
Setelah kepergiaan keluarganya, Adit memilih menuju ruangan kerjanya dengan menenteng teh hangat yang di buatkan Kamelia tadi sebelum berangkat.
Hanya berselang tiga puluh menit akhirnya Handi datang dan langsung menuju ruang kerja Papa nya Adit dimana Adit menunggunya karena di ruangan itu sangatlah aman.
Adit langsung menyiapkan mentalnya untuk melihat juga mendengar semua kemungkinan buruk nya, tapi dia akan bertahan demi kehidupannya kelak.
"Ini Tuan bukti terbaru saat Anda dan Nona Kamelia menikah, ternyata Nyonya Cindi tidak pergi untuk berlibur mencari berlian, mereka menghabiskan waktu di sebuah Villa yang di beli oleh Nyonya Cindi satu tahun lalu. "
jelas Handi sambil memperlihatkan semua buktinya berupa foto karena Vidio tetap akan di berikan setelah ulang tahun perusahaan sesuai kesepakatan.
Adit semakin muak melihat wanita yang di cintainya begitu hina dengan perselingkuhannya dan parahnya berselingkug dengan ayah sambungnya sendiri.
Adit merasa aneh dengan Cindi dan apa kekuarangannya hingga Cindi memilih berselingkuh, semua sudah di berikan dan apapun yang Cindi minta selalu Adit berikan.
"Malam tadi mereka menghabiskan waktu bersama juga di Villa itu?? "
tanya Adit dengan nada lirihnya sambil menatap foto yang ada di dalam genggamannya.
"Sesuai dugaan Anda Tuan dan sampai sekarang keduanya belum terlihat keluar dari Villa. "
jawab Handi dan membuat Adit langsung terdiam.
"Layangkan gugatan cerai nya Handi dan tidak usah menunggu minggu depan, sertakan semua buktinya dan saya gak mau tahu. "
titah Adit dan membuat Handi terdiam.
"Maaf sebelumnya Tuan, lebih baik gugatan di layangkan hari jumat saja agar senin panggilannya langsung datang, kalau hari ini palingan senin saya ajukan dan selasa dapat panggilannya. "
jelas Handi dan membuat Adit menghela nafasnya.
"Baiklah jumat depan saja dan siapkan semuanya, saya muak dengan semua kelakuan wanita itu. "
ucap Adit dengan nada kesalnya dan Handi hanya mengangguk saja.
"Akan saya laksanakan Tuan dan untuk bukti lainnya mau saya perlihatkan?? "
tanya kembali Handi takutnya Tuannya sudah cukup dengan semuanya.
"Tetap kamu kumpulkan dan lampirkan saja Handi, sejak kapan Cindi melakukannya?? "
jawab Adit dan menanyakan kembali sesuatu yang ingin di ketahuinya.
"Hubungan mereka terjalin sebelum Tuan menikahi Nyonya Cindi, mereka melakukan pengkhianatan juga setelah Anda menikah, bahkan Anda memang di atur supaya bertemu dengan Nyonya Cindi, uang yang selama ini di keluarkan Nyonya semua masuk ke rekenin Ayah tirinya tapi atas nama orang lain Tuan, ini bukti semuanya sudah saya lampirkan. "
__ADS_1
jelas Handi dan membuat Adit langsung melemas seketika karena semua sudah di atur oleh Ayahnya Cindi yang menjadi dalangnya.
"Ada celah kejahatan laki laki tua bangka itu?? "
tanya Adit dan Handi menganggukan kepalanya.
"Pencucian uang dan judi online Tuan, saya akan melaporkan nya di hari senin depan setelah pesta karena nantinya Anda akan di recoki Nyonya Cindi kalau di laporkan hari ini. "
jawab Handi dan Adit langsung terdiam.
"Beku kan kartu creadit Cindi, limitnya turunkan kartu debit nya menjadi lima juta untuk satu kali penarikan satu hari, biar nanti alasannya saya yang akan mengaturnya. "
titah Adit dan Handi menganggukkan kepalanya.
