
Kamelia selesai dengan pekerjaannya dan lebih tepatnya pekerjaan Bunga yang di kerjakannya, Kamelia khawatir melihat Bunga yang murung dan nantinya juga kalau pekerjaan Bunga salah pun Kamelia yang merevisinya.
"Gak kerasa sudah jam empat lagi, untung saja Pak Danil gak ada, kalau ada pasti Bunga kena tegur deh. "
Gumam Kamelia sambil merapihkan meja kerjanya lalu akan ke ruangan Bunga memberikan pekerjaan Bunga yang selesai di kerjakannya.
Kamelia langsung membawa berkasnya dan berjalan menuju ruangan Bunga, ternyata Bunga sedang diam menunduk bahkan komputernya mati.
"Bunga...... kamu baik baik saja kan?? "
tanya Kamelia saat menghampiri Bunga ke meja nya.
"Aku baik baik saja Lia, hanya fikiran aku dan hati aku yang gak baik, makasih udah bantu kerjain pekerjaannya yaa Lia. "
jawab Bunga dan Kamelia langsung tersenyum.
"Sama sama dan lagian kalau kerjaan kamu salah kan aku yang pasti akan ngerjain, palingan kamu di omelin Pak Danil nantinya, ayo bereskan meja nya kita pulang. "
ucap Kamelia dan Bunga menganggukkan kepalanya.
Kamelia langsung keluar dari ruangan Bunga dan akan kembali ke ruangannya untuk membawa tas juga yang lainnya, jam kerja sudah berakhir waktu nya pulang.
Bunga menatap handphone nya yang berdering dan ternyata suaminya yang menghubungi, Kamelia langsung mengangkat panggilannya.
Dalam panggilan saat ini......
"Hallo......Ada apa Mas?? "
"Hallo juga Sayang, maaf Mas gak bisa jemput kamu ada kerjaan dadakan, tapi Mas sudah minta supir Mama buat jemput kamu. "
"Iya Mas gak apa apa, oh iyaa..... aku mau anterin Bunga boleh gak?? dari tadi Bunga gak fokus takut ada apa apa sama dia kalau jalanin mobil sendirian. "
"Boleh Sayang, kamu hubungi supir Mama saja minta jemput dimana, kamu juga hati hati yaa. "
"Oke Mas Adit makasih. "
"Sama sama Sayang..... "
Panggilan berakhir.......
Kamelia langsung menutup panggilannya dan mengirimkan pesan pada supir untuk kembali pulang dan nanti di berikan kabar dimana menjemputnya, setelah mendapatkan balasan dari supirnya barulah Kamelia keluar ruangan menuju ruangan Bunga.
Kamelia bernafas lega karena Bunga sedang merapihkan meja nya saat Kamelia masuk kedalam ruanga, Bunga mengerutkan keningnya melihat Kamelia tersenyum padanya.
"Lia aku jadi takut sama kamu loh. "
ucap Bunga dan membuat Kamelia mengerutkan keningnya.
"Emang aku penjahat di takuti. "
ucap Kamelia dengan bibir mengerucut nya dan membuat Bunga tersenyum.
__ADS_1
"Lia kamu dari tadi senyum terus, aku jadi takut loh. "
ucap Bunga dan Kamelia mendelik mendengarnya.
"Sudah jangan bahas masalah senyum, sini kunci mobilnya biar aku yang anterin kamu pulang. "
ucap Kamelia yang mengalihkan pembahasannya lalu meminta kunci mobil nya.
Bunga langsung menyerahkan kunci mobil nya dan Kamelia langsung menerimanya lalu mengajak Bunga untuk pulang, Bunga menuruti dan beriringan berjalam dengan Kamelia.
"Aku mau pulang ke rumah Ayah saja Lia. "
ucap Bunga saat masuk kedalam mobil dan Kamelia langsung melirik ke arah Bunga.
"Yasudah aku antar pulang, nanti aku di jemput supir pulangnya. "
ucap Kamelia dan Bunga mengangguk lalu memasang sabuk pengaman nya.
Kamelia langsung melajukan mobilnya setelah nyaman dengan duduknya, Bunga hanya diam setelah memberitahukan alamat rumah kedua orang tuanya.
"Kamu ini kenapa di kasi enak malah gak mau Bunga, padahal terima saja perjodohannya. "
ucap Kamelia dan membuat Bunga mendelik mendengarnya.
