
Aldo masuk kedalam kamarnya dan ternyata Kalila sedang merapihkan pakaiannya, Aldo memilih langsung ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya karena siang ini terasa sedikit panas.
Kalila menyiapkan pakaian santai untuk suaminya dan dia tahu kalau Aldo sedang mandi, terdengar gemercik air di dalam kamar mandi saat ini.
"Sepertinya Kak Lia gak akan menginap dan palingan sampai sore saja disininya. "
gumam Kalila sambil turun dari kursi roda dan memilih duduk di sisi ranjangnya untuk memainkan handphone nya.
Aldo keluar dari kamar mandi dan langsung mengambil pakaian yang telah di siapkan istrinya, Aldo langsung memakainya dan membuat Kalila terdiam karena Aldo begitu santai memakai pakaian di hadapannya.
"Aisshhh..... kenapa Kak Aldo gak memikirkan perasaan aku siih, kan aku jadi malu sendiri lihat dia walaupun gak secara langsung tapi kan tetap terlihat. "
gumam Kalila dalam hatinya sambil fokus menatap handphone nya.
Aldo langsung menyimpan handuknya kedalam keranjang kotor dan ikut duduk di samping Kalila yang bersandar di ranjangnya.
"Kakak kamu mau menginap gak disini?? "
tanya Aldo yang memecahkan keheningan diantara keduanya.
"Gak tau Kak, kata Kak Lia sih gimana Kak Adit maunya menginap atau gak. "
jawab Kalila dan Aldo menganggukkan kepalanya.
"Kayanya pulang deh karena Adit akan susah beradaptasi dengan suasana baru di sekelilingnya. "
ucap Aldo dan Kalila hanya terdiam mendengarnya karena dia juga gak tahu mengenai itu.
.
.
Sore menjelang........
Ternyata Adit dan Kamelia memilih pulang karena memang tidak mau mengganggu pasangan pengantin baru, Adit juga ada berkas di rumah yang harus di kerjakan untuk hari esok akan di bawa ke kantornya.
"Kakak percaya kamu bisa menjalaninya, Kakak pamit yaa dan jangan lupa kasih kabar Mama tentang kepindahan kamu. "
ucap Kamelia saat adiknya mengantarkan sampai di pintu dan Kalila mengiyakannya.
Adit langsung menggandeng Kamelia dan membawanya menuju lift untuk menuju parkiran dimana mobilnya di parkir, sedangkan Kalila langsung masuk kedalam setelah Aldo mengajak masuk lalu menutup pintunya.
"Kak Aldo, Ibu sama Ayah sudah di kasih tahu belum tentang kepindahan kita?? "
__ADS_1
tanya Kalila saat Aldo mendorong kursi rodanya.
"Ibu sudah di kasih tahu dan malah marah tapi akhirnya Ibu mau mengijinkan karena saya janji akan sering berkunjung membawa kamu. "
jawab Aldo dan Kalila langsung tersenyum menganggukkan kepalanya.
"Makasih untuk Set dapurnya Kak, semua membuat aku nyaman dan terjangkau oleh aku. "
ucap Kalila saat teringat dengan pasilitas yang Aldo siapkan untuknya.
"Sama sama dan sudah kewajiban saya sebagai suami kamu membuat kamu nyaman, tapi urusan mencuci baju dan membersihkan rumah ini nanti jangan di kerjakan kamu, setiap dua hari sekali akan ada orang yang datang mengerjakannya, kamu jangan menolak karena semua demi kebaikan kamu juga, setelah kamu pulih silahkan lakukan apa yang kamu mau Lila. "
ucap Aldo dan Kalila mengiyakannya.
Aldo langsung pamit menuju ruang kerjanya sedangkan Kalila memilih ke balkon untuk melihat tanaman yang di sediakan oleh Aldo, bunga bunga yang indah walaupun dalam pot tapi Kalila tidak mempermasalahkannya.
"Nyaman sekali di balkon ini, bisa melihat pemandangan dan sejuk juga suasananya. "
gumam Kalila sambil menghirup udaranya dan memejamkan matanya merasakan angin yang menghembusnya.
Kalila tidak mengetahui kalau yang di lakukannya terlihat oleh Aldo dari ruang kerjanya karena jendela di ruang kerjanya mengarah ke balkon, Aldo terus memperhatikan apapun yang di lakukan Kalila.
"Lila...... semoga aku bisa membahagiakan kamu, suatu saat pasti kita akan bisa bersatu seperti pasangan suami istri lainnya walaupun prosesnya lama nantinya, aku akan sabar menjalaninya dan semoga kamu sepemikiran dengan aku. "
.
.
.
Ke esokan harinya........
Pagi ini Kalila menghidangkan bubur dengan toping yang lengkap, entah kenapa Lila pagi ini ingin makan bubur dan Lila gak perduli kalau suaminya tidak mau memakannya karena Lila juga menyiapkan roti dan selai nya untuk jaga jaga kalau suaminya tidak mau memakannya.
"Pagi Lila...... "
sapa Aldo saat menghampiri ke meja makan dan Kalila tersenyum menjawabnya.
"Mau sarapan menu apa Kak?? aku bikin bubur ayam dan kalau Kakak gak mau aku bisa buatkan roti selai. "
ucap Kalila saat menyiapkan bubur di mangkuk untuknya.
"Bubur saja sama dengan kamu, saya bisa makan apa saja yang kamu buatkan dan jangan takut saya menolaknya Lila, ayo siapkan dan topingnya harus lengkap. "
__ADS_1
ucap Aldo dan Kalila mengiyakannya.
Lila langsung menyiapkan mangkuknya dan menghidangkan buburnya lalu memberikan aneka topingnya, setelah selesai langsung di berikan ke Aldo.
Aldo langsung memakannya dan Kalila pun langsung ikut memakannya, keduanya makan dalah keheningan hingga bubur habis di mangkuk Aldo.
"Saya berangkat ke kantor yaa dan nanti kayanya bakal telat pulangnya, jangan menunggu saya untuk makan yaa takutnya saya pulang larut malam. "
ucap Aldo sambil memakai jasnya dan Lila mengiyakanya.
"Kak kalau membeli makanan online bisa kan?? aku gak harus ke lobi bawah untuk mengambilnya. "
tanya Kalila dan Aldo mengiyakannya.
"Bisa ko dan nanti yang anterin kesini paling keamanan Apartment, karena kurir gak bisa masuk ke atas. "
jawab Aldo dan Kalila mengiyakannya.
"Kalau mau membeli makanan beli saja dan nanti akan di antarkan security yang jaga, semua pemilik Unit sama dan bukan kita saja. "
ucap Aldo kembali dan Kalila menganggukkan kepalanya.
Aldo langsung keluar dari unit nya dan Lila langsung menutup pintunya, Lila langsung menuju meja makan dan merapihkan bekas makannya.
Lila tidak kesusahan melakukan aktifitas dapurnya karena semua di sesuaikan dengannya oleh Aldo, Lila bersyukur karena Aldo benar benar memperhatikannya sampai detail.
Selesai dengan urusan dapurnya, Lila langsung mengambil handphone nya untuk memberikan kabar pada Kedua orang tuanya kalau Lila sudah pindah dari kediaman mertuanya.
Di tempat Kamelia saat ini......
Adit langsung berangkat ke kantor setelah derama Kamelia berakhir, pagi pagi sekali Kamelia meminta di temani keliling komplek dengan jalan kaki dan membuat Adit sampai protes karena dari pintu rumah utama ke gerbang saja lumayan jauh apalagi dengan jalan jalan keliling komplek.
Alhasil Kamelia kelelahan setelah keluar dari gerbang beberapa meter, Adit langsung meminta di jemput oleh supir di luar gerbang rumah orang tuanya.
Adit hanya menghela nafasnya setelah dia duduk nyaman di dalam mobil dan supir melajukan mobilnya, Adit sampai menggelengkan kepalanya saat Kamelia merengek meminta pindah rumah yang gak ada gerbang rumahnya agar memudahkan untuk berjalan jalan keliling komplek.
"Apa aku buat properti baru dengan tema rumah tanpa gerbang rumah saja, nanti aku bicarakan dengan Aldo dan Ikbal setelah meeting siang nanti. "
gumam Adit dalam hatinya dan bersandar di sandaran mobil yang terasa nyaman olehnya.
.
.
__ADS_1
Bersambung........