
Masih di rumah sakit lebih tepatnya di ruangan Kalila......
Tangisan Kalila sudah mereda setelah di tenangkan oleh Mamanya, saat ini semua sedang menunggu kedatangan Dokter yang menangani Kalila dan Dokter akan menjelaskan semuanya.
Aldo bersyukur karena orang tua Kalila tidak menyalahkannya dan menuntutnya, Aldo malah merasa bersalah sendiri dan dia akan bertekad untuk bertanggung jawab menikahi Kalila karena takut Kalila akan cacat nantinya.
Dokter akhirnya datang bersama dengan suster yang akan memasang alat untuk mengempiskan bengkak nya di kaki Kalila.
"Keadaan kaki Kalila saat ini ada di batas kurang baik, kaki nya sebelumnya sudah luka dan lukanya juga belum sembuh, di tambah tertimpa lagi jadi keadaannya memburuk, kami akan menindak dengan mengeluarkan cairan pada bengkaknya agar mengempis dan akan di lakukan tindakan operasi, tulang kaki di dalamnya bergeser bahkan remuk. "
jelas Dokter dan Kalila kembali menangis mendengarnya.
"Maaf Dokter saya mau bertanya masalah nanti kedepannya, apa kaki putri saya akan normal kembali atau akan ada masalah nantinya?? "
tanya Mamanya Kalila dan Dokter kembali memperlihatkan hasil pemeriksaannya.
"Kemungkinan hanya dua puluh persen bisa berjalan normal, tapi semoga akan normal kembali dan kemungkinan terburuknya tidak akan normal seperti sebelum kecelakaan, kami akan berusaha semaksimal mungkin saat nanti melakukan operasi pada tulangnya. "
jawab Sang Dokter dan kedua orang tuanya menghela nafasnya.
"Lakukan yang terbaik Dokter untuk Putri saya. "
ucap Papanya Kalila dan Dokter mengiyakannya.
Dokter langsung meninggalkan ruangan dan hanya ada suster yang sedang menangani bengkak pada kaki Kalila, Aldo menatap Kalila yang sedang menangis dan dia langsung merasa bersalah karena ulahnya Kalila menjadi seperti sekarang bahkan kemungkinan terburuknya Kalila cacat.
"Apa kita beritahu Lia saja tentang keadaan Kalila, Mama takut di salahkan nantinya. "
ucap Mamanya Kalila dan suaminya mengiyakannya.
"Bagaimana baiknya saja dan besok pagi beritahunya, kasihan pasti sekarang sedang istirahat. "
ucap Papanya Kalila dan Mamanya mengangguk.
Aldo hanya diam bahkan tidak mendengar saat kedua orang tua Kalila membicarakan Kamelia, bahkan Aldo belum mengetahui kalau Kalila adalah adik dari Kamelia.
"Maa.... Lila masa gak bisa jalan normal dan pincang dong, hikss.... hiks...... "
ucap Kalila sambil menangis sesegukan.
"Sudah jangan menangis, kaki kamu nanti malah nambah sakit dan percayalah kalau kaki kamu akan normal kembali. "
__ADS_1
ucap Mamanya yang kembali menenangkan Kalila menangis.
"Kalila aku akan bertanggung jawab, terimalah lamaranku dan aku akan menjaga kamu dalam ikatan pernikahan. "
pinta Aldo dengan nada seriusnya sambil mendekat ke arah Kalila juga kedua orang tuanya.
"Jangan memaksakan dan pernikahan itu bukan untuk ajang bertanggung jawab karena kamu membuat Kalila celaka, Aldo pikirkan masa depan kamu dan apa keluarga kamu menerimanya, kamu menikahi Kalila hanya karena alasan bertanggung jawab. "
ucap Mamanya Kalila dan Aldo langsung terdiam mencernanya.
"Tidak Tante dan Aldo sangat yakin, ada seseorang yang bilang katanya saya dan Lila berjodoh karena selalu bertemu, saya benar benar akan menikahi Kalila dan saya yakin kami akan memiliki perasaan setelah pernikahan, ijinkan Aldo merawat Kalila sampai sembuh dengan ikatan pernikaha dan Aldo akan bertanggung jawab seumur hidup Kalila. "
ucap Aldo kembali dan Mamanya langsung menatap sang Suami yang menganggukkan kepalanya karena putrinya akan di kenal sebagai wanita cacat.