"Aku pengen nikah sama yang aku cinta bukan karena di jodohkan Lia. "
ucap Bunga dan Kamelia hanya menghela nafasnya.
ucap Kamelia kembali dan Bunga langsung terdiam.
"Iya kalau laki laki nya suka aku, bagaimana kalau gak suka?? masa aku hidup dengan orang asing. "
ucap Bunga kembali dan Kamelia langsung menatap sahabatnya itu.
"Kamu cantik Bunga, aku yakin laki laki itu akan jatuh cinta sama kamu, kalau harus menunggu Ikbal melamar kan belum tahu kapan, kayanya Ayah kamu hanya menggeretak bilang mau menjodohkan kamu, kayanya dia ingin kamu pulang Bunga, rindu seorang ayah untuk putrinya. "
jelas Kamelia dan Bunga langsung terdiam mendengar nya.
"Emang aku sudah setahun gak pernah pulang, semenjak semua akses keuangan di blokir dan akhirnya aku melamar kerja di Bank lalu keterima. "
jawab Bunga dan Kamelia tersenyum mendengarnya.
"Nah kan, yasudah sekarang kita pulang dan nanti kenalkan aku sama orang tua kamu yaa. "
ucap Kameli dan Bunga mengiyakannya.
.
.
Di tempat Adit saat ini.......
__ADS_1
Adit dan aldo sedang mengerjakan pekerjaan yang kacau karena ulah Ikbal, Ikbal malah membuat kesalahan proposal dan itu langsung ngaruh dengan kerjasama yang sedang berlangsung sekarang.
"Ball..... kamu kaya ABG patah hati, geli aku lihatnya. "
sindir Aldo saat melihat sahabatnya diam tanpa suara bahkan tidak melakukan apapun.
"Berisik Al, kamu kaya Adit saja hanya diam tanpa berkomentar. "
jawab Ikbal dengan nada ketusnya dan Aldo hanya menggeram kesal mendengarnya.
"Adit cari aman makanya diam. "
ucap Aldo dan Adit menggelengkan kepalanya agar Aldo tidak berbicara lagi lalu Aldo mengiyakannya.
"Sudah biarkan dia dengan dunianya, ayo lanjutkan berkasnya karena ini besok jam delapan pagi harus sudah sampai. "
ucap Adit dan Aldo langsung fokus dengan kerjaannya kembali membiarkan Ikbal dengan dunianya sendiri.
Ikbal sedang dilema antara melamar Bunga atau mengakhiri hubungannya, Ikbal masih trauma dengan kejadian lalu saat dia akan melangsungkan pernikahan, dari sanalah Ikbal menjadi laki laki yang gonta ganti wanita karena sakit hati oleh mantan calon istrinya, hingga Ikbal bertemu dengan Bunga yang berbeda dari wanita lainnya membuat Ikbal kembali jatuh cinta namun Ikbal langsung terdiam saat mendengar permintaan Bunga untuk melamarnya.
.
.
Kamelia langsung melongo melihat kediaman orang tua Bunga yang begitu megah dan mewah sekali, Bunga langsung mengajak Kamelia masuk kedalam rumahnya.
"Bunga rumah kamu mirip istana, sebelas dua belas sama rumah mertua aku. "
ucap Kamelia saat berjalan mengikuti Bunga masuk.
"Ini bukan rumah aku Lia, ini rumah Ayah aku dan kamu harus ingat itu. "
ucap Bunga dan Kamelia hanya tersenyum mendengarnya.
Pelayan langsung tersentak saat melihat Nona mudanya kembali dan langsung melaporkan pada Tuan rumah bahkan meninggalkan Bunga dan Kamelia di depan pintu setelah membuka pintunya.
"Kebiasaan Bibi itu selalu pergi, bagaimana kalau kita orang jahat mau rampok. "
celetuk Bunga dan Kamelia langsung memukul lengan Bunga yang berbicara ngawur.
"Kamu itu sangat ngawur, ayo masuk aku pegal tau berdiri disini. "
ucap Kamelia dan Bunga mengiyakannya lalu masuk kedalam rumah.
Dari arah dalam rumah seseorang langsung berlari dan terdiam menatap Bunga juga Kamelia yang akan masuk kedalam rumah.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.......