Di Madu

Di Madu
46. Rencana part 2


__ADS_3

Malam menjelang......


Kedua orang tua Adit berangkat terlebih dahulu sedangkan Adit akan menjemput Cindi terlebih dahulu, asalnya Mama nya protes tapi setelah di beri alasannya akhirnya Mamanya Adit pun mengijinkannya.


"Mama gak habis fikir dengan rencana kalian, bagaimana kalau wanita itu berkelit?? Terus malah memutar balikkan faktanya. "


protes Mamanya Adit dengan nada kesalnya dan sang suami hanya bisa tersenyum menanggapinya.


"Percayakan semua sama Adit yaa, Adit butuh kepercayaan Mamanya dan sekarang tugas kita mendukungnya, Adit sudah jatuh cinta sesungguhnya pada kamelia dan kita sudah berhasil menyatukan mereka. "


jawab Sang suami yang memberikan pengertian pada istrinya dan Mamanya Adit hanya diam menanggapinya.


Adit saat ini sedang di perjalanan menuju rumahnya untuk menjemput Cindi, Adit bahkan mengemudikan mobilnya sendiri karena dia malas kalau harus berdekatan dengan Cindi nantinya.


Tiba di kediamannya Adit langsung masuk dan ternyata Cindi sudah menunggunya, Adit langsung mengajak Cindi berangkat karena acara mulai pukul delapan malam.


"Loh kamu mengemudikan mobil nya sendiri Adit?? "


heran Cindi saat Adit masuk kedalam kemudinya.


"Ayo masuk jangan banyak nanya dulu yaa, takutnya nanti Mama malah menegur kita lagi karena datang terlambat. "


jawab Adit dan Cindi pun masuk lalu duduk nyaman di samping Adit.


"Aku mengemudikan sendiri mobilnya karena memang mobil ini hanya untuk berdua saja, memangnya kamu gak suka aku memgemudikam mobil?? "


ucap Adit sambil melajukan mobil menuju hotel yang akan menjadi tempat acaranya.


"Gak juga cuma heran saja, biasanya kamu anti sekali kalau mengemudikan mobil sendirian loh. "


ucap Cindi dan Adit hanya mengangguk lalu kembali fokus dengan kemudinya.


Di tempat Kamelia saat ini......


Kamelia sudah merebahkan tubuhnya di ranjang, Kalila juga sudah masuk kedalam kamarnya, Kamelia sedang memikirkan Adit yang sedang menghadiri acara perusahaan keluarganya, sebenarnya Kamelia di ajak oleh Mamanya Adit namun Kamelia menolaknya karena dia gak mau nantinya hanya jadi orang asing disana karena Istri Adit yang di kenal adalah Cindi saja dan Kamelia hanya istri kedua.


"Miris sekali hidup aku ini, jadi istri kedua dan tidak di perkenalkan ke publik, tapi bagus lah jadinya kan aku bebas beraktifitas apapun tanpa di kenal orang lain. "


gumam Kamelia dengan lamunannya yang menatap langit langit kamarnya.


Kamelia langsung beranjak dan berjalan ke arah ruangan pakaiannya dan juga pakaian Adit juga, Kamelia memeriksa satu persatu lemari yang berisi ruangan di dalam nya.


"Ternyata pakaian dan aksesoris nya sangat lengkap sekali, sayangnya aku kerja kan pakai seragam dan gak bebas, jadi gak bisa pakai pakaian ini deh. "

__ADS_1


ucap Kamelia saat melihat pakaiannya begitu lengkap dengan penunjangnya juga.


Kamelia yang lelah karena memutar mutar area pakaian pun akhirnya memilih tidur karena besok dia akan kedatangan tamu yaitu orang tuanya Adit.


.


.


Di pesta saat ini......


Adit sedang berkeliling sambil menggandeng Cindi, betapa muaknya Mama nya Adit melihatnya dan ingin sekali menarik Cindi yang seenaknya bergelayut di lengan putra nya, terlihat sekali Adit tidak nyaman wajahnya.


Adit langsung bergabung dengan kedua sahabatnya dan Cindi pun ikut serta, Adit langsung menerima minuman yang di sodorkan oleh Aldo.


"Mana pacar kalian berdua?? Kenapa gak di ajak ke acara malam ini?? "


tanya Cindi saat duduk di samping Adit.


"Wanita kami tidak sepenting kamu, makanya memilih diam di rumah saja karena itu lebih aman juga nyaman. "


jawab Ikbal dengan nada sindirannya dan membuat Cindi mendelik tapi Adit hanya diam karena malas kalau harus membela salah satunya.


"Kuno namanya bukan aman. "


"Adit kamu malah minum terus bukannya membela aku yang di sindir sama kedua sahabat kamu itu. "


ucap Cindi yang beralih ke arah Adit untuk meminta pembelaan seperti biasanya.


"Sudahlah Cindi, mereka berdua hanya bergurau jangan di ambil pusing. "


ucap Adit dan Cindi hanya mendelik mendengar suaminya yang tidak berpihak padanya.


"Adit kamu sedang ada masalah?? Minum nya gak berhenti lagi. "


tanya Ikbal dan Adit hanya mengangkat bahunya tanpa mau menjawab pertanyaan Ikbal.


"Sudah biarkan Adit mabuk, kasihan dia soalnya. "


jawab Aldo yang memang merasa prihatin dengan sang sahabat.


"Ishhh.....kalian ini, kasihan kenapa coba?? Lagian kalian berdua yang harusnya di kasihanin bukan Adit. "


ucap Cindi dengan nada kesalnya dan kembali keduanya mengakat bahunya tanda tidak mau berkomentar.

__ADS_1


Satu jam kemudian Mamanya Adit menghampiri karena memang pesta sudah selesai, Mamanya Adit memulai rencananya untuk menggiring Cindi pulang ke rumah nya karena nanti di rumah sudah di siapkan mini bioskop yang menayangkan kehidupan Cindi di belakang Adit.


"Malam Tante......"


sapa kedua sahabat Adit yang melihat kedatangan Mamanya Adit.


"Kalian ini kalau kumpul pasti mabuk, kamu lagi sebagai istri bukan nya cegah suami kamu yang meminum banyak begitu, ini malah asik ikutan. "


ucap kesal Mamanya Adit tanpa mau menjawab salam dari kedua sahabat putranya.


"Adit sendiri yang mau mabuk Maa dan aku gak berani larang juga. "


ucap Cindi dan membuat Mamanya Adit menggeram kesal.


"Kalian berdua bopong Adit ke mobil dan kamu ikut pulang bawa Adit. "


titah Mamanya Adit dan Cindi langsung beranjak karena kedua sahabat Adit sudah beranjak.


"Cindi pulang ke rumah saja sama Adit. "


ucap Cindi saat kedua sahabat Adit memasukkan Adit kedalam mobil milik Papanya Adit.


"Jarak ke rumah kamu itu jauh dan lagian ini sudah malam, kalau saya bawa Adit sendiri tanpa kamu. Nantinya siapa yang membantu Adit berganti pakaian, sudah jangan banyak protes karena saya cape. "


ucap Mamanya Adit yang menolak permintaan Cindi dan Cindi pun akhirnya mengalah lalu ikut masuk kedalam mobil bersama Adit.


"Semoga Adit sukses melancarkan rencananya, kasihan soalnya kalau terus di bayangin nenek tua itu. "


ucap Ikbal saat melihat mobil yang membawa sahabatnya keluar area hotel.


"Betul juga sih dan aku sebenarnya prihatin sama Adit, dia salah memilih wanita menjadi istrinya tapi malam ini dia akan mengusut kejahatan wanita itu. "


ucap Aldo yang membenarkan ucapan sahabatnya.


Kedua sahabat Adit sengaja membantu Adit melancarkan aksinya, tadi Adit memang mabuk hanya satu gelas air minuman yang asli, sedangkan yang lainnya hanya minuman biasa yang hampir mirip dengan minuman alcohol.


Mamanya Adit berperan sebagai ujung tombak sandiwaranya agar Cindi ikut dengan mobil tang di tumpangi Adit, tidak sia sia Mamanya Adit menahan kesal karena Cindi akhirnya setuju untuk ikut bersama Adit ke kediaman orang tua Adit.


Sedangkan di kediaman Mamanya Adit sedang menyusun semua rekaman dari tahun lama sampai tahun terbaru, bahkan saat sebelum menikah pun ada rekaman kelicikan Cindi dan Ayah tirinya.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2