"Lila bagaimana?? kamu setuju gak?? Mama sama Papa menuruti kemauan kamu saja. "
tanya Sang Mama dan Kalila hanya diam karena dia kalut dengan pemikirannya.
"Kalila setuju Tante dan besok saya akan membawa Ibu saya kesini untuk berkenalan dengan Kalila, biar nanti Ibu yang mengatur semuanya. "
jawab Aldo karena dia sudah yakin dengan semuanya dan Kalila akan ikut dengannya.
"Baiklah kami tunggu yaa. "
Aldo tetap mendamping di rumah sakit hingga malam dan Mamanya Kalila meminta Aldo pulang karena sudah malam, Aldo pun mengiyakannya karena operasi akan di lakukan besok setelah kaki Kalila bengkak nya mereda.
.
.
Aldo memilih menuju kediaman orang tuanya, karena dia yakin kalau Ikbal masih ada di apartment nya dan sekarang dia sedang pusing kalau harus mengurus urusan orang lain karena urusannya sendiri pun sedang kalut sekali.
Aldo menarik nafasnya saat tiba di kediaman orang tuanya dan dia sudah di pastikan akan mendapat amukan dari Ibunya yang memang selalu membantah kalau di minta pulang ke rumah.
"Mudah mudahan Ayah sama Ibu gak marah dengan keputusan aku ini, semua kesalahan fatal dan aku harus bertanggung jawab. "
gumam Aldo yang keluar dari mobil lalu berjalan menuju pintu untuk memasuki kediaman orang tuanya.
Aldo langsung masuk kedalam rumah dan benar saja dia sudah dapat tatapan horor dari sang Ibu saat membuka pintu rumah utamanya.
"Mau apa kamu pulang?? sudah membuat anak gadis orang terluka dan cacat seumur hidupnya, kamu kalau gak bisa mengemudikan mobil lebih baik pakai supir. "
__ADS_1
cecar Sang Ibu dan membuat Aldo langsung menelan air liurnya mendengar Ibunya yang sudah mengetahui masalahnya.
"Ibu tahu dari mana?? jangan jangan Ibu memata matai Ald yaa?? "
ucap Aldo yang menuduh sang Ibu dan membuat Ibunya geram lalu menjewer telinga Aldo.
Aldo langsung mengaduh kesakitan saat Ibunya menyeretnya menuju ruang keluarga dengan telinga yang di jewer dengan begitu kerasnya sampai terasa sakit.
"Sudah Buu.... kasihan Aldonya dan nanti malah kawin lari sama gadis itu. "
lerai sang Ayah yang memang selalu membela putranya.
"Ayah ini harusnya hukum anaknya, ini malah membelanya dan kalian memang sama sama mengesalkan. "
protes Sang Istri dan membuat Ayahnya Aldo meringis mendengar ucapan istrinya.
"Maaf karena Aldo melakukan kesalahan fatal Buu dan Aldo akan bertanggung jawab menikahi gadis itu, semua karena Aldo dan gadis itu sekarang sudah putus harapan dengan cita citanya. "
ucap Aldo dengan nada sendunya dan Ibunya langsung mengelus lengan sang Putra.
"Ibu hanya berpesan sama kamu, jaga gadis itu dan sayangi dia Aldo karena dia gadia baik baik juga dari keluarga baik baik, Ibu yakin kamu akan mencintai gadis itu lambat laun dan kalian harus tinggal di rumah ini setelah pernikahan karena Ibu akan ikut memulihkan Kaki nya juga. "
ucap Ibunya dan Aldo langsung mengangguk setuju.
"Iya Buu dan Aldo akan mulai membuka hati untuk dia, besok Ibu ikut dengan Aldo yaa bertemu keluarga Lila di rumah sakit, besok juga Lila akan di operasi kakinya. "
pinta Aldo dan Ibunya langsung menyetujuinya.
"Iyaa dan Ibu akan ikut mendamping juga, sana bersih bersih terus makan barulah tidur istirahatkan pikiran kamu. "
ucap Sang Ibu dan Aldo langsung tersenyum lalu pamit menuju kamarnya.
"Kalila adalah gadis dari keturunan baik baik, Ibu yakin Aldo akan bahagia bersama Kalila. "
ucap Ibunya Aldo dan suaminya mengangguk setuju.
Selama Aldo tinggal di Apartment nya, dia selalu di awasi oleh orang tuanya dan apapun yang di lakukan Aldo pasti akan di ketahui oleh orang tuanya.
.
.
__ADS_1
Bersambung.......