya mendengarnya.
"Jangan sedih Sayang, apapun nanti jalan lahir kamu yang penting kamu dan calon bayinya selamat, itu sangat bersyukur banget. "
Ucap Mamanya Adit yang menenangkan keresahan Kamelia.
"Iya Maa dan Lia akan menikmati setiap prosesnya. "
ucap Kamelia dan Mama Riana tersenyum mendengarnya.
Di lobi utama rumah sakit saat ini......
Ternyata Bunga langsung ijin dari kerjaannya saat tahu kabar Kamelia di rawat karena penusukan, Bunga bahkan datang bersama Ikbal dan juga Aldo karena memang baru pulang meeting bersama Adit juga.
__ADS_1
''Kalian duluan, aku lupa bawa tas di mobil. "
ucap Aldo saat memasuki lobi rumah sakit.
"Kebiasaan kamu Al, ambil dulu bahaya kalau di parkiran ada barang tertinggal. "
ucap Adit dan Aldo mengiyakannya lalu berbalik arah menuju parkiran.
Aldo langsung menuju parkiran kembali sedangkan yang lainnya langsung menuju ruang rawat Kamelia, ternyata Kalila pun sama dia berjalan menuju parkiran dari arah lift dan tidak bertemu rombongan Adit karena mereka menggunakan lift satunya.
"Ibu tunggu di depan lobi saja yaa, Lila ambil motornya ke parkiran. "
ucap kalila saat tiba di lobi utama.
"Jangan lama yaa..... "
ucap Mamanya dan Kalila menganggukkan kepalanya.
Kalila langsung berjalan ke arah parkiran dan anehnya dia selalu di buat sial kalau bertemu dengan laki laki bernama Aldo yang kebetulan ada di parkiran.
Kalila langsung terjatuh saat pintu mobil Aldo terbuka dan tepat Kalila akan keluar dari parkiran, akhirnya Kalila terjatuh bersama dengan motorny.
"Astaga...... "
ucap Aldo yang tersentak kaget dan langsung menghampiri Kalila yang belum dia ketahui kalau itu Kalila.
Kalila meringis karena kakinya yang baru pulih malah terkena motor lagi, Kalila langsung menatap tajam saat tahu siapa yang menyebabkannya terjatuh.
"Kenapa selalu kamu yang buat aku celaka, kamu memang pembawa sial bagi hidup aku. "
kesal Kalila yang langsung menepis tangan Aldo saat akan membantunya.
"Maafkan saya Kalila, ayo kita ke IGD periksakan kaki kamu lagi. "
ucap Aldo yang merasa bersalah dan tetap saja Kalila menepis tangan Aldo.
"Gak perlu dan lebih baik pergi dari hadapan saya jangan pernah datang lagi. "
tolak Kalila yang langsung beranjak untuk mengangkat motornya dan Aldo membantunya saat melihat Kalila kesusahan.
Setelah menghidupkan motornya kembali, Kalila langsung pergi dari hadapan Aldo tanpa menoleh kembali, Aldo langsung merasa bersalah karena kelalaiannya membuat Kalila kembali celaka.
"Nanti setelah menjenguk Amel aku akan ke rumah nya kembali dan ternyata motor yang aku beri sudah di pakai lagi oleh dia. "
gumam Aldo sambil berjalan menuju mobilnya untuk menguncinya dan segera ke ruangan Kamelia menyusul teman teman yang lainnya.
Memang jodoh mungkin Kalila dan Aldo yang selalu di pertemukan, pertemuan yang pastinya tidak pernah menyenangkan untuk keduanya.
.
.
__ADS_1
Bersambung.........