
Setelah Ikbal keluar Ternyata Adit masih duduk di teras dan Ikbal langsung duduk di sampingnya, Adit hanya melirik dan krmbali fokus dengan pandangannya ke arah gerbang kosan.
"Maaf Ditt, aku malah buat kamu menunggu di luar dan kalau aku gak kasih tau, pasti kamu gak akan ada disini. "
ucap Ikbal yang memecahkan keheningan.
"Gak masalah Ball, aku lega karena istriku ada disini dan gak pulang ke rumah orang tuanya atau kabur jauh, kamu mau apa kesini Ball?? "
ucap Adit dengan nada biasa nya dan Ikbal hanya bisa menghela nafasnya.
"Tadinya aku mau bicara sama Bunga tentang masalah lamaran itu, tapi aku gak tau kalau ada Kamelia juga yang kabur dari kamu. "
ucap Ikbal dan Adit hanya mengangguk tanpa bersuara.
"Adit ini saran aku saja siih buat kamu, istri kamu lagi gak mood buat ketemu kamu dan kalau kamu maksa nantinya malah parah loh, tadinya mereka mau pergi ke hotel buat hindarin kamu tapi kamu keburu datang jadi aku yang di tawan di dalam. "
ucap Ikbal kembali dan membuat Adit langsung terdiam.
"Aku yang salah sebenarnya tapi aku yang marah kemarin, karena kejadian di restoran malah Kamelia yang berbalik marah sama aku. "
ucap Adit dan Ikbal hanya tersenyum mendengarnya.
"Pulang ke Apartemen aku saja disana ada Aldo kayanya, tadi aku tinggal soalnya. "
ajak Ikbal dan Adit mengiyakannya lalu beranjak mengikuti Ikbal menuju mobilnya juga.
Adit sempat melirik ke arah jendela kamarnya Bunga, tapi tidak ada tanda tanda Kamelia membuka gorden dan malah lampunya mati di dalam kamar kost itu.
Setelah kepergian Adit barulah Kamelia bergabung tidur dengan Bunga, Kamelia yang lelah pun akhirnya terlelap pulas menuju alam mimpi yang indah.
.
.
Tiba di Unit Apartment milik Ikbal, Adit memilih menuju kamar tamu untuk membersihkan tubuhnya sedangkan Aldo malah tidur di sofanya dengan begitu nyaman.
"Ishh..... anak ini, dua sahabatnya sedang galau dia malah enak tidur. "
gerutu Ikbal sambil menggoyangkan tubuh Aldo agar segera terbangu.
"Kamu itu pengganggu Ikbal. "
protes Aldo yang langsung duduk karena kekesalan pada Ikbal.
"Pesankan minuman di club kamu Al, jangan protes dulu gaa karena jamaah sedang galau. "
pinta Ikbal yang langsung menghentikan protesan Aldo.
"Jamaah katanya, dasar kamu laki laki aneh. "
__ADS_1
jawab Aldo dengan nada kesalnya tapi tangannya tetap mengeluarkan handphone nya lalu meminta pegawai club miliknya mengantarkan minuman pesanannya.
Aldo mengerutkan keningnya saat Adit bergabung duduk dan wajahnya segar seperti habis mandi, pakaian juga memakai pakaian Ikbal.
"Untung aku jomblo gak merasakan galau seperti kalian. "
sindir Aldo dan membuat kedua sahabatnya mendelik. mendengarnya.
"Aku sumpahin kamu jatuh cinta melebihi kami berdua kadarnya, jadi budak jadi budak sekalin tuh sama si cinta. "
ketus Ikbal dan setujui oleh Adit membuat Aldo langsung berdecih.
"Ciihhhh..... level kalian dan aku beda. "
jawab Aldo sambil beranjak karena pegawainya sudah sampai di lobo bawah dan aksesnya tidak bisa sembarang masuk.
"Mau kemana dia?? "
tanya Adit saat Aldo keluar dari pintu apartment.
"Ambil minuman kayanya, kan gak bisa sembarang masuk ke unit. "
jawab Ikbal yang langsung menyandarakan kembali kepalanya yang terasa mau pecah.
.
.
Kamelia dan Bunga sedang memakan sarapannya setelah Bunga memesannya di toko sebelah kost nya, Bunga hari ini akan mulai bekerja kembali dan Kamelia pun akan ikut bersamanya.