"Saya akan berdiam di Apartemen sampai hari kamis, jumat saya baru akan kembali ke rumah wanita itu dan kamu atur supaya saya berangkat ke luar negeri bagaimanapun caranya, lindungi Kamelia dan identitasnya jangan sampai bocor. "
ucap Adit kembali dan Handi kembali menganggukkan kepalanya.
"Saya permisi Tuan karena semua sudah saya laporkan. "
pamit Handi dan Adit mengangguk lalu seperti biasa memberikan kembali bukti untuk di simpan.
Setelah kepergian Handi, Adit langsung terdiam merenung di dalam ruangan kerja Ayahnya, dia begitu sakit mendengar semua bukti kelicikan Cindi dan selama ini dia hanya wayang yang di kendalikan ayah tiri Cindi.
gumam Adit sambil menutup matanya karena menahan kesal.
Adit mengeluarkan handphone nya lalu menghubungi Cindi, dua kali panggilan baru kah Cindi mengangkatnya.
Dalam panggilan saat ini......
"Hallo cindi......"
"Iya Adit, kamu lagi dimana sekarang?? "
"Di ruang kerja Papa, kamu lagi dimana sekarang?? "
"Lagi di rumah Ibu, kamu pulangkan sore nanti ke rumah dan masa kamu terus terusan dengan istri muda terus. "
"Saya sendirian di rumah, Mama sama Papa pergi berlibur dengan wanita itu, kalau kamu gak percaya datang kesini buktikan. "
"Enak sekali wanita itu malah liburan Adit, kamu pulang yaa aku tunggu. "
"Aku menghubungi kamu mau memberitahukan kalau aku mau ke Ausie nanti siang berangkat, ada proyek disana bermasalah dan Papa sibuk mengurus persiapan pestanya. "
__ADS_1
"Yasudah kamu hati hati yaa Adit, pokonya cepat pulang dan kabarin aku yaa kapan pulangnya. "
"Iya nanti di kabarin, sudah yaa aku mau packing pakaian dulu dan kamu jangan sering ke rumah Ibu, nantinya malah bertengkar kalau dekat. "
"Iya Adit ini juga mau pulang. "
Panggilan berakhir.......
Adit langsung berdecih setelah menutup panggilannya, dia benar benar di bodohi dan selama ini Cindi selalu bermain dengan rapih jika bertemu dengan Ayah tirinya hingga Adit selalu mempercayainya.
Di Apartement saat ini.......
Orang tua Adit dan Kamelia tiba di Apartement, di bantu dua OB yang membawakan barangnya dan sebagian di bawa Papanya Adit.
Kamelia langsung menuju balkon mengikuti kedua mertuanya, ternyata balkon nya begitu indah oemandangannya, pantas saja Mama mertuanya ingin membuat halaman dengan tanaman.
"Baguskan pemandangannya, kalau ada tanaman pasti tambah bagus loh Lia. "
ucap Mamanya Adit dan Kamelia mengiyakannya.
"Kamu masak sendiri gak apa apa kan?? Mama di bantu Papa saja membuat tanamannya. "
ucap kembali Mamanya Adit dan membuat sang Suami mendelik.
"Mama ini memang dasarnya gak mau masak jadi hanya alasan kan membawa tanaman. "
gurau Papanya Adit dan Mamanya Adit acuh lalu bersiap membuat tanamannya.
"Gak apa apa Papa, Lia sanggup kalau cuma memasak dan nanti Lia kembali kesini bantuin kalau masak nya selesai. "
ucap kamelia dan Mamanya Adit mengacungkan jempolnya.
"Masak apa saja yaa sayang, karen Kami berdua gak punya alergi makanan termasuk Adit juga. "
ucap Mamanya Adit dan Kamelia mengiyakannya.
Kamelia langsung menuju dapur dan benar ternyata ucapan Adit kalau Dapur sudah lengkap bahkan bahan masakan dan peralatannya semua lengkap bahkan sangat lengkap, Kamelia langsung tersenyum dan memulai memasaknya.
Kamelia memasak masakan setelah memilih bahan bahan nya, Kamelia begitu asik dengan dunia dapurnya dan tidak menyadari kalau Adit sudah ada di belakangnya menatap Kamelia yang sedang sibuk dengan kompornya, bahkan wangi masakannya sangat harum tercium.
.
.
__ADS_1
Bersambung......