Di Madu

Di Madu
49. menjelaskan nya.....


__ADS_3

Saat ini Kamelia dan Adit sudah gabung sarapan dengan keluarga lainnya, Mamanya Adit hanya bisa menghela nafasnya pagi ini karena melihat wajah lelah Kamelia dan sudah tahu kalau putranya yang berulah.


"Lila nanti pulang sama siapa Kak?? Besok Lila kuliah pagi soalnya. "


Tanya Kalila yang memecahkan keheningan.


"Nanti Tante sama Kak Lia yang antar kamu pulang, Tante sekalian ingin ketemu sama Mama kamu. "


jawab Mamanya Adit dan Kalila langsung mengangguk.


Selesai dengan sarapannya, Adit langsung pamit untuk datang ke rumah Aldo karena kedua sahabatnya sedang menunggunya disana sedangkan Kamelia dan kedua orang tuanya Adit akan akan berkunjung ke rumah Kamelia sekalian memgantarkan Kalila.


"Kamu ada keperluan apa Mas ke rumah nya Aldo?? "


Tanya Kamelia saat dia ikut Adit kedalam kamar untuk bersiap.


"Sebenarnya kemarin Mas menceritakan semua kalau kamu adalah istri kedua Mas, makanya Aldo mau membantu melancarkan rencana menjebak Cindi, hari ini Mas akan menceritakan semuanya pada kedua sahabat Mas, kamu ikut Mama dan Papa saja antarkan Lila, nanti setelah urusan Mas selesai, pasti akan menyusul menjemput kamu. "


Jawab Adit dan Kamelia menganggukkan kepalanya.


"Baiklah aku akan nunggu kamu di rumah Mama, kamu hati hati yaa. "


Ucap Kamelia yang mengijinkan Adit pergi dan Adit langsung tersenyum lalu mencium kening Kamelia penuh sayang.


"Kedepannya kamu harus selalu ada sama aku, jangan mengkhianati aku seperti Cindi yaa, kamu gak akan Mas kenalkan ke publik dan semua demi kebaikan kamu juga, agar bisa menjalani hari dengan bebas seperti biasa, kamu gak masalahkan?? "


Ucap Adit dan Kamelia langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Apapun yang Mas Adit lakukan, aku akan menuruti nya karena aku yakin semua adalah yang terbaik, yasudah kamu hati hati yaa dan aku juga mau pergi takut Mama nunggu karena gak baik orang tua menunggu anaknya. "


Ucap Kamelia dan Adit langsung menggandeng Kamelia keluar dari kamar.


Kamelia langsung keluar kamar di gandeng oleh Adit, ternyata kedua orang tua Kamelia dan adiknya sudah menunggu di luar rumah.


"Mama......nanti setelah urusan Adit selesai akan menyusul, gak akan lama. "


Ucap Adit saat menghampiri Mamanya dan Kamelia langsung membantu Adiknya merapihkan barang barang yang akan di bawa ke rumah Mamanya.


"Iyaa Adit dan kamu harus menjelaskan semuanya, Mama gak mau kalian terkena masalah dan ingat, kamu harus menyusul karena Kamelia akan menunggu kamu datang. "


Ucap Mamanya yang langsung masuk kedalam mobil.


"Papa percaya kamu Adit dan hati hati yaa. "


ucap Papanya sambil menepuk pundak sang putra.


Adit langsung menghampiri Kamelia dan Kamelia reflek mencium tangan Adit, membuat Adit tersenyum lalu mengusap rambut Kamelia.

__ADS_1


"Hati hati Sayang, nanti Mas akan menyusul kamu. "


Ucap Adit yang membuka kan pintu mobil untuk Kamelia.


"Iya Mas dan Mas juga hati hati yaa. "


Ucap Kamelia yang langsung masuk kedalam mobil lalau duduk di samping sang Adik.


Mobil yang membawa Kamelia langsung berjalan terlebih dahulu, Adit pun langsung masuk kedalam mobil dan mengemudikan mobilnya sendiri menuju kediaman Aldo karena kedua sahabatnya sedang menunggunya.


Sepanjang perjalanan menuju tujuannya, Adit sedang merangkai kata untuk menjelaskan semuanya pada sahabatnya, dia harus menceritakan seditail mungkin karena kalau tidak pasti akan menjadi penghalang karena Aldo begitu mencintai Kamelia.