"Kamu yakin Lia hari ini mau kerja?? "
tanya Bunga di sela suapannya.
"kerjaan aku banyak banget Bunga, seharian kemarin kan gak fokus kerjanya. "
Jawab Kamelia dengan suapan makanan ke mulutnya.
"Ayo kita berangkat kalau makannya selesai. "
ajak Bunga saat melihat Kamelia selesai dengan sarapannya.
"Iya ayo aku udah selesai juga. "
Jawab Kamelia yang mengiyakan ajakan Bunga.
Kamelia membawa tas slempang juga tas kerjanya dan langsung keluar dari kamar kost Bunga, Kamelia bernafas lega karena suaminya tidak datang lagi, setelah Bunga keluar dan mengunci pintunya barulah Kamelia masuk kedalam mobil Bunga lalu di susul Bunga yang langsung duduk di tempat kemudinya.
"Tadi pagi Ikbal hubungi aku lagi dan minta berbicara, ngajaknya pas makan siang tapi aku tolak dan di alihkan saat pulang kerja saja. "
__ADS_1
Jelas Bunga yang memecahkan keheningan.
"Temui dan bicarakan baik baik, ingat pesan aku Bunga dan jangan menurunkan harga diri kamu, walaupun kita sebagai wanita di pilih pria tapi kita juga harus bisa memilih laki laki yang pas untuk masa depan kita, kita menikah bukan satu hari tapi seumur hidup dan kita wajib memilih pasangan yang pas untuk menemani sisa umur kita. "
Jawab Kamelia dan Bunga mengiyakannya.
"Makasih Lia, kamu memang pengganti Bunda dan aku bahagia punya sahabat seperti kamu, oh iya tadi juga Adit ikut bicara katanya beri kesempatan sekali saja. "
Ucap Bunga dan Kamelia hanya menghela nafasnya.
"Aku itu istri yang gak di anggap sama Adit, dia bebas bersama para wanita yang ada di sekelilingnya walaupun dengan alasan rekan kerja, tapi aku sangat terkekang Bunga dan banyak aturan yang harus aku patuhi. "
Ucap Kamelia dengan nada sedikit sedihnya dan Bunga hanya terdiam mendengarnya.
"Semua terserah kamu dan aku dukung kamu, Lia kamu berhak bahagia. "
Ucap Bunga dan Kamelia tersenyum mendengarnya.
Beberapa menit waktu di tempuh akhirnya tiba di kantor, Kamelia langsung turun dari mobil dengan tangan menenteng tas kerjanya, namun langkahnya terhenti saat mendengar panggilan dari Mama mertuanya membuat Kamelia berbalik lalu menghampirinya.
"Sayang......kenapa gak pulang?? Mama kesepian gak ada kamu loh. "
Ucap Mamanya Adit saat Kamelia menciun tangannya.
Bunga menghampiri dan langsung menyapa mama mertuanya Kamelia, Mama nya Adit begitu baik menyapa BUnga dan membuat Kamelia senang.
"Lia tidur di tempat saya Tante dan jangan khawatir. "
Ucap Bunga dan Mamanya Adit tersenyum mengangguk.
Bunga langsung pamit setelah menyapa dan hanya Kamelia yang tetap tinggal lalu mengikuti Mamanya Adit masuk kedalam mobil karena Mamanya Adit ingin berbicara.
"Bukan Mama mencampuri urusan kamu sama Adit, pulanglah sayang dan selesaikan di rumah dan bilang sama Mama kalau Adit jahatin kamu, biar Mama yang akan mengukum Adit nantinya tapi kamu pulang yaa Sayang. "
Ucap Mamanya Adit dengan nada sendunya dan Kamelia mengiyakannya.
"Iya Mama nanti Lia pulang, maaf yaa jadi membuat Mama sedih dan LIa akan selesaikan masalahnya. "
Ucap Kamelia yang mengiyakan ucapan Mama mertuanya dan membuat Mama mertuanya tersenyum senang.
"Ingat Sayang, ada Mama dan Papa yang akan membela kamu kalau Adit jahatin kamu. "
Ucap Mamanya Adit sambil menggenggam tangan Kamelia dan membuat Kamelia tersenyum mengangguk.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..............