
Malam menjelang......
Kalila saat ini sedang makan bersama Aldo di meja makan, saat ini mereka hanya berdua karena kedua orang tua Aldo sedang ke luar kota.
"Kak..... boleh gak?? kalau aku minta tinggal di Apartment milik Kakak saja dan jangan rumah. "
ucap Kalila yang memecahkan keheningan di meja makan.
"Kenapa gak rumah?? rumah akan membuat kamu leluasa loh karena luas, sedangkan Apartment kan gak luas dan ruang gerak kamu terbatas juga. "
ucap Aldo dan Kalila menggelengkan kepalanya.
"Gak mau Kak, untuk sementara aku mau Apartment saja dan bagus kalau tidak luas jadi aku bisa nyaman, kalau rumah luas aku gak nyaman karena kesepian juga. "
ucap Kalila yang tetap dengan permintaannya dan Aldo langsung terdiam mendengarnya.
"Baiklah kalau itu maunya kamu, kita tinggal di Apartment milik saya saja dan disana juga nyaman, privasi dan keamanannya juga sangat baik disana, mau kapan pindahnya?? "
ucap Aldo yang mengikuti kemauan istrinya.
"Besok saja Kak dan sekarang sudah malam. "
ucap Kalila dan Aldo menganggukkan kepalanya.
"Habiskan makannya, saya ke ruang kerja dulu mau menghubungi orang kepercayaan saya untuk merapihkan Apartment dan sekalian mau melanjutkan pekerjaan. "
pamit Aldo saat makan nya selesai dan Kalila mengiyakannya.
Kalila langsung berhenti makan dan meminta pelayan merapihkan meja makannya, Kalila langsung berbalik menuju kamar nya untuk istirahat karena besok dia akan pindah rumah.
"Semoga orang tua Kak Aldo tidak tersinggung dan mengijinkan aku pindah, di rumah ini aku gak nyaman sekali dan berasa tahanan. "
gumam Kalila saat sampai di kamarnya lalu segera menuju kamar mandi untuk bersih bersih.
Kalila sudah bisa turun dari kursi rodanya bahkan sudah bisa berdiri walaupun harus menggusur kakinya karena kakinya di larang menapak, walaupun sangat sulit tapi Kalila bisa menguasainya.
Selesai memakai daster rumahannya, Kalila langsung menuju ranjangnya untuk beristirahat dan tidak lupa Kalila meminum obatnya juga.
Kalila mengambil handphone nya dan memeriksa grup kampusnya ternyata sangat banyak kegiatan yang tidak di ikuti oleh Kalila.
"Sayang sekali aku gak akan pernah bisa bermain basket lagi, semua impian aku terkubur. "
lirih Kalila saat melihat vidio rekaman teman teman nya sedang bertanding basket yang di bagikan oleh sebagian penghuni grup.
Kalila kembali menyimpan handphone nya dan merebahkan tubuhnya, hidupnya benar benar jungkir balik menurutnya dan semua di luar kuasanya karena memang sudah takdir yang di gariskan olehnya.
__ADS_1
Di ruang kerja saat ini.....
Aldo langsung meminta asistennya untuk merapihkan Apartment nya karena besok dia akan menempatinya kembali dengan Kalila, asistennya sudah mengiyakannya dan segera mempersiapkan permintaan sang atasan, Aldo juga meminta menyiapkan semua bahan masakan dan bahan bahan lainnya untuk mengisi dapur juga kulkasnya.
"Di Apartment kan hanya ada satu kamar, mudah mudahan Kalila tidak meminta kamar lain setelah keluar dari rumah ini, besok saja aku hubungi Ibu nya semoga Ibu tidak mempersulitnya. "
gumam Aldo yang langsung beranjak untuk beristirahat karena tubuhnya terasa lelah sekali.
Tiba di kamarnya, Aldo langsung menuju kamar mandi lalu mengganti pakaiannya dengan piyama tidurnya, Kalila sudah terlelap damai karena tedengar dengkuran halus dari Kalila.
Aldo memilih merebahkan tubuhnya di samping Kalila dan tidak ada derama tidur di sofa atau apapun laah di kehidupan Aldo dan Kalila karena Kalila mempercayai Aldo sepenuhnya kalau Aldo tidak akan berani macam macam padanya bahkan awal awal Kalila selalu di bantu mandi oleh Aldo sebelum Kalila bisa menguasai kakinya.
.
.
.
Pagi menjelang......
Kalila membuka matanya lebih dulu dan Kalila menatap ke sampingnya dimana Aldo masih terlelap damai tidur miring menghadap ke dirinya.
Kalila tidak menolak atau menerima kalau Aldo tidur satu ranjang dengannya, Kalila benar benar yakin dan percaya kalau Aldo menghormatinya.
"Mau kemana?? "
tanya Aldo saat menyadari pergerakan di sampingnya.
"Mau mandi dan bersiap, bukannya kita hari ini pindahan ke Apartment. "
jawab Kalila sambil beranjak perlahan untuk duduk di atas kursi rodanya dan memberhentikan dengan gerakan tangannya saat Aldo akan membantunya.
"Kak Aldo lanjutkan tidurnya saja, aku bisa sendiri. "
ucap Kalila saat berhasil duduk di kursi rodanya dan Aldo hanya menghela nafasnya lalu kembali merebahkan tubuhnya.
Kalila langsung menjalankan kursi rodanya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, gips yang di pakai Kalila anti air dan tertutup rapat menutupi bekas operasinya, jadi memudahkan Kalila untuk beraktifitas.
"Semenjak kaki aku di gips, aku menjelma menjadi wanita yang anggun karena semua rok atau dress. "
gumam Kalila saat mengambil mini dress yang akan di gunakannya.
Kalila memang tomboy dan tidak seperti Sang Kakak yang begitu kewatiaan, bahkan tutur kata Kamelia lebih lembut di bandingkan Kalila.
Aldo langsung menghubungi Adit dan meminta Kamelia ikut mengantarkan ke Apartment, Adit menyetujuinya dan akan datang ke rumah Aldo untuk pergi bersama sama menuju Apartment.
__ADS_1
"Sudah mandinya?? "
tanya Aldo saat Kalila keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menggulung rambutnya.
"Sudah Kak, emang Kak Aldo mau mandi juga?? "
jawab Kalila dan Aldo mengiyakannya.
Aldo langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Kalila memilih memakai pelembab di wajahnya lalu mengeringkan rambutnya.
Beberapa saat berlalu......
Saat ini Kalila sedang memakan sarapannya bersama Aldo, Aldo memakai pakaian santai dan memutuskan untuk tidak ke kantor hari ini karena dia akan membantu menyamankan Kalila di Apartment nya nanti.
Saat asik memakan sarapannya ternyata Adit datang dan menggandeng Kamelia untuk ikut sarapan bersama dengan Aldo, Kalila langsung tersenyum melihat Kakak nya duduk di dekatnya.
"Kak Lia kok bisa datang sepagi ini?? "
tanya Kalila saat Kakaknya tersenyum sambil mengusap lengan Kalila.
"Kakak mau ikut bantu kamu untuk pindahan, tadi gak sarapan jadinya ikut sarapan disini. "
jawab Kamelia yang langsung menerima makanan yang di siapkan oleh Adit.
"Makasih Kak, memang Kakak tahu dari mana Lila akan pindahan?? "
tanya Kalila yang memang merasa penasaran karena dia tidak memberitahukan siapapun kalau hari ini akan pindah.
"Sudah jangan bahas yang lain dulu, kita selesaikan makannya dan segera berangkat. "
lerai Adit karena Kamelia perlu mengisi perutnya dan Kamelia mendelik mendengarnya.
"Nanti Kakak ceritakan, ayo lanjutkan makannya. "
jawab Kamelia dan Kalila menganggukkan kepalanya.
Ke empatnya langsung memakan makanannya, sesekali hanya Adit dan Aldo yang berbicara karena Kamelia malah fokus dengan nasi goreng yang di makannya saat ini.
Kalila merasa bahagia karena Kakak nya datang dan akan menemaninya pindahan ke Apartment, Kalila yakin kalau suaminya yang memberitahukan kepindahannya saat hari ini.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1