Perjalanan dua puluh menit akhirnya Adit tiba di kediaman Aldo, Adit memarkirkan mobilnya dan segera keluar dari dalam mobil lalu berjalan menuju kedalam rumah Aldo yang bisa di masukinya sesuka hatinya.


"Mana Aldo?? "


Tanya Adit saat melihat Ikbal sedang sarapan sendiri di meja makan dan Adit langsung duduk sambil memakan sereal kering yang ada di hadapannya.


"Masih mandi kayanya, kalau aku nunggu anak itu mandi keburu cacing demo. "


Jawab Ikbal yang langsung menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Makan sereal mana kenyang sampai nanti makan siang, mendingan makan nasi. "


Ucap Adit tiba tiba dan membuat Sahabatnya mengerutkan keningnya.


"Tumben makan berat kalau sarapan, biasanya anti kamu ini Ditt. "


"Semenjak Kamelia hadir aku jadi mengikuti dia makan nasi kalau pagi. "


Ucap Adit dan Ikbal langsung menghela nafasnya.


"Lebih baik kamu jelaskan dengan rinci dan jangan bertele tele Dit, kasihan Aldo soalnya. "


Ucap Ikbal yang mengingat kesedihan sahabatnya karena mendengar nama Kamelia di sebutkan.


"Gak usah di kasih tahu, aku juga datang mau menjelaskan semuanya. "


Ucap Adit yang tetap santai memakan sereal nya.


Tak berselang lama Aldo datang dalam keadaan segar dan langsung gabung makan dengan kedua sahabatnya, Aldo langsung memakan sereal di beri susu yang sudah di sediakan pelayan di atas meja.


"Kamu gak sarapan Ditt?? "


Tanya Aldo saat menyuapkan sereal ke mulutnya.


"Sudah tadi di rumah. "

__ADS_1


Jawab Adit yang asik memakan sereal tanpa susu.


Selesai sarapannya, Aldo langsung mengajak kedua sahabatnya menuju halaman belakang dan meminta pelayan menyiapkan minuman juga cemilan nya.


"Urusan Cindi beres kan Ditt?? "


Tanya Ikbal yang memulai pembicaraan karena Aldo sibik dengan memberi makan Ikan.


"Beres Ball dan Ayah tirinya di urus sama Asisten Papa, Cindi di kurung di ruangan bawah tanah. "


Jawab Adit dan Ikbal melototkan matanya.


"Sadis sekali kamu Ditt, tapi itu setimpal karena kejahatan wanita itu. "


Ucap Ikbal dan di benarkan oleh Aldo yang kembali gabung dengan kedua sahabatnya.


"Aku hanya takut Kamelia malah di jahatin sama Cindi kalau Cindi terbebas di luaran sana. "


Ucap Aldo dan Adit langsung terdiam mendengarnya.


"Makanya aku kurung di ruangan itu, semua terjamin juga pakaian bersih kasur dan kamar mandi juga di sediakan disana hanya kebebasan yang tidak di berikan. "


Ucap Adit dan Aldo menganggukkan kepalanya.


"Waktunya kamu ceritakan Ditt. "


Ucap Ikbal dan Adit mengiyakannya.


"Aku dan Kamelia di jodohkan Mama, dulu sudah ada perjanjian antara Kakek aku dan Kakek nya Kamelia, tapi Kakek aku lebih dulu meninggal jadi Papa yang melanjutkan nya, aku menerima pernikahan ini karena memang tidak bisa menolak, Cindi tidak bisa memberikan keturunan karena rahimnya sudah di sterilkan, aku meminta syarat agar Kamelia gak di kenalkan ke publik dan Mama menyetujuinya, kami menikah dua bulan lalu. "


Jelas Adit dan Aldo langsung terdiam mendengarnya.


"Kamu mencintai Kamelia?? "


Tanya Aldo dan Adit mengiyakannya.


"Sangat Al, Kamelia wanita anggun, sederhana dan baik hatinya, dia benar benar membuat aku tergila gila, bahkan bisa menggeser Cindi, aku tulus mencintai Kamelia dan maafkan aku Al karena semua di luar kuasaku. "


Jawab Adit dengan nada yang yakinnya.


"Jaga Kamelia, dia wanita baik dan penuh kelembutan, walaupun perkenalan aku baru sekejab tapi aku bisa melihat dari sorot matanya. "


Ucap Aldo dan Adit langsung mengangguk.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2