Di Madu

Di Madu
78. Bertemu kembali.......


__ADS_3

Masih di kediaman Bunga.....


Sarapan pagi ini di kediaman Bunga sudah kumpul dan bukan hanya Bundanya saja yang sarapan, tapi ada Bunga dan Ayah nya juga.


"Kamelia bagaimana keadaannya?? "


tanya Sang Bunda saat Bunga duduk di samping Ayahnya.


"Sudah sadar Bunda dan katanya hari ini pulang dengan memaksa. "


jawab Bunga dan Bundanya menganggukkan kepalanya.


"Kita ke rumah sakit jenguk saya Bunn, Ayah kan lagi libur hari ini. "


ajak Ayahnya Bunga dan Istrinya mengiyakannya.


"Bunga setuju sekali, kita berangkat setelah sarapan yaa takutnya keburu pulang Kamelianya. "


ucap Bunga dengan nada senangnya dan Kedua orang tuanya mengiyakannya.


Bunga langsung menanyakan kapan Kamelia keluar dari rumah sakit dan ternyata menunggu hasil laboraturium Kamelia membuat Bunga lega karena tidak perlu terlalu pagi ke rumah sakitnya.


"Bunda siap siap dulu kalau gitu. "


ucap Bundanya Bunga dan Suaminya mengiyakannya.


"Ayah serius mau menjodohkan Bunga sama laki laki pilihan Ayah?? "


tanya Bunga tiba tiba saat Ayahnya sibuk dengan majalah di tangannya.


"Emang putri Ayah tidak laku yaa?? sampai menanyakan perjodohan segala. "


tanya balik sang Ayah dan Bunga mendelik mendengarnya.


"Ayah gak asik deeh, jawab pertanyaan aku bukan malah balik bertanya. "


jawab Bunga dengan nada kesalnya dan membuat sang Ayah menggelengkan kepalanya mendengar kekesalan putrinya.


"Ayah hanya menggeretak kamu saja Bunga, lagian gak baik anak gadis tinggal sendiri di kost kossan begitu dan memangnya kamu mau Ayah jodohkna?? "


jelas sang Ayah dan Bunga melongo mendengarnya.


"Berarti Lia benar ucapannya kalau Ayah hanya ingin Bunga pulang dan tidak tinggal seorang diri. "


ucap Bunga dan Ayahnya mengiyakannya.


"Tapi kalau kamu setuju untuk di jodohkan, Ayah akan carikan laki laki yang pas untuk kamu. "


ucap Ayahnya dan Bunga menggelengkan kepalanya.


"Gak usah dan lagian Bunga masih mau bebas dan belum memikirkan ke arah pernikahan. "


tolak Bunga dan Ayahnya hanya mengangguk menjawabnya.

__ADS_1


"Baiklah...... Ayah akan ikuti mau kamu, tapi mau kan kamu berkenalan dengan pemuda pilihan Ayah, dia seorang Dokter sama seperti Bunda dahulu. "


ucap Ayahnya kembali dan Bunga menghela nafasnya mendengar ucapan sang Ayah.


"Ayo kita berangkat sebelum siang. "


ajak Bunda nya Bunga dan Bunga mengiyakannya lalu berjalan menuju pintu keluar.


Mobil di kemudikan supir dan Bunga memilih duduk di samping supirnya sedangkan kedua orang tuanya duduk di kursi belakang.


Sepanjang perjalanan Bunga bertukar pesan dengan Kamelia dan meminta Kamelia menunggu nya karena Bunga datang dengan kedua orang tuanya, Kamelia mengiyakannya karena dia juga masih menunggu hasil laboratorium nya.


"Beli buah saja sama buket Bunga yaa. "


ucap Bunda dan Bunga menyetujuinya karena Bunga juga bingung membawa apa.


.


.


Di tempat Aldo saat ini.....


Aldo sedang berdecak kesal karena Ikbal malah masih tidur di sofa apartemen nya, semalam Ikbal mabuk karena memikirkan masalah Bunga.


"Kalau saja dia bukan sahabatku, sudah aku bunuh dan jual organ dalamnya, apartment aku jadi bau minuman gini. "


gerutu Aldo sambil memungut botol botol kosongnya.


Selama di perjalanan menuju rumah Kalila, Aldo terus saja menggerutu kesal karena kelakuan sahabatnya dan di tambah Adit sedang sibuk mengurus istrinya, dia terpaksa menghubungi asistennya Ikbal untuk mengurus Ikbal.


"Oh Tuhan...... runyam sekali masalah percintaa, semoga suatu saat percintaan aku tidak terlalu mendramatisir deh. "


gerutu Aldo dan menghela nafasnya saat tak terasa tiba di kediaman Kalila.


Aldo langsung keluar dari mobil setelah berhasil memarkirkannya, Aldo bahkan mengucap salam karena pintu rumah terbuka.


"Permisi Om...... saya mau menjemput Kalila dan membawanya ke Rumah sakit untuk di periksa. "


ucap Aldo saat Papanya Kalila keluar dari rumah.


"Masuk dan duduk dulu, saya akan panggilkan Kalilanya dulu yaa... "


ucap Papanya dan Aldo hanya tersenyum mengangguk lalu duduk kembali di sofa ruang tamu.


"Kenapa takdir aku selalu berada di rumah ini, masa aku berjodoh sama cewe bar bar gitu. "


gumam Aldo dalam hatinya sambil mengedarkan pandangan pada sekeliling kediaman rumah Kalila.


"Aldo sudah datang yaa, maaf Tante menghubungi kamu karena cuma kamu yang bisa bantu, Papanya Lila gak bisa gendong karena Lila sudah besar, takut malah jatuh terus Kakak iparnya Lila juga sedang mengurus Kakak nya Lila karena hari ini pulang dari rumah sakit, jadinya Tante hubungi kamu takutnya kaki Lila semakin parah. "


jelas Mamanya Kalila dan Aldo tersenyum mengangguk.


"Gak apa apa Tante, lagian semua tanggung jawab Aldo juga karena Lila celaka. "

__ADS_1


jawab Aldo dan Mamanya Kalila mengangguk.


"Ayo kita berangkat sekarang saja, Lila juga sudah siap dan maaf yaa karena Aldo harus menggendong Lila. "


ajak Mamanya Kalila sambil berjalan menuju kamar dan di ikuti oleh Aldo.


Saat pintu kamar terbuka ternyata Lila sedang duduk dan mendelik ke arah Aldo, Aldo hanya bisa menghela nafasnya dan bersabar menghadapi wanita di hadapannya.


"Lila kamu sudah siap?? Aldo akan menggendong kamu. "


ucap Mamanya saat menghampiri Kalila lalu memakaikan sweeter nya.


Aldo langsung menghampiri dan menggendong Kalila, Kalila hanya pasrah dan mengalungkan tangannya pada leher Aldo, Mamanya Kalila mengikuti nya dan membuka pintu mobil setelah Aldo memintanya.


"Om Sama Tante ikut kan?? "


tanya Aldo saat melihat Kedua orang tua Kalila sudah bersiap.


"Papanya Kalila mau ke toko anterin buah segar, Tante saja yang ikut mengantar. "


jawab Mamanya Kalila dan Aldo langsung tersenyum mengangguk.


Aldo pamit pada Papa nya Kalila dan langsung masuk kedalam mobil, Mamanya Kalila pun langsung duduk di samping Kalila menemani, sedangkan Aldo duduk di balik kemudinya.


Selama perjalanan hanya ada kesunyian dan perjalanan pun tidak terasa akhirnya tiba di rumah sakit, Aldo kembali menggendong Kalila lalu membawanya menuju UGD.


"Lila kamu gak apa apa kan di temani sama Aldo?? Mama mau lihat Kakak kamu dulu karena hari ini kan keluar dari rumah sakitnya. "


ucap Mamanya Kalila saat Aldo merebahkan tubuh Kalila di berangkar setelah suster memintanya.


"Iya gak apa apa Mama dan jangan bilang kalau Lila masuk rumah sakit, kasihan Kak Lia kan sedang tidak sehat. "


ucap Kalila dan Mamanya mengangguk.


Mamanya Kalila langsung pamit pada Aldo yang baru kembali setelah mendaftarkan Kalila, Aldo mengiyakannya karena tidak masalah menemani Kalila.


Dokter langsung menangani Kalila dan memeriksanya, sedangkan Aldo hanya duduk di ruang tunggu menunggunya.


Dokter keluar dari ruangan UGD dan Aldo langsung menghampirinya untuk menanyakan hasil pemeriksaannya.


"Bagaimana keadaan Kalila Dokter?? apa ada yang serius dengan lukanya?? "


tanya Aldo saat menghampiri sang Dokter.


"Kakinya mengalami pembengkakkan dan untuk mengetahui keadaan tulangnya. Apa bergeser, retak atau patah dan kita akan melakukan tindakan Rontgen. "


jawab Dokter dan Aldo mengangguk mengiyakannya.


.


.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2