Di Madu

Di Madu
56. Bunga galau.....


__ADS_3

Pagi hari yang sangat sibuk di kediaman Adit saat ini, Kamelia harus debat dengan Adit saat sedang memakai riasan di wajahnya.


"Mas Adit mau aku di permalukan yaa, lihat staff Bank wajahnya harus cantik. "


Protes Kamelia saat Adit mengomel tentang riasan yang di pakainya.


"Iya iya....."


Jawab Adit dengan nada tidak ikhlas nya dan Kamelia memilih beranjak karena dia harus sarapan sebelum berangkat kerja.


Adit mengulurkan tangannya pada Kamelia untuk di genggam dan Kamelia pun menerima uluran tangannya, keduanya langsung keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan untuk sarapan.


"Pagi......tumben kamu sudah rapih. "


Sindir Mamanya saat melihat sang putra sudah memakai jas di tubuhnya.


"Pagi Mama.....ayo duduk Mas. "


Ucap Kamelia yang menghentikan Suaminya saat akan menjawab ucapan Mama mertuanya.


Adit langsung duduk di samping Kamelia dan tidak mendebat Mamanya, Papanya Adit tersenyum karena kalau Cindi pasti akan membiarkan Adit berdebat dengan sang istri.


Ke empatnya makan dalam diam hingga sarapan selesai, Kamelia pamit pada Mama dan Papa mertuanya karena takut telat sampai kantor, pagi ini Adit yang mengantarkan langsung ke kantor tanpa supir dan Kamelia tidak bisa menolak karena Adit akan memaksa.


"Nanti siang makan sama Bunga saja yaa, Mas ada meeting di gabung dengan makan siang soalnya. "


Ucap Adit saat tiba di depan kantor tempat Kamelia bekerja.


"Iya Mas gak apa apa dan kamu hati hati yaa. "


Ucap Kamelia sambil mencium tangan Adit dan Adit membalas dengan mencium kening Kamelia.


Kamelia langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam kantornya, Kamelia hanya tersenyum mengangguk saat papasan dengan orang orang.


"Ternyata ada yang lebih tebal make up nya di banding Kamelia, aku beruntung memiliki kamu Sayang tapi tetap saja aku kesal lihat kamu memakai make up karena kamu sangat cantik sekali. "


Gumam Adit sambil menatap teman satu kantor Kamelia.


.


.

__ADS_1


Tiba di meja kerjanya, Kamelia langsung menghidupkan komputernya dan mulai mengerjakan kerjaannya yaitu memprint out berkas yang kemari di ketik nya.


"Lia .....bisa ke ruangan saya sebentar. "


Ucap Pak Danil lalu Kamelia mengiyakannya dan langsung masuk kedalam ruangan atasannya.


"Permisi Pak.......Ada yang bisa saya bantu?? "


Tanya Kamelia saat masuk kedalam ruangan sang atasan setelah mendengar suara mempersilahkannya dari dalam ruangan.


"Lia kamu bisa kerjakan berkas ini gak?? "


jawab sang atasan sambil menyodorkan berkas pada Kamelia yang langsung di terimanya.


Kamelia langsung duduk dan memeriksa berkasnya, Kamelia terdiam sebentar takut salah dalam membacanya namun semua benar gak salah lagi.


"Bisa Pak, saya akan kerjakan berkasnya?? "


Jawab Kamelia dan membuat sang atasan tersenyum mendengarnya.


Setelah menerima berkasnya Kamelia langsung pamit kembali ke meja kerjanya untuk mengerjakan berkasnya, ternyata berkas hasil meeting kemarin yang Kamelia kerjakan karena seperti biasa Kamelia lah yang mengatur semuanya secara rinci hasilnya.


Kamelia begitu serius mengerjakan pekerjaannya hingga saat Bunga menghampiri hanya di lirik dan kembali sibuk dengan berkasnya membuat Bunga mendelik mendengarnya.


Tanya Kamelia yang tetap fokus tatapannya pada berkasnya.


"Lia kamu tahu gak?? "


Jawab Bunga dengan sebuah pertanyaan.


"Tahu tentang apa?? Makanan apa minuman?? "


Jawab Kameli dan Bunga menggelengkan kepalanya.


"Bukan Lia, Ayah aku minta aku pulang dan akan menjodohkan aku dengan anak dari sahabatnya loh Lia. "


Ucap Bunga dan membuat Kamelia langsung menatap ke arah Bunga dengan tatapan aneh.


"Maksud kamu itu, kamu mau di jodohkan?? "


Tanya Kamelia dan bunga mengiyakannya.

__ADS_1


"Ikbal kan belum melamar aku sampe sekarang, cuma pacaran saja kita dan bantu aku dong Lia. "


Jawab Bunga dan Kamelia menghela nafasnya lalu menutup berkasnya.


"Coba kamu bicarakan dengan Ikbal, suruh dia lamar kamu ke Ayah kamu. Kalau Ikbal bersedia berarti dia memang serius mencintai kamu dan kalau mundur berarti Ikbal hanya ingin sebatas pacaran, laki laki yang serius mencintai dan menyayangi kamu pasti akan mengajak kamu ke jenjang pernikahan, kalau hanya pacaran berarti dia gak serius sama kamu Bunga. "


Jelas Kamelia dan Bunga langsung terdiam saat ini.


"Semalam sudah hubungi Ikbal dan bilang minta di lamar, tapi Ikbal malah mengalihkan pertanyaan terus menutup panggilan telphone aku deh. "


Ucap Bunga dan Kamelia menghela nafasnya.


"Ini solusi dari aku mau di pake silahkan mau gak juga gak masalah yaa, kamu minta waktu satu minggu sama Ayah kamu untuk pulang ke rumah, selama satu minggu itu kamu dekati Ikbal bicara secara langsung, ajak dia untuk melamar kamu dan kalau Ikbal diam tinggal bilang saja kamu di jodohkan sama orang tua kamu, ingat Bunga pilihan orang tua gak akan salah dan buktinya aku sekarang, aku di jodohkan dan di jadikan istri kedua oleh Adit walaupun sekarang satu satunya kan tapi tetap saat awal kan aku istri kedua. "


Jelas Kamelia kembali dan Bunga menyetujui saran dari Kamelia.


"Kalau Ikbal diam artinya dia gak mau kan?? "


Tanya Bunga dan Kamelia menganggukkan kepalanya.


"Benar Bunga, ingat di dunia ini bukan hanya masalah cinta dan juga cinta. Tapi keseriusan untuk menjalani hidup menuju jenjang yang lebih karena gak mungkin kamu tetap hidup sendiri atau kamu tetap pacaran sedangkan orang tua kamu meminta kamu untuk menikah, kamu anak tunggal pasti di tuntut untuk memberikan pewaris untuk keluarga, pikirkan matang matang Bunga kalau Ikbal tetap mau pacaran berarti dia hanya ingin pacaran dan tidak serius sama kamu. "


Jawab Kamelia dan Bunga mengiyakannya lalu kembali pamit ke ruangannya karena Pak Danil keluar dari ruangan menatap ke arahnya.


Kamelia kembali mengerjakan pekerjaannya hingga jam makan siang tiba dan berkasnya selesai di kerjakan, Kamelia langsung memberikan pada Pak Danil dan setelah nya menuju ruangan Bunga lali langsung mengajak Bunga untuk makan siang.


"Ayo kita makan siang dulu, walau banyak beban fikiran tapi perut harus di isi Bunga. "


Ajak Kamelia dan Bunga mengiyakannya.


Kamelia mengambil alih mengemudikan mobilnya karena Bunga terlihat banyak diam, akan sangat bahaya kalau sampe Bunga mengemudikan mobil saat ini.


Kamelia mengajak Bunga makan di restoran siap saji, Bunga langsung setuju dan masuk kedalam restoran nya, Kamelia memesankan makan siangnya sedagkan Bunga langsung mencari meja kosong untuk di tempati.


Kamelia memesan Makanan juga minuman doble dan membawanya ke meja setelah membayarnya, Bunga tersenyum melihat pesanan Kamelia begitu banyak dan Kamelia hanya mengangkat bahunya saat Bunga bertanya dengan tatapan matanya.


"Kamu ini Lia makanan banyak gini gak salah?? "


Tanya Bunga yang langsung memakan makanannya.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2