Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 10


__ADS_3

"Mas, bisa kah kau memakai bajumu terlebih dahulu" tanya Amel malu-malu


"Aku ingin mandi, mengapa kau malah memintaku untuk memakai bajuku kembali,,,??! tanya Arya dengan senyum jahil nya


"Aku tau kau ingin mandi, tapi setidak nya tutup lah tubuh mu itu sementara aku akan keluar dari sini" ucap Amel dengan suara yang sedikit gemetar menahan gugup


"Mengapa hanya melihat tubuh bagian atas ku tanpa pakaian saja kau sampai seperti itu, bukan kah tadi malam kau sudah merasakan yang lebih dari itu" ucap Arya yang semakin tertarik untuk menggoda istri kecil nya itu


Tanpa sadar pipi Amel jadi memerah karna ucapan Arya,,, sejujurnya kalau di ijinkan mungkin Amel akan berteriak kala ingatan tentang kejadian tadi malam yang terbayang kembali di benak nya,,, Hingga akhirnya Amel pun memilih segera berlalu dari hadapan suaminya tanpa mempedulikan tanggapan Arya tentang dirinya dan berpura-pura menyibukkan diri dengan membereskan pakaian kerja Arya yang berserakan di atas tempat tidur ,,,


Arya yang melihat tingkah polos istri kecil nya yang menurut nya sangat lucu itu jadi tersenyum kemudian berlalu memasuki kamar mandi dan segera membersihkan diri dari sisa debu dan keringat,,,


Sementara Arya di dalam kamar mandi, Amel memilih untuk ke dapur dan membantu bi aya memasak untuk makan malam,,,,


"Bibi,,, aku bantu ya" ucap Amel saat tiba di dapur


"Gak usah non, biar saya saja, lagi pula sudah hampir selesai, non amel istirahat saja" ucap bi Aya yang menolak secara halus


Akhirnya Amel pun tak memaksa dan memilih untuk kembali kekamar nya, saat ia tiba di kamar dan melihat sekeliling nya, ia tak mendapati suaminya di mana pun, rasa lega menyelimuti hati nya, namun tiba-tiba sepasang tangan kekar telah melingkar sempurna di perut nya,, hembusan nafas yang menerpa tengkuk nya membuat Amel jadi semakin merinding dan jantung nya juga ikut berpacu lebih kencang dari biasa nya, Amel merasakan hawa panas mulai menyelimuti, padahal AC di kamarnya sudah cukup dingin, tapi entah lah...!!!

__ADS_1


"Kemana kau tadi, kenapa aku tak menemukan mu saat aku selesai mandi,,,??!! tanya Arya tepat di telinga Amel dengan suara berbisik


"Aku, aku tadi habis dari dapur mas" ucap Amel tergagap


"Lalu mengapa kau tak membuat kan kopi untuk ku" tanya nya lagi dengan tetap berada di posisi yang sama


"Ma, mas Arya mau kopi, kalau begitu akan aku buat kan" ucap Amel yang mencoba mencari alasan agar terlepas dari pelukan sang suami


"Tidak perlu, aku sudah tidak mau kopi lagi, sekarang aku hanya ingin kamu" ucap Arya yang langsung membalikan tubuh mungil istrinya hingga mereka pun berhadapan,


Amel semakin Di buat kalang kabut oleh nya, ia benar-benar bingung harus bagai mana lagi, kali ini ia benar-benar tak bisa lolos lagi dari terkaman suami nya,,, Hingga akhirnya beberapa jam mereka lalui dengan bercucuran keringat dan begitu menguras tenaga,,,


Keduanya sama-sama terbaring lemas dengan saling memeluk satu sama lain,,, namun sesaat kemudian Arya menyadari kalau ia barusan seperti mendengar suara Isak tangis dari istri kecil nya yang saat ini sedang ia dekap di dada nya,,,


Amel tak menjawab, ia malah sibuk memandang wajah seorang pria tampan yang kini sudah berstatus sebagai suami nya dan saat ini juga sedang mendekap nya,,,


"Amel, katakan sesuatu, jangan membuat ku takut" ucap Arya lagi


"Mas, aku takut" ucap Amel singkat dan suara yang bergetar

__ADS_1


"Takut,, takut kenapa" tanya Arya lagi


"Mas, katakan pada ku dan berjanji lah, kau takkan meninggalkan ku dalam keadaan apapun"


"Kenapa kau berkata seperti itu,,,?!! tanya Arya yang masih belum mengerti


"Aku hanya takut jika ibu tau aku menikah dengan mu secara diam-diam dan dia akan marah besar pada ku"


Arya terdiam sesaat memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh Amel, "Amel, kau tak perlu khawatir, cepat atau lambat aku akan menemui ibu mu, aku akan mengatakan pada nya secara langsung, kau jangan takut, walaupun di antara kita masih belum ada benih-benih cinta, tapi aku akan menepati janjiku pada mu seperti aku menepati janji pada Nisa ". Ucap Arya meyakinkan Amel...


"Apa jaminan mu agar dapat membuatku percaya,,,?!! tanya Amel


"Aku akan membuktikan nya dengan perbuatan, seorang lelaki sejati tak akan memberi harapan hanya dengan ucapan"


"Baiklah, aku akan mencoba mempercayai mu Mas,,," ucap Amel dengan menampilkan senyuman termanis nya


